alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Pengamanan Gereja Diperketat Jelang Paskah

“Mari bersama sama menciptakan rasa aman dan damai di negeri kita khususnya di Kota Singkawang.”

SINGKAWANG—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Singkawang mengutuk keras kejadian ledakan yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (29/3).

“Sebelumnya MUI Kota Singkawang Turut berduka atas kejadian ini. Dan MUI Kota Singkawang mengutuk keras tindakan pelaku peledakan bom di Makassar yang telah membuat ketakutan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Ketua MUI Kota Singkawang Mukhlis.

Menurutnya, teror bom yang menyebabkan ketakutan terhadap masyarakat ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama. “Tindakan ini jelas-jelas tidak bisa ditolerir karena jelas-jelas sangat tidak manusiawi dan sangat-sangat bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama mana pun yang diakui di negeri ini,” ujarnya

MUI meminta kepada aparat penegak hukum bergerak cepat menemukan aktor intelektual dalam ledakan ini. “MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku dan atau otak intelektual serta pihak-pihak yang ada di balik peristiwa ini serta membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji tersebut,” katanya.

Ia mengajak seluruh komponen agar tetap menjaga keharmonisan yang telah terjalin di Kota Singkawang. “Mari bersama sama menciptakan rasa aman dan damai di negeri kita khususnya Kota Singkawang. Yang telah terjalin yang merupakan kota toleran di Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Kodim dan Polres Kerahkan Bantuan

Dirinya mengapresiasi langkah cepat Polres Singkawang yang melakukan antisipasi dan monitoring tempat-tempat ibadah yang ada di kota Singkawang khususnya gereja. “MUI Kota Singkawang mengapresiasi langkah cepat Polres Singkawang yang melakukan pengamanan di gereja-gereja guna mengantisipasi hal-hak yang tidak diinginkan di Kota Singkawang,” katanya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang agar berperan serta dalam pengawasan dan monitoring pencegahan secara dini. “Butuh peran semua elemen masyarakat untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Dan saya berharap masyarakat Kota Singkawang segera melaporkan jika menemukan orang atau aliran keras yang menyimpang dari akidah agama Islam,”  imbaunya.

Sementara itu, Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo mengatakan, saat ini kondisi Kamtibmas di Kota Singkawang masih tetap aman dan kondusif, hal ini disampaikannya di sela-sela memimpin mobiling atau patroli anggotanya baik ke rumah ibadah ataupun pengamanan kota secara umum pada Minggu (28/3).

“Meski aman dan kondusif, kami dari kepolisian tetap melakukan patroli guna memantau situasi dan kondisi yang ada di Kota Singkawang,” kata Kapolres. Artinya, pemantauan tidak hanya ditujukan kepada gereja saja, namun dilakukan secara menyeluruh di Kota Singkawang.

“Kami tetap melaksanakan atensi bapak Kapolda Kalbar yaitu jangan pernah merasa under estimate namun tetap memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang,” ujarnya.

Baca Juga :  Laga Persiwah Vs Delta Khatulistiwa Ricuh

Kapolres mengungkapkan, untuk kegiatan pengamanan pada hari Minggu Palma jelang Paskah, Polres Singkawang sudah menugaskan sejumlah anggota untuk melakukan pengamanan di Gereja ST Fransiskus Asisi di Jalan P Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. “Hasil pantauan yang saya lakukan bersama stake holder terkait sampai dengan hari ini, kegiatan ibadah umat Kristiani masih berjalan dengan aman, lancar dan tertib,” ungkapnya.

Para jemaat juga tetap mematuhi protokol kesehatan. Dan pihaknya juga akan menempatkan personel pengamanan dalam rangka perayaan hari Paskah terutama kepada gereja-gereja yang dianggap prioritas. “Untuk gereja-gereja yang lainnya tetap kami lakukan pengamanan dengan pola mobilling tidak statis,” jelasnya.

Sedangkan untuk penempatan personel pada gereja-gereja prioritas juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi di lapangan. “Artinya bisa saja sama jumlah personelnya atau bisa juga berbeda namun disesuaikan dengan situasi dan dinamika di lapangan,” tuturnya.

Kapolres juga sudah mengimbau kepada seluruh pengurus gereja agar lebih waspada dalam melaksanakan ibadah. Yaitu dengan melihat umat atau jemaat yang hadir untuk beribadah. “Bila ada wajah-wajah yang asing atau tidak dikenal ataupun mencurigakan diminta langsung memberitahukan kepada petugas kepolisian terdekat,” pesannya. (har)

“Mari bersama sama menciptakan rasa aman dan damai di negeri kita khususnya di Kota Singkawang.”

