alexametrics
30 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Edukasi Siswa Patuhi Prokes hingga tak Buka Kantin Sekolah

Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Salah satunya di SD Negeri (SDN) 3 Singkawang, Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah.

HARI KURNIATHAMA, Singkawang

BERLOKASI di Jalan H T Thalib, SDN 3 Singkawang merupakan satu dari tiga sekolah yang menyelenggarakan PTM terbatas di Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah. Kemarin (30/8) giliran siswa kelas IV hingga kelas VI masuk sekolah. Sebelumnya, 28 Agustus lalu, sudah dimulai untuk siswa kelas I hingga kelas III.

Sebelum jam tujuh pagi, gerbang sekolah telah dibuka. Satu persatu orang tua siswa mengantarkan anaknya. Pengantaran anak hanya sampai di gerbang sekolah. Dengan berpakai seragam, satu persatu anak masuk gedung sekolah. Ada yang berjalan hingga lari-lari kecil menuju ruang kelas. Sambil menggendong tas dengan masker di wajah.

Jika dulu sebelum Covid-19 terlihat begitu ramai segerombolan anak-anak memasuki gedung sekolah, lain halnya saat pagi ini. Mereka berjalan satu atau dua orang saja menuju ruang kelas. Di kelas sudah ada guru yang mengatur tempat duduk mereka. Maklum, pemberlakuan PTM terbatas membuat jadwal tatap muka mereka diatur. Satu kelas yang biasa rata rata diisi 26 siswa, kini hanya bisa diisi 50 persen dari jumlah siswa. Siswa yang hadir satu kelas dalam satu jadwal PTM biasanya hanya 12 – 13 saja. Ada sisanya kursi dan meja terpaksa disusun rapi di dalam kelas. Mereka pun duduk satu meja dan satu kursi satu siswa. “Mereka yang belajar selama pandemik ini hanya dua hari saja, selebihnya dengan cara daring,” jelasnya.

Baca Juga :  Upacara Persemayaman Kopka Agus Salim

Tampak di depan setiap ruang kelas ada westafel, cuci tangan, serta sabun. Ada handsanitazer di samping sarana pencucian tangan. Para guru meminta siswa sebelum masuk ruangan untuk mencuci tangan dengan sabun, dengan masker tetap dipakai. Tak lupa, guru juga memeriksa suhu badan siswa dengan alat pengukur suhu.

“Intinya sesuai arahan pemerintah terkait PTM terbatas selama pandemik,” ujar Kepala SDN 3 Singkawang, Etty Hartati.

Setiap kelas sesuai jenjang, pihak sekolah membagi dua grup,  kelompok A dan B. Setiap kelompok menempuh 120 menit belajar tatap muka tanpa istirahat. Setelah usai belajar siswa langsung pulang. Pembagian kelompok ini agar tidak terjadi kerumunan saat PTM berlangsung. Oleh sebab itu, sekolah sudah mengimbau orangtua agar anak disiapkan bekal masing masing termasuk sapu tangan.

Di sini, ada 12 lokal kelas yang digunakan untuk PTM terbatas. Sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pelaksanan protokol kesehatan di kelas. Hanya saja para siswa ada yang belum terlalu biasa menggunakan masker. Namun hal tersebut dapat dimaklumi karena masih anak-anak. Para guru di kelas tetap membimbing mereka cara penggunaan masker yang benar.

Baca Juga :  Pembobol Rumah di Sedau Terciduk Petugas

“Hanya saja kalau ada aktivitas membaca di kelas atau berbicara siswa diperkenankan sedikit saja membuka masker, karena memang anak-anak belum terbiasa akan hal itu. Sementara anak-anak yang menyimak tetap menggunakan masker termasuk guru,” katanya.

Tak hanya itu, pihak sekolah pun tidak membuka kantin di sekolah. Hal ini mengantisipasi anak-anak usai belajar di kelas berkumpul sebelum orang tuanya datang menjemput.

Bahkan dalam PTM terbatas ini, SDN 3 Singkawang ini akan secara rutin mendapat peninjauan dari Satgas Covid-19 tingkat kelurahan.

Sementara itu, Lurah Condong Harianto yang ikut monitoring penerapan PTM Terbatas ini, memastikan secara teknis sekolah-sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan. “Ada tiga sekolah di Kelurahan Condong yang melaksanakan PTM terbatas yakni SDN 2 Singkawang, SDN 3 Singkawang, dan SMPN 3 Singkawang,” jelasnya.

Dari pantauan pihaknya sejauh ini, baik orang tua, guru, dan siswa sudah bekerja sama dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19 di sekolah. “Kita melihat penerapan protokol kesehatan sudah berjalan baik. Kita berharap Covid-19 bisa segera berlalu sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal seperti biasa,” katanya. (*)

Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Salah satunya di SD Negeri (SDN) 3 Singkawang, Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah.

