alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Dikirim ke Untan, Pulang Ngabdi

SINTANG-Sebanyak 78 pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sintang ikuti seleksi penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura Pontianak.

Dari 78 pelajar tersebut, nantinya akan diseleksi menjadi 3 mahasiswa yang akan diberi beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang. Seketaris Daerah (Sekda) Sintang, Yosepha Hasnah berujar, beasiswa ini melalui seleksi secara terbuka dan kompetitif.

“Jatah dan kuota masuk kedokteran sangat terbatas, itulah alasan membuka beasiswa kedokteran untuk anak anak Sintag,” ungkap Yosepha.

Sekda menjelaskan, kerja sama dengan Untan ini sudah sejak 2005 berlangsung. Sampai saat ini, program tersebut telah melahirkan 39 mahasiswa yang berkuliah di Fakultas Kedokteran.

“Kita ingin mencetak para dokter yang siap mengabdi ke daerah. Dan sudah ada beberapa dokter yang berhasil menjadi dokter dan sudah bertugas di beberapa unit pelayanan kesehatan di Sintang,” imbuhnya.

Kendati beasiswa masih terus berlanjut. Yosepha tak menampik, bahwa permasalahan kesehatan pun termasuk pelayanannya masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  Wali Kota Singkawang Kunjungi Sintang

“Perlu diketahui status kesehatan masyarakat kita masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan, apalagi ditambah dengan perkembangan berbagai penyakit terus berkembang di tengah masyarakat, pola hidup sehat juga masih belum optimal diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya lagi.

Menurut Sekda Sintang ini, keberadaan dokter merupakan salah satu mengoptimalkan akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dia pun berpesan kepada seluruh peserta calon mahasiswa beasiswa Kedokteran Untan untuk dapat melaksanakan ujian tertulis menjawab dengan teliti.

“Untuk adik adik, fokuslah, teliti, dan tenang dalam menjawab soal soal yang ada, lakukan usaha yang keras. Kemudian untuk tim seleksi, bekerjalah secara cermat, profesional dan akuntabel agar hasil seleksinya benar benar mencerminkan tingkat kompetensi dan derajat persaingan yang berkualitas,” pesannya kepada seluruh peserta.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Prodi Kedokteran Untan Pontianak, yang juga selaku Asisten 1 bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Sy. Yasser Arafat menjelaskan mekanisme dalam penerimaan siswa dan siswi untuk masuk dalam beasiswa kedokteran untan.

Baca Juga :  6 Pengunjung-Pengelola Warkop Reaktif Antigen

Dirinya berujar, bahwa dalam seleksi sebelum seleksi tes tertulis sudah ada tahapan yang dilalui dan hasilnya ada 4 orang yang tidak lulus. “Jumlah siswa yang mengirim berkas sebanyak 82 orang, setelah dilakukan verifikasi dan seleksi administrasi oleh panitia tingkat Kabupaten terhadap berkas calon peserta pada 22 Maret 2020, terdapat 4 orang yang tidak lulus,” paparnya.

Yasser juga memaparkan jumlah peserta tersebut diambil dari seleksi pihak sekolah yang dilakukan secara ketat dan akuntabel. Bahkan, hampir setiap SMA di Kabupaten Sintang dilibatkan dalam proses seleksi ini. “Nantinya setelah semua rangkaian seleksi diikuti, maka 3 mahasiswa terbaik akan dikirim untuk mengikuti pendidikan menjadi dokter dan kedepannya siap mengabdi di Kabupaten Sintang,” tutupnya. (fds)

 

SINTANG-Sebanyak 78 pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sintang ikuti seleksi penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura Pontianak.

Dari 78 pelajar tersebut, nantinya akan diseleksi menjadi 3 mahasiswa yang akan diberi beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang. Seketaris Daerah (Sekda) Sintang, Yosepha Hasnah berujar, beasiswa ini melalui seleksi secara terbuka dan kompetitif.

“Jatah dan kuota masuk kedokteran sangat terbatas, itulah alasan membuka beasiswa kedokteran untuk anak anak Sintag,” ungkap Yosepha.

Sekda menjelaskan, kerja sama dengan Untan ini sudah sejak 2005 berlangsung. Sampai saat ini, program tersebut telah melahirkan 39 mahasiswa yang berkuliah di Fakultas Kedokteran.

“Kita ingin mencetak para dokter yang siap mengabdi ke daerah. Dan sudah ada beberapa dokter yang berhasil menjadi dokter dan sudah bertugas di beberapa unit pelayanan kesehatan di Sintang,” imbuhnya.

Kendati beasiswa masih terus berlanjut. Yosepha tak menampik, bahwa permasalahan kesehatan pun termasuk pelayanannya masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  Wali Kota Singkawang Kunjungi Sintang

“Perlu diketahui status kesehatan masyarakat kita masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan, apalagi ditambah dengan perkembangan berbagai penyakit terus berkembang di tengah masyarakat, pola hidup sehat juga masih belum optimal diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya lagi.

Menurut Sekda Sintang ini, keberadaan dokter merupakan salah satu mengoptimalkan akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dia pun berpesan kepada seluruh peserta calon mahasiswa beasiswa Kedokteran Untan untuk dapat melaksanakan ujian tertulis menjawab dengan teliti.

“Untuk adik adik, fokuslah, teliti, dan tenang dalam menjawab soal soal yang ada, lakukan usaha yang keras. Kemudian untuk tim seleksi, bekerjalah secara cermat, profesional dan akuntabel agar hasil seleksinya benar benar mencerminkan tingkat kompetensi dan derajat persaingan yang berkualitas,” pesannya kepada seluruh peserta.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Prodi Kedokteran Untan Pontianak, yang juga selaku Asisten 1 bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Sy. Yasser Arafat menjelaskan mekanisme dalam penerimaan siswa dan siswi untuk masuk dalam beasiswa kedokteran untan.

Baca Juga :  Tingkatkan Kecintaan Pelajar pada Alquran

Dirinya berujar, bahwa dalam seleksi sebelum seleksi tes tertulis sudah ada tahapan yang dilalui dan hasilnya ada 4 orang yang tidak lulus. “Jumlah siswa yang mengirim berkas sebanyak 82 orang, setelah dilakukan verifikasi dan seleksi administrasi oleh panitia tingkat Kabupaten terhadap berkas calon peserta pada 22 Maret 2020, terdapat 4 orang yang tidak lulus,” paparnya.

Yasser juga memaparkan jumlah peserta tersebut diambil dari seleksi pihak sekolah yang dilakukan secara ketat dan akuntabel. Bahkan, hampir setiap SMA di Kabupaten Sintang dilibatkan dalam proses seleksi ini. “Nantinya setelah semua rangkaian seleksi diikuti, maka 3 mahasiswa terbaik akan dikirim untuk mengikuti pendidikan menjadi dokter dan kedepannya siap mengabdi di Kabupaten Sintang,” tutupnya. (fds)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/