SINGKAWANG—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Singkawang mengutuk keras kejadian ledakan yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (29/3).

“Sebelumnya MUI Kota Singkawang Turut berduka atas kejadian ini. Dan MUI Kota Singkawang mengutuk keras tindakan pelaku peledakan bom di Makassar yang telah membuat ketakutan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Ketua MUI Kota Singkawang Mukhlis.

Menurutnya, teror bom yang menyebabkan ketakutan terhadap masyarakat ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama. “Tindakan ini jelas-jelas tidak bisa ditolerir karena jelas-jelas sangat tidak manusiawi dan sangat-sangat bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama mana pun yang diakui di negeri ini,” ujarnya

MUI meminta kepada aparat penegak hukum bergerak cepat menemukan aktor intelektual dalam ledakan ini. “MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku dan atau otak intelektual serta pihak-pihak yang ada di balik peristiwa ini serta membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji tersebut,” katanya.

Ia mengajak seluruh komponen agar tetap menjaga keharmonisan yang telah terjalin di Kota Singkawang. “Mari bersama sama menciptakan rasa aman dan damai di negeri kita khususnya Kota Singkawang. Yang telah terjalin yang merupakan kota toleran di Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Dialog Kerukunan Upaya Menangkal Ancaman Intoleransi

Dirinya mengapresiasi langkah cepat Polres Singkawang yang melakukan antisipasi dan monitoring tempat-tempat ibadah yang ada di kota Singkawang khususnya gereja. “MUI Kota Singkawang mengapresiasi langkah cepat Polres Singkawang yang melakukan pengamanan di gereja-gereja guna mengantisipasi hal-hak yang tidak diinginkan di Kota Singkawang,” katanya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang agar berperan serta dalam pengawasan dan monitoring pencegahan secara dini. “Butuh peran semua elemen masyarakat untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Dan saya berharap masyarakat Kota Singkawang segera melaporkan jika menemukan orang atau aliran keras yang menyimpang dari akidah agama Islam,”  imbaunya.

Sementara itu, Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo mengatakan, saat ini kondisi Kamtibmas di Kota Singkawang masih tetap aman dan kondusif, hal ini disampaikannya di sela-sela memimpin mobiling atau patroli anggotanya baik ke rumah ibadah ataupun pengamanan kota secara umum pada Minggu (28/3).

“Meski aman dan kondusif, kami dari kepolisian tetap melakukan patroli guna memantau situasi dan kondisi yang ada di Kota Singkawang,” kata Kapolres. Artinya, pemantauan tidak hanya ditujukan kepada gereja saja, namun dilakukan secara menyeluruh di Kota Singkawang.

“Kami tetap melaksanakan atensi bapak Kapolda Kalbar yaitu jangan pernah merasa under estimate namun tetap memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang,” ujarnya.

Baca Juga :  Operasi Ketupat Fokus Larangan Mudik

Kapolres mengungkapkan, untuk kegiatan pengamanan pada hari Minggu Palma jelang Paskah, Polres Singkawang sudah menugaskan sejumlah anggota untuk melakukan pengamanan di Gereja ST Fransiskus Asisi di Jalan P Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. “Hasil pantauan yang saya lakukan bersama stake holder terkait sampai dengan hari ini, kegiatan ibadah umat Kristiani masih berjalan dengan aman, lancar dan tertib,” ungkapnya.

Para jemaat juga tetap mematuhi protokol kesehatan. Dan pihaknya juga akan menempatkan personel pengamanan dalam rangka perayaan hari Paskah terutama kepada gereja-gereja yang dianggap prioritas. “Untuk gereja-gereja yang lainnya tetap kami lakukan pengamanan dengan pola mobilling tidak statis,” jelasnya.

Sedangkan untuk penempatan personel pada gereja-gereja prioritas juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi di lapangan. “Artinya bisa saja sama jumlah personelnya atau bisa juga berbeda namun disesuaikan dengan situasi dan dinamika di lapangan,” tuturnya.

Kapolres juga sudah mengimbau kepada seluruh pengurus gereja agar lebih waspada dalam melaksanakan ibadah. Yaitu dengan melihat umat atau jemaat yang hadir untuk beribadah. “Bila ada wajah-wajah yang asing atau tidak dikenal ataupun mencurigakan diminta langsung memberitahukan kepada petugas kepolisian terdekat,” pesannya. (har)

Most Read

Artikel Terbaru

/