alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Penjara Tak Buat Jera, Spesialis Pembobol Minimarket Ditangkap

SATRESKRIM Kepolisian Resor Sintang berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di sejumlah Indomaret dan Alafamart kabupaten tersebut beberapa waktu yang lalu, Jumat (29/7). Tersangka merupakan seorang pria berinisial H (31) warga asal Palembang yang saat ini bermukim di Kabupaten Sintang.

Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Idris Bakara, mengungkapkan bahwa tersangka sendiri merupakan seorang residivis yang sebelumnya yang kerap beraksi di tempat-tempat perbelanjaan. “Tersangka adalah seorang residivis yang dulunya sekitar tahun 2018 juga diamankan atas kasus yang sama, yakni pencurian di tempat perbelanjaan. Dan sekarang kembali mengulangi aksinya dengan menargetkan indomaret dan alfamart,” ujar Idris.

Kronologis penangkapan sendiri bermula dari laporan pegawai Alfamart Ulak Jaya terkait adanya pembobolan yang terjadi di tokonya, dalam kejadian tersebut pihak toko kehilangan uang senilai Rp27.603.000 dan 1 unit handphone inventaris.

Baca Juga :  Warga Sintang Akan Memiliki Waterfront Sebagai Icon Kota

Tak berhenti disitu saja, usut punya usut pada beberapa waktu yang lalu tepatnya di bulan Juni tersangka juga melancarkan aksi yang sama dengan menargetkan Indomaret yang berlokasi di Jl M Saad Kelurahan Tanjung Puri. Tak tanggung-tanggung dalam kejadian tersebut kerugian yang juga dialami pihak Indomaret mencapai angka Rp23 juta.

Dalam melancarkan aksinya, modus yang digunakan tersangka adalah dengan melubangi tembok yang ada di tempat perbelanjaan. “Saat penangkapan, kami juga mengamankan barang bukti yang digunakan untuk melancarkan aksinya seperti linggis, besi, dan pahat. Sebelum melancarkan aksinya tersangka sudah melakukan survey terlebih dahulu terkait posisi bangunan yang dapat dijebol,” ungkap Kasat Reskrim.

Adapun uang yang berhasil diambil tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta beberapa juga digunakan untuk hiburan oleh tersangka. Atas kejadian ini tersangka dikenakan Pasal 365 ayat 1 ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman selama 7 tahun penjara.  (var)

SATRESKRIM Kepolisian Resor Sintang berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di sejumlah Indomaret dan Alafamart kabupaten tersebut beberapa waktu yang lalu, Jumat (29/7). Tersangka merupakan seorang pria berinisial H (31) warga asal Palembang yang saat ini bermukim di Kabupaten Sintang.

Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Idris Bakara, mengungkapkan bahwa tersangka sendiri merupakan seorang residivis yang sebelumnya yang kerap beraksi di tempat-tempat perbelanjaan. “Tersangka adalah seorang residivis yang dulunya sekitar tahun 2018 juga diamankan atas kasus yang sama, yakni pencurian di tempat perbelanjaan. Dan sekarang kembali mengulangi aksinya dengan menargetkan indomaret dan alfamart,” ujar Idris.

Kronologis penangkapan sendiri bermula dari laporan pegawai Alfamart Ulak Jaya terkait adanya pembobolan yang terjadi di tokonya, dalam kejadian tersebut pihak toko kehilangan uang senilai Rp27.603.000 dan 1 unit handphone inventaris.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Ngabang

Tak berhenti disitu saja, usut punya usut pada beberapa waktu yang lalu tepatnya di bulan Juni tersangka juga melancarkan aksi yang sama dengan menargetkan Indomaret yang berlokasi di Jl M Saad Kelurahan Tanjung Puri. Tak tanggung-tanggung dalam kejadian tersebut kerugian yang juga dialami pihak Indomaret mencapai angka Rp23 juta.

Dalam melancarkan aksinya, modus yang digunakan tersangka adalah dengan melubangi tembok yang ada di tempat perbelanjaan. “Saat penangkapan, kami juga mengamankan barang bukti yang digunakan untuk melancarkan aksinya seperti linggis, besi, dan pahat. Sebelum melancarkan aksinya tersangka sudah melakukan survey terlebih dahulu terkait posisi bangunan yang dapat dijebol,” ungkap Kasat Reskrim.

Adapun uang yang berhasil diambil tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta beberapa juga digunakan untuk hiburan oleh tersangka. Atas kejadian ini tersangka dikenakan Pasal 365 ayat 1 ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman selama 7 tahun penjara.  (var)

Most Read

Artikel Terbaru

/