alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Ancam Sebar Rekaman di Medsos

Perempuan dengan Keterbelakangan Mental pun Digarap

SINGKAWANG-Pelaku pencabulan DA sudah ditahan dan Polres Singkawang. Ihwalnya kisah pilu atas kelakuannya, terjadi November 2019 silam. Sebuah pondok di jalan Danau Biru Kelurahan Roban Kec Singkawang Tengah menjadi saksi bejatnya DA.

“Dari keterangan tersangka setidaknya sudah lima kali DA melakukan persetubungan dengan korban, seorang anak di bawah umur,” ungkap Kapolres Singkawang melalui Kasat Reskrim Singkawang AKP Tri  Prasetyo dalam rilisnya di Mako Polres, Rabu (29/1).

Tak sekedar merebut mahligai utama dari seorang gadis, saat melakukan persetubuhan dengan korban, DA juga merekam/membuat video hingga pada akhirnya tersebar di media sosial Facebook.

Hingga akhirnya video bejat tersebut diketahui pihak keluarga korban, ayah korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Singkawang.

Setelah ada pelaporan dan serangkaian penyelidikan oleh Satreskrim Polres Singkawang akhirnya DA diciduk kepolisian.

Polisi pun menjerat DA pasal 81 ayat (2) UURI nomor 35 tahun 2014, karena

Baca Juga :  Masyarakatkan Bike to Work, Ajak ASN Bersepeda

Sehingga tersangka diduga melanggar persetubuhan anak dibawah umur. Dimana dalam UU tersebut DA terancam hukuman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

 

Garap Gadis Kampung

Nasib nahas perempuan dengan keterbelakangan mental di Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang. Dia menjadi korban perkosaan pria yang masih satu kampung dengannya. Pelaku yang berinisial AT, sudah diamankan ke Polres Sintang dan mengakui perbuatanya.

Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi melalui Paur Subbag Humas Polres Sintang, IPDA Baryono mengatakan, saat kasus perkosaan terjadi rumah korban dalam kondisi kosong. Kasus ini diketahui ketika adik korban yang pulang mencari sayur di kebun, mendapati pintu rumah dikunci dari dalam.

Awalnya, adiknya curiga karena mendengar suara pintu dari kamar kakaknya.

“Saat adik korban hendak membuka pintu depan, ternyata yang membukanya adalah AT,” ujar Baryono, kemarin.

Ia mengatakan, adik korban sempat menanyakan mengapa pelaku berada di rumahnya. “Dia nanya gini, ngapa kau di sini? Kemudian AT menjawab aku ngusir ayam,” kata Baryono menirukan percakapan saat itu.

Baca Juga :  Lansia Ditemukan Tewas Tergantung

Setelah itu, AT langsung pergi meninggalkan rumah korban melalui pintu depan. Kejadian itu tanggal 17 Oktober 2019 sekitar jam 16.00 WIB.

“Setelah AT pergi, adik korban pergi ke kamar kakaknya dan mendapati bekas kaki (pasir dan tanah) di atas kain seprai kakaknya,” jelasnya.

Ketika ibu korban pulang, sambung Baryono, adik korban kemudian menceritakan kejadian itu pada ibunya sekitar jam 17.00 WIB.

“Pihak korban sempat membawa masalah ini melalui jalur hukum adat. Pelaku juga bersedia bertanggung jawab. Namun, pihak keluarga korban bersikukuh membawa masalah tersebut ke hukum positif,” jelas Baryono.

Makanya, kasus ini kemudian dilaporkan keluarga korban ke Polsek Ketungau Tengah belum lama ini.

“Pelaku kemudian ditangkap tanpa perlawanan. Saat ini sudah berada di Mapolres Sintang untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya. (har/fds)

Perempuan dengan Keterbelakangan Mental pun Digarap

SINGKAWANG-Pelaku pencabulan DA sudah ditahan dan Polres Singkawang. Ihwalnya kisah pilu atas kelakuannya, terjadi November 2019 silam. Sebuah pondok di jalan Danau Biru Kelurahan Roban Kec Singkawang Tengah menjadi saksi bejatnya DA.

“Dari keterangan tersangka setidaknya sudah lima kali DA melakukan persetubungan dengan korban, seorang anak di bawah umur,” ungkap Kapolres Singkawang melalui Kasat Reskrim Singkawang AKP Tri  Prasetyo dalam rilisnya di Mako Polres, Rabu (29/1).

Tak sekedar merebut mahligai utama dari seorang gadis, saat melakukan persetubuhan dengan korban, DA juga merekam/membuat video hingga pada akhirnya tersebar di media sosial Facebook.

Hingga akhirnya video bejat tersebut diketahui pihak keluarga korban, ayah korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Singkawang.

Setelah ada pelaporan dan serangkaian penyelidikan oleh Satreskrim Polres Singkawang akhirnya DA diciduk kepolisian.

Polisi pun menjerat DA pasal 81 ayat (2) UURI nomor 35 tahun 2014, karena

Baca Juga :  Warga RRC Bunuh Diri

Sehingga tersangka diduga melanggar persetubuhan anak dibawah umur. Dimana dalam UU tersebut DA terancam hukuman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

 

Garap Gadis Kampung

Nasib nahas perempuan dengan keterbelakangan mental di Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang. Dia menjadi korban perkosaan pria yang masih satu kampung dengannya. Pelaku yang berinisial AT, sudah diamankan ke Polres Sintang dan mengakui perbuatanya.

Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi melalui Paur Subbag Humas Polres Sintang, IPDA Baryono mengatakan, saat kasus perkosaan terjadi rumah korban dalam kondisi kosong. Kasus ini diketahui ketika adik korban yang pulang mencari sayur di kebun, mendapati pintu rumah dikunci dari dalam.

Awalnya, adiknya curiga karena mendengar suara pintu dari kamar kakaknya.

“Saat adik korban hendak membuka pintu depan, ternyata yang membukanya adalah AT,” ujar Baryono, kemarin.

Ia mengatakan, adik korban sempat menanyakan mengapa pelaku berada di rumahnya. “Dia nanya gini, ngapa kau di sini? Kemudian AT menjawab aku ngusir ayam,” kata Baryono menirukan percakapan saat itu.

Baca Juga :  Komunitas Film Apresiasi Festival Film Pelajar Khatulistiwa Tahun 2020

Setelah itu, AT langsung pergi meninggalkan rumah korban melalui pintu depan. Kejadian itu tanggal 17 Oktober 2019 sekitar jam 16.00 WIB.

“Setelah AT pergi, adik korban pergi ke kamar kakaknya dan mendapati bekas kaki (pasir dan tanah) di atas kain seprai kakaknya,” jelasnya.

Ketika ibu korban pulang, sambung Baryono, adik korban kemudian menceritakan kejadian itu pada ibunya sekitar jam 17.00 WIB.

“Pihak korban sempat membawa masalah ini melalui jalur hukum adat. Pelaku juga bersedia bertanggung jawab. Namun, pihak keluarga korban bersikukuh membawa masalah tersebut ke hukum positif,” jelas Baryono.

Makanya, kasus ini kemudian dilaporkan keluarga korban ke Polsek Ketungau Tengah belum lama ini.

“Pelaku kemudian ditangkap tanpa perlawanan. Saat ini sudah berada di Mapolres Sintang untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya. (har/fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/