alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Mulai Dilaksanakan

SINTANG-Dua satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sintang, menggelar peluncuran pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Ini menandai dimulainya PTMT di Bumi Senentang, Rabu (1/9).

Satuan pendidikan itu adalah SD Suluh Harapan Sintang yang berada di Jalan MT Haryono dan SMPN 1 Sintang yang terletak di Jalan Apang Semangai. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah bersama kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Sintang hadir dan meninjau dimulainya PTMT.

Dua sekolah itu juga sudah tampak memenuhi syarat kelengkapan protokol kesehatan yang harus ada saat pelaksanaan PTMP. Seperti ketersediaan tempat cuci tangan, jarak kursi dan meja, alat pengecek suhu tubuh, serta jam pelajaran dipersingkat dan dibagi 2 sif. Siswa juga diharuskan membawa hand sanitizer dan menggunakan masker.

“Saya pesan kepada dewan guru, pengawas agar tetap memenuhi prokes. Karena kita juga masih dalam masa PPKM. Ini sangat penting karena bagaimanapun kesehatan dan keselamatan kita bersama itu yang menjadi utama untuk kita semua,” pesan Hasnah saat memberikan arahan.

Ia juga berpesan pada siswa agar tetap belajar di rumah, meskipun sudah di mulainya proses belajar tatap muka. Serta yang paling penting ialah menaati protokol kesehatan, baik itu di sekolah maupun di rumah.

“Kepada anak-anak walaupun sudah belajar secara tatap muka, tapi tetap juga belajar di rumah. Kemudian selama di sekolah taati prokes, sering cuci tangan, jangan melepas masker. Makan juga kalau bisa bawa bekal sendiri-sendiri,” pesannya.

Baca Juga :  Jangan Takut Divaksin

“Kemudian prokes di rumah juga diperhatikan. Jangan banyak main di luar supaya tetap sehat. Karena Pemerintah Daerah berharap walaupun masa pandemi, tapi kualitas belajar tetap harus kita jaga. Saya percaya siswa-siswi bisa belajar dengan baik, sekalipun mungkin harus belajar daring dan luring,” tambahnya.

Hasnah menjelaskan, bahwa PTMT ini dapat terus dilaksanakan kalau kondisi zona di Kabupaten Sintang bisa dijaga dan dikendalikan. Ia pun mengimbau kepada dan mengajak semua masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh.

“Semoga nanti kita minggu depan bisa ke zona kuning. Karena tadi saya liat sedikit lagi kita zona kuning. Semoga bisa kuning ke hijau, sehingga nanti jumlah yang masuk sekolah bisa kita maksimalkan. Ini terus kita pertahankan. Karena kalau kita ke zona merah kita tidak bisa lagi mengadakan pembelajaran tatap muka terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SD Suluh Harapan Sintang, Wijayanti mengatakan simulasi PTMP di sekolah yang ia pimpin tersebut sudah disiapkan sejak Agustus. Namun karena perkembangan pandemi yang fluktuatif, maka baru bisa dilaksanakan di tahun ajaran ini. “Ternyata pemerintah sudah memikirkan dan menyiapkan hal yang serupa. Upaya ini juga jangan sampai anak kita terlalu asyik di rumah sehingga kehilangan kesempatan untuk sekolah,” katanya.

Sebagai sekolah yang ditunjuk untuk peluncuran PTMP, Wijayanti mengatakan pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti guru dan staf yang sudah divaksin. Kemudian sarana dan prasarana berupa desinfektan, sabun dan lain-lain.

Baca Juga :  Billboard KONI Sintang Diresmikan, Gratis untuk Semua Pihak

“Semuanya sudah tercukupi. Bahkan mendapatkan dukungan dari Suluh Harapan Peduli dan orang tua langsung, berupa surat rekomendasi yang disesuaikan SKB 4 menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 dan persetujuan oleh yayasan,” jelasnya. Ia pun berharap PTMT ini dapat menjadi sebuah momentum untuk mengembalikan semangat belajar peserta didik.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMPN 1 Sintang, Mursidi mengaku bersyukur karena SMPN 1 Sintang diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan PTMT. Mengingat sudah hampir 2 tahun ini peniadaan proses pembelajaran tatap muka yang disebabkan adanya pandemi Covid-19.

“Pada hari ini sangat terharu dan sangat berbahagia. Karena jawaban selama ini kurang lebih hampir 2 tahun kita belum bisa melaksanakan tatap muka,” ucapnya.

Total peserta didik di SMPN 1 Sintang adalah 374 orang. Proses PTMP ini menggunakan sistem sif dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dimana setiap kelas disiapkan desinfektan dan wastafel. Setiap kelas jarak kursi meja juga sudah diatur sesuai prokes.

“Yang hadir ini separuh dari jumlah total. Kita menggunakan sif, prokes juga ketat, ada desinfektan, tempat cuci tangan, jarak juga kita atur. Siswa hanya sedikit dalam kelas, kurang lebih 14-15 orang,” jelasnya. Di sekolah hanya 2 jam. Setelah itu akan pulangkan langsung. Satu jam berikutnya masuk yang sif kedua. Jadi semua kelas merasakan pembelajaran tatap muka walaupun sebentar. (ris)

SINTANG-Dua satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sintang, menggelar peluncuran pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Ini menandai dimulainya PTMT di Bumi Senentang, Rabu (1/9).

