alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Sepuluh Lokal Pesantren Terbakar

BINJAI– Berselang beberapa jam usai kebakaran di Desa Manter, Kecamatan Sungai Tebelian, kembali terjadi kebakaran di Desa Dak Jaya, Kecamatan Binjai Hulu. Menimpa Gedung Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nusantara, Sabtu (31/7). Seperti keterangan yang disampaikan oleh Kapolres Sintang melalui Kabag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 Wib.

“Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh warga yang ada di TKP, api pertama kali terlihat dari lantai dua bangunan dan merupakan awal penyebab terjadinya kebakaran hingga menjalar ke bangunan sekitarnya,” katanya.  Pemadam Kebakaran Sintang dan Busera Sintang pun turun ke lokasi untuk memadamkan kebakaran. Sementara menunggu mobil pemadam kebakaran, masyarakat berusaha memadamkan api dengan pompa air. “Meski tak lama, kebakaran tersebut menghanguskan cukup banyak ruangan pada bangunan pondok pesantren,” ucapnya.

Baca Juga :  Dua Kapolsek Dimutasi

Bangunan yang terbakar terdiri dari Asrama Putra 5 lokal, Ruang Ustad 2 lokal, Ruang Guru 1 lokal, Ruang Kelas 1 lokal, dan Ruang Praktek 1 lokal. Hariyanto mengatakan, kebakaran diduga berasal dari konsleting listrik. Namun untuk penyebab pastinya, ia mengatakan bahwa kepolisian masih melakukan penyelidikan di TKP.  Beruntung pada kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun ada korban luka bakar ringan pada telapak kaki. “Sementara itu kerugian ditaksir mencapai 500 juta rupiah.

Karena bangunan yang terbakar digunakan untuk menyimpan uang ataupun dokumen-dokumen dan perlengkapan lainnya,” ucapnya.  Usai kejadian, Wakil Bupati Sintang Sudiyanto beberapa jam kemudian turun meninjau kondisi Gedung Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nusantara. Ia menyampaikan turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa bangunan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nusantara.

Baca Juga :  Dari Konferda GKII ke-12, Keberagaman Pondasi Pembangunan Daerah

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah kebakaran ini. Korban jiwa memang tidak ada. Tetapi kerugian material memang cukup besar,” ujarnya.  Ia pun mengatakan bahwa pondok pesantren merupakan tempat generasi penerus bangsa menuntut ilmu, secara khusus ilmu agama. Ia pun berharap bangunan ini bisa segera dibangun kembali.

Serta perlengakapan yang terbakar bisa dilengkapi kembali. Sudiyanto mengatakan akan meminta bantuan Dinas Sosial Kabupaten Sintang agar bisa dibantu sembako untuk para santri yang belajar di pondok pesantren ini. “Itu sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sintang atas musibah kebakaran ini. Saya berharap, para santri dan para ustadz yang membimbing para santri untuk tetap sabar dan aktivitas belajar tetap bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (ris)

BINJAI– Berselang beberapa jam usai kebakaran di Desa Manter, Kecamatan Sungai Tebelian, kembali terjadi kebakaran di Desa Dak Jaya, Kecamatan Binjai Hulu. Menimpa Gedung Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nusantara, Sabtu (31/7). Seperti keterangan yang disampaikan oleh Kapolres Sintang melalui Kabag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 Wib.

“Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh warga yang ada di TKP, api pertama kali terlihat dari lantai dua bangunan dan merupakan awal penyebab terjadinya kebakaran hingga menjalar ke bangunan sekitarnya,” katanya.  Pemadam Kebakaran Sintang dan Busera Sintang pun turun ke lokasi untuk memadamkan kebakaran. Sementara menunggu mobil pemadam kebakaran, masyarakat berusaha memadamkan api dengan pompa air. “Meski tak lama, kebakaran tersebut menghanguskan cukup banyak ruangan pada bangunan pondok pesantren,” ucapnya.

Baca Juga :  Dua Kapolsek Dimutasi

Bangunan yang terbakar terdiri dari Asrama Putra 5 lokal, Ruang Ustad 2 lokal, Ruang Guru 1 lokal, Ruang Kelas 1 lokal, dan Ruang Praktek 1 lokal. Hariyanto mengatakan, kebakaran diduga berasal dari konsleting listrik. Namun untuk penyebab pastinya, ia mengatakan bahwa kepolisian masih melakukan penyelidikan di TKP.  Beruntung pada kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun ada korban luka bakar ringan pada telapak kaki. “Sementara itu kerugian ditaksir mencapai 500 juta rupiah.

Karena bangunan yang terbakar digunakan untuk menyimpan uang ataupun dokumen-dokumen dan perlengkapan lainnya,” ucapnya.  Usai kejadian, Wakil Bupati Sintang Sudiyanto beberapa jam kemudian turun meninjau kondisi Gedung Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nusantara. Ia menyampaikan turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa bangunan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nusantara.

Baca Juga :  Ramai-ramai Berladang di Musim Pandemi

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah kebakaran ini. Korban jiwa memang tidak ada. Tetapi kerugian material memang cukup besar,” ujarnya.  Ia pun mengatakan bahwa pondok pesantren merupakan tempat generasi penerus bangsa menuntut ilmu, secara khusus ilmu agama. Ia pun berharap bangunan ini bisa segera dibangun kembali.

Serta perlengakapan yang terbakar bisa dilengkapi kembali. Sudiyanto mengatakan akan meminta bantuan Dinas Sosial Kabupaten Sintang agar bisa dibantu sembako untuk para santri yang belajar di pondok pesantren ini. “Itu sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sintang atas musibah kebakaran ini. Saya berharap, para santri dan para ustadz yang membimbing para santri untuk tetap sabar dan aktivitas belajar tetap bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/