HARI KURNIATHAMA, Singkawang

BERLOKASI di Jalan H T Thalib, SDN 3 Singkawang merupakan satu dari tiga sekolah yang menyelenggarakan PTM terbatas di Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah. Kemarin (30/8) giliran siswa kelas IV hingga kelas VI masuk sekolah. Sebelumnya, 28 Agustus lalu, sudah dimulai untuk siswa kelas I hingga kelas III.

Sebelum jam tujuh pagi, gerbang sekolah telah dibuka. Satu persatu orang tua siswa mengantarkan anaknya. Pengantaran anak hanya sampai di gerbang sekolah. Dengan berpakai seragam, satu persatu anak masuk gedung sekolah. Ada yang berjalan hingga lari-lari kecil menuju ruang kelas. Sambil menggendong tas dengan masker di wajah.

Jika dulu sebelum Covid-19 terlihat begitu ramai segerombolan anak-anak memasuki gedung sekolah, lain halnya saat pagi ini. Mereka berjalan satu atau dua orang saja menuju ruang kelas. Di kelas sudah ada guru yang mengatur tempat duduk mereka. Maklum, pemberlakuan PTM terbatas membuat jadwal tatap muka mereka diatur. Satu kelas yang biasa rata rata diisi 26 siswa, kini hanya bisa diisi 50 persen dari jumlah siswa. Siswa yang hadir satu kelas dalam satu jadwal PTM biasanya hanya 12 – 13 saja. Ada sisanya kursi dan meja terpaksa disusun rapi di dalam kelas. Mereka pun duduk satu meja dan satu kursi satu siswa. “Mereka yang belajar selama pandemik ini hanya dua hari saja, selebihnya dengan cara daring,” jelasnya.

Baca Juga :  Upacara Persemayaman Kopka Agus Salim

Tampak di depan setiap ruang kelas ada westafel, cuci tangan, serta sabun. Ada handsanitazer di samping sarana pencucian tangan. Para guru meminta siswa sebelum masuk ruangan untuk mencuci tangan dengan sabun, dengan masker tetap dipakai. Tak lupa, guru juga memeriksa suhu badan siswa dengan alat pengukur suhu.

“Intinya sesuai arahan pemerintah terkait PTM terbatas selama pandemik,” ujar Kepala SDN 3 Singkawang, Etty Hartati.

Setiap kelas sesuai jenjang, pihak sekolah membagi dua grup,  kelompok A dan B. Setiap kelompok menempuh 120 menit belajar tatap muka tanpa istirahat. Setelah usai belajar siswa langsung pulang. Pembagian kelompok ini agar tidak terjadi kerumunan saat PTM berlangsung. Oleh sebab itu, sekolah sudah mengimbau orangtua agar anak disiapkan bekal masing masing termasuk sapu tangan.

Di sini, ada 12 lokal kelas yang digunakan untuk PTM terbatas. Sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pelaksanan protokol kesehatan di kelas. Hanya saja para siswa ada yang belum terlalu biasa menggunakan masker. Namun hal tersebut dapat dimaklumi karena masih anak-anak. Para guru di kelas tetap membimbing mereka cara penggunaan masker yang benar.

Baca Juga :  Pembobol Rumah di Sedau Terciduk Petugas

“Hanya saja kalau ada aktivitas membaca di kelas atau berbicara siswa diperkenankan sedikit saja membuka masker, karena memang anak-anak belum terbiasa akan hal itu. Sementara anak-anak yang menyimak tetap menggunakan masker termasuk guru,” katanya.

Tak hanya itu, pihak sekolah pun tidak membuka kantin di sekolah. Hal ini mengantisipasi anak-anak usai belajar di kelas berkumpul sebelum orang tuanya datang menjemput.

Bahkan dalam PTM terbatas ini, SDN 3 Singkawang ini akan secara rutin mendapat peninjauan dari Satgas Covid-19 tingkat kelurahan.

Sementara itu, Lurah Condong Harianto yang ikut monitoring penerapan PTM Terbatas ini, memastikan secara teknis sekolah-sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan. “Ada tiga sekolah di Kelurahan Condong yang melaksanakan PTM terbatas yakni SDN 2 Singkawang, SDN 3 Singkawang, dan SMPN 3 Singkawang,” jelasnya.

Dari pantauan pihaknya sejauh ini, baik orang tua, guru, dan siswa sudah bekerja sama dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19 di sekolah. “Kita melihat penerapan protokol kesehatan sudah berjalan baik. Kita berharap Covid-19 bisa segera berlalu sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal seperti biasa,” katanya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/