alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Ramai-ramai Berladang di Musim Pandemi

SINTANG – Dampak wabah Covid-19 tidak hanya pada sendi perekonomian. Di Desa Mapan Jaya, Kecamatan Kayan Hulu, masyarakat mulai ramai kembali menanam padi atau yang lebih dikenal dengan berladang. Bahkan, peladang pun di musim ini tampak lebih ramai dari sebelumnya.

Salah satu Temenggung Adat di Desa Mapan Jaya, Odong berujar, penyebab banyaknya masyarakat yang mulai menanam padi dan turun berladang adalah sulitnya melakukan usaha lain di musim pandemik Covid-19 ini.

“Tahun ini peladang cukup meningkat dan bertambah. Penyebabnya, terjadi musibah covid-19, masyarakat sangat merasakan dampak corona ini,” ujarnya.

Dirinya menilai akan terjadi musim panceklik. Oleh sebab itu, masyarakat desa mulai melakukan persiapan untuk memastikan ketahanan pangan di desa kuat dan aman dalam memasuki masa panceklik nanti.

Baca Juga :  Kisah Pelarian TKI Asal Sulawesi Tengah, Di Demo Warga dan Berlabuh ke Posko Covid-19

“Warga masyarakat menilai akan terjadi musim panceklik maka dengan itu warga mempersiapkan ketahanan pangan dengan menanam padi atau berladang,” tambahnya.

Odong juga menjelaskan, bahwa masyarakat yang berladang saat ini sudah masuk masa menebang dan menebas. Ia berharap, pemerintah bisa memberikan edukasi kepada masyarakat dalam membuka lahan.

“Diharapkan pemerintah benar-benar memperhatikan warga masyarakat dalam tata cara membuka lahan supaya warga yang berladang tidak melakukan kesalahan dan tidak berurusan dengan hukum,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sintang, Askiman menjelaskan, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan dari pembukaan ladang oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Sintang. Pihaknya, tidak berhenti untuk mensosialisasikan peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 tentang tata cara pembukaan lahan bagi masyarakat kabupaten sintang yang telah di ubah dengan Peraturan Bupati Sintang Nomor 31 Tahun 2020.

Baca Juga :  Tak Boleh Main-main Soal Ilegal Mining

“Kita Perlu bersama-sama dalam mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan menerapkan peraturan ini. Perbup ini juga dibuat untuk melindungi para peladang dari masalah hukum jika terjadi kebakaran lahan saat membuka lading,” ucap Askiman.

Askiman meminta, kepala desa bisa saja mengalokasikan anggaran untuk biaya gotong royong saat masyarakat membuka ladang. Alokasi anggaran tersebut, katanya, bisa diperuntukkan untuk membeli alat pemadan dan biaya lainnya.

“Sehingga kita mampu mengendalikan kegiatan bakar ladang. Saya yakin, jika kita ikuti perbup ini, maka akan mampu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (fds)

SINTANG – Dampak wabah Covid-19 tidak hanya pada sendi perekonomian. Di Desa Mapan Jaya, Kecamatan Kayan Hulu, masyarakat mulai ramai kembali menanam padi atau yang lebih dikenal dengan berladang. Bahkan, peladang pun di musim ini tampak lebih ramai dari sebelumnya.

Salah satu Temenggung Adat di Desa Mapan Jaya, Odong berujar, penyebab banyaknya masyarakat yang mulai menanam padi dan turun berladang adalah sulitnya melakukan usaha lain di musim pandemik Covid-19 ini.

“Tahun ini peladang cukup meningkat dan bertambah. Penyebabnya, terjadi musibah covid-19, masyarakat sangat merasakan dampak corona ini,” ujarnya.

Dirinya menilai akan terjadi musim panceklik. Oleh sebab itu, masyarakat desa mulai melakukan persiapan untuk memastikan ketahanan pangan di desa kuat dan aman dalam memasuki masa panceklik nanti.

Baca Juga :  Varian Baru Covid-19 di Sintang Cepat dan Ganas

“Warga masyarakat menilai akan terjadi musim panceklik maka dengan itu warga mempersiapkan ketahanan pangan dengan menanam padi atau berladang,” tambahnya.

Odong juga menjelaskan, bahwa masyarakat yang berladang saat ini sudah masuk masa menebang dan menebas. Ia berharap, pemerintah bisa memberikan edukasi kepada masyarakat dalam membuka lahan.

“Diharapkan pemerintah benar-benar memperhatikan warga masyarakat dalam tata cara membuka lahan supaya warga yang berladang tidak melakukan kesalahan dan tidak berurusan dengan hukum,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sintang, Askiman menjelaskan, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan dari pembukaan ladang oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Sintang. Pihaknya, tidak berhenti untuk mensosialisasikan peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 tentang tata cara pembukaan lahan bagi masyarakat kabupaten sintang yang telah di ubah dengan Peraturan Bupati Sintang Nomor 31 Tahun 2020.

Baca Juga :  Kelam Permai Urutan Ketiga

“Kita Perlu bersama-sama dalam mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan menerapkan peraturan ini. Perbup ini juga dibuat untuk melindungi para peladang dari masalah hukum jika terjadi kebakaran lahan saat membuka lading,” ucap Askiman.

Askiman meminta, kepala desa bisa saja mengalokasikan anggaran untuk biaya gotong royong saat masyarakat membuka ladang. Alokasi anggaran tersebut, katanya, bisa diperuntukkan untuk membeli alat pemadan dan biaya lainnya.

“Sehingga kita mampu mengendalikan kegiatan bakar ladang. Saya yakin, jika kita ikuti perbup ini, maka akan mampu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/