alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Jarot Izinkan Lampion dan Kembang Api

Perayaan Imlek

SINTANG-Jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang kembali menggelar pertemuan untuk membahas perayaan Imlek dan Cap Go Meh di masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Sintang. Bertempat di Command Center, Senin (1/2).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syarief Yasser Arafat mengatakan, saat ramah tamah dengan tokoh masyarakat di Balai Kemitraan Polres Sintang pada Jumat (29/1) yang lalu, organisasi dan tokoh masyarakat Tionghoa yang hadir sepakat mendukung untuk tidak membuat kerumunan saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Sintang.

“Seluruh masyarakat Tionghoa di Kota Sintang hanya akan melaksanakan ritual keagamaan di 3 klenteng. Sedangkan pawai naga, barongsai dan atraksi tatung ditiadakan. Soal lampion, masyarakat Tionghoa juga sudah memahami bahwa ada Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 13 Tahun 2017 yang memang melarang atribut di fasilitas umum, pertamanan dan pohon pelindung,” terangnya.

Baca Juga :  KPU Launching Gerakan Klis Serentak Pemilu 2020

Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan akan mengeluarkan surat edaran terkait perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Sintang. “Saya setuju kalau di sepanjang pasar tengah atau Jalan DI Panjaitan bisa dipasang lampion sebanyak-banyaknya. Menyalakan kembang api boleh saja di depan rumah masing-masing. Yang tidak boleh itu petasan,” tegas Bupati Sintang.

Ia mengatakan akan memberikan kado Imlek bagi masyarakat Tionghoa Kabupaten Sintang. “Saya minta, sebelum tanggal 12 Februari 2021, kado tersebut sudah siap,” pungkasnya tanpa merincikan kado apa yang akan diberikan. (ris)

Perayaan Imlek

SINTANG-Jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang kembali menggelar pertemuan untuk membahas perayaan Imlek dan Cap Go Meh di masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Sintang. Bertempat di Command Center, Senin (1/2).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syarief Yasser Arafat mengatakan, saat ramah tamah dengan tokoh masyarakat di Balai Kemitraan Polres Sintang pada Jumat (29/1) yang lalu, organisasi dan tokoh masyarakat Tionghoa yang hadir sepakat mendukung untuk tidak membuat kerumunan saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Sintang.

“Seluruh masyarakat Tionghoa di Kota Sintang hanya akan melaksanakan ritual keagamaan di 3 klenteng. Sedangkan pawai naga, barongsai dan atraksi tatung ditiadakan. Soal lampion, masyarakat Tionghoa juga sudah memahami bahwa ada Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 13 Tahun 2017 yang memang melarang atribut di fasilitas umum, pertamanan dan pohon pelindung,” terangnya.

Baca Juga :  Rencanakan Pertemuan  Warga, Perusahaan,  dan Pemprov

Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan akan mengeluarkan surat edaran terkait perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Sintang. “Saya setuju kalau di sepanjang pasar tengah atau Jalan DI Panjaitan bisa dipasang lampion sebanyak-banyaknya. Menyalakan kembang api boleh saja di depan rumah masing-masing. Yang tidak boleh itu petasan,” tegas Bupati Sintang.

Ia mengatakan akan memberikan kado Imlek bagi masyarakat Tionghoa Kabupaten Sintang. “Saya minta, sebelum tanggal 12 Februari 2021, kado tersebut sudah siap,” pungkasnya tanpa merincikan kado apa yang akan diberikan. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/