alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Krisis Karhutla Mengancam, Pejabat Daerah Jangan Lalai

SINTANG-Bupati Sintang kembali mengingatkan, terkait dengan bencana asap kebakaran hutan dan lahan yang sudah melanda Kabupaten Sintang pada beberapa bulan yang lalu. Menurut orang nomor satu di Sintang ini, standar pencemaran udara kini mencapat 156 partikulat meter dan tidak masuk dalam kategori yang berbahaya.

“Kita patut bersyukur, hari ini kita menikmati udara yang bersih. Karena hari ini juga saudara kita di kota lain masih menghirup udara yang tidak sehat, standar pencemaran udara mencapai 156 partikulat meter, sehingga kita di Sintang ini patutlah bersyukur karena udara bebas dari asap kebakaran hutan dan lahan,” kata Jarot.

Terkait kebakaran hutan dan lahan, lanjut Jarot, masyarakat Sintang juga pernah merasakan dampak dari asap kebakaran hutan dan lahan yang luar biasa. Titik api pada saat itu mencapai 699 titik api dan berdampak pada sekolah yang diliburkan, penerbangan dibatalkan hingga jarak pandang terbatas.

Baca Juga :  Hasil Swab Negatif, Dokter Andar Kembali Bekerja

“Bahkan ada juga kecelakaan lalu lintas yang terjadi, sehingga kita juga menikmati kalitas udara yang buruk, bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara pernah menyentuh di angka 296 dengan kategori sangat tidak sehat,” bebernya.

Masih kata Bupati Sintang, udara kotor yang disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan jauh lebih kecil yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia.

“Yang kita rasakan ialah iritasi pada mata, iritasi tenggorokan, iritasi kulit dan sampai gangguan pernapasan,” sambungnya.

Bupati Sintang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan yang dilaksanakan ini, sebab untuk memberikan keterampilan bagi tenaga kesehatan terkait penanggulangan sejak dini terhadap masyarakat yang terkena dampak asap karhutla.(fds)

Baca Juga :  12 Unit Ruko Ludes, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

SINTANG-Bupati Sintang kembali mengingatkan, terkait dengan bencana asap kebakaran hutan dan lahan yang sudah melanda Kabupaten Sintang pada beberapa bulan yang lalu. Menurut orang nomor satu di Sintang ini, standar pencemaran udara kini mencapat 156 partikulat meter dan tidak masuk dalam kategori yang berbahaya.

“Kita patut bersyukur, hari ini kita menikmati udara yang bersih. Karena hari ini juga saudara kita di kota lain masih menghirup udara yang tidak sehat, standar pencemaran udara mencapai 156 partikulat meter, sehingga kita di Sintang ini patutlah bersyukur karena udara bebas dari asap kebakaran hutan dan lahan,” kata Jarot.

Terkait kebakaran hutan dan lahan, lanjut Jarot, masyarakat Sintang juga pernah merasakan dampak dari asap kebakaran hutan dan lahan yang luar biasa. Titik api pada saat itu mencapai 699 titik api dan berdampak pada sekolah yang diliburkan, penerbangan dibatalkan hingga jarak pandang terbatas.

Baca Juga :  Disdukcapil Siapkan Data Penduduk

“Bahkan ada juga kecelakaan lalu lintas yang terjadi, sehingga kita juga menikmati kalitas udara yang buruk, bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara pernah menyentuh di angka 296 dengan kategori sangat tidak sehat,” bebernya.

Masih kata Bupati Sintang, udara kotor yang disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan jauh lebih kecil yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia.

“Yang kita rasakan ialah iritasi pada mata, iritasi tenggorokan, iritasi kulit dan sampai gangguan pernapasan,” sambungnya.

Bupati Sintang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan yang dilaksanakan ini, sebab untuk memberikan keterampilan bagi tenaga kesehatan terkait penanggulangan sejak dini terhadap masyarakat yang terkena dampak asap karhutla.(fds)

Baca Juga :  Empat OTG Dipindahkan ke Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang

Most Read

Artikel Terbaru

/