Satuan pendidikan itu adalah SD Suluh Harapan Sintang yang berada di Jalan MT Haryono dan SMPN 1 Sintang yang terletak di Jalan Apang Semangai. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah bersama kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Sintang hadir dan meninjau dimulainya PTMT.

Dua sekolah itu juga sudah tampak memenuhi syarat kelengkapan protokol kesehatan yang harus ada saat pelaksanaan PTMP. Seperti ketersediaan tempat cuci tangan, jarak kursi dan meja, alat pengecek suhu tubuh, serta jam pelajaran dipersingkat dan dibagi 2 sif. Siswa juga diharuskan membawa hand sanitizer dan menggunakan masker.

“Saya pesan kepada dewan guru, pengawas agar tetap memenuhi prokes. Karena kita juga masih dalam masa PPKM. Ini sangat penting karena bagaimanapun kesehatan dan keselamatan kita bersama itu yang menjadi utama untuk kita semua,” pesan Hasnah saat memberikan arahan.

Ia juga berpesan pada siswa agar tetap belajar di rumah, meskipun sudah di mulainya proses belajar tatap muka. Serta yang paling penting ialah menaati protokol kesehatan, baik itu di sekolah maupun di rumah.

“Kepada anak-anak walaupun sudah belajar secara tatap muka, tapi tetap juga belajar di rumah. Kemudian selama di sekolah taati prokes, sering cuci tangan, jangan melepas masker. Makan juga kalau bisa bawa bekal sendiri-sendiri,” pesannya.

Baca Juga :  Belajar Tatap Muka Masih Terbatas

“Kemudian prokes di rumah juga diperhatikan. Jangan banyak main di luar supaya tetap sehat. Karena Pemerintah Daerah berharap walaupun masa pandemi, tapi kualitas belajar tetap harus kita jaga. Saya percaya siswa-siswi bisa belajar dengan baik, sekalipun mungkin harus belajar daring dan luring,” tambahnya.

Hasnah menjelaskan, bahwa PTMT ini dapat terus dilaksanakan kalau kondisi zona di Kabupaten Sintang bisa dijaga dan dikendalikan. Ia pun mengimbau kepada dan mengajak semua masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh.

“Semoga nanti kita minggu depan bisa ke zona kuning. Karena tadi saya liat sedikit lagi kita zona kuning. Semoga bisa kuning ke hijau, sehingga nanti jumlah yang masuk sekolah bisa kita maksimalkan. Ini terus kita pertahankan. Karena kalau kita ke zona merah kita tidak bisa lagi mengadakan pembelajaran tatap muka terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SD Suluh Harapan Sintang, Wijayanti mengatakan simulasi PTMP di sekolah yang ia pimpin tersebut sudah disiapkan sejak Agustus. Namun karena perkembangan pandemi yang fluktuatif, maka baru bisa dilaksanakan di tahun ajaran ini. “Ternyata pemerintah sudah memikirkan dan menyiapkan hal yang serupa. Upaya ini juga jangan sampai anak kita terlalu asyik di rumah sehingga kehilangan kesempatan untuk sekolah,” katanya.

Sebagai sekolah yang ditunjuk untuk peluncuran PTMP, Wijayanti mengatakan pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti guru dan staf yang sudah divaksin. Kemudian sarana dan prasarana berupa desinfektan, sabun dan lain-lain.

Baca Juga :  2.334 Nakes Akan Disuntik Vaksin Ketiga

“Semuanya sudah tercukupi. Bahkan mendapatkan dukungan dari Suluh Harapan Peduli dan orang tua langsung, berupa surat rekomendasi yang disesuaikan SKB 4 menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 dan persetujuan oleh yayasan,” jelasnya. Ia pun berharap PTMT ini dapat menjadi sebuah momentum untuk mengembalikan semangat belajar peserta didik.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMPN 1 Sintang, Mursidi mengaku bersyukur karena SMPN 1 Sintang diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan PTMT. Mengingat sudah hampir 2 tahun ini peniadaan proses pembelajaran tatap muka yang disebabkan adanya pandemi Covid-19.

“Pada hari ini sangat terharu dan sangat berbahagia. Karena jawaban selama ini kurang lebih hampir 2 tahun kita belum bisa melaksanakan tatap muka,” ucapnya.

Total peserta didik di SMPN 1 Sintang adalah 374 orang. Proses PTMP ini menggunakan sistem sif dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dimana setiap kelas disiapkan desinfektan dan wastafel. Setiap kelas jarak kursi meja juga sudah diatur sesuai prokes.

“Yang hadir ini separuh dari jumlah total. Kita menggunakan sif, prokes juga ketat, ada desinfektan, tempat cuci tangan, jarak juga kita atur. Siswa hanya sedikit dalam kelas, kurang lebih 14-15 orang,” jelasnya. Di sekolah hanya 2 jam. Setelah itu akan pulangkan langsung. Satu jam berikutnya masuk yang sif kedua. Jadi semua kelas merasakan pembelajaran tatap muka walaupun sebentar. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/