alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Warga Sintang Waspada Banjir Kiriman, Potensi Hujan Deras Seminggu ke Depan

SINTANG – Meski banjir sudah berangsur surut, masyarakat perlu tetap waspada terhadap hujan deras yang masih mungkin terjadi dalam waktu dekat. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas III Susilo Sintang, Supriandi, wilayah Sintang dalam seminggu ke depan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan sampai tinggi.

“Perlu diwaspadai tanggal 5, 7, 9, dan 10 Oktober ini. Ada potensi hujan deras yang akan terjadi di Serawai dan Ambalau,” katanya. Masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai dan dataran rendah hendaknya waspada banjir. Sementara yang dekat lereng perbukitan, waspada longsor. “Kita juga patut waspada munculnya angin kencang,” pungkasnya.

Daerah perhuluan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang sejak beberapa hari lalu diterjang banjir, kini mulai berangsur surut. Namun warga wilayah hilir Sintang, khususnya yang berada di bantaran sungai perlu waspada lantaran daerah ini akan menerima air kiriman dari daerah yang banjir tersebut.

Pada Senin (4/10), sudah tampak debit air meningkat signifikan di Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Bahkan ada beberapa kelurahan dan desa di Kecamatan Sintang yang daerahnya tepat berada di bibir sungai mulai tergenang banjir.

Baca Juga :  Massa Minta Tes Usap Digratiskan

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sintang, Yustinus J bersama Kepala BPBD Sintang, Bernard Saragih pun melakukan monitoring banjir di Sintang melalui jalur sungai menggunakan speedboat. Monitoring dilakukan di beberapa kelurahan di Kecamatan Sintang seperti Kelurahan Tanjung Puri, Kelurahan Menyumbung Tengah, Desa Sungai Ana, dan Desa Sungai Bantok.

Yustinus J memperkirakan bahwa Kecamatan Sintang akan menerima banjir kiriman dari Kabupaten Kapuas Hulu dan perhuluan Sungai Melawi seperti Kecamatan Ambalau dan Serawai sama beberapa hari ke depan. “Dua hari atau tiga hari ke depan, Kecamatan Sintang akan menerima banjir kiriman dari perhuluan,” ucapnnya.

Dia pun memberikan warning kepada masyarakat Kabupaten Sintang yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas dan Melawi untuk siap siaga dan melakukan antisipasi banjir besar. Hal ini dinilai perlu agar tidak terjadi kerugian, baik jiwa, fisik, maupun materi.

“Mulai siap siaga. Silakan masyarakat melakukan langkah antisipasi. Amankan barang-barang berharga, supaya jika air sudah naik nanti, kita sudah siap dan tidak akan korban jiwa,” ujarnya. Dia juga memberikan imbauan kepada orang tua agar selalu menjaga dan memantau anak-anak saat bermain di lokasi banjir.

Baca Juga :  183 Gardu Menyala, 23.565 Pelanggan Terdampak Banjir Kalbar Kembali Teraliri Listrik

Sementara itu, Kepala BPBD Sintang, Bernard Saragih menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengingatkan masyarakat sejak 28 September 2021 lalu bahwa akan terjadi banjir akibat curah hujan tinggi. Hal ini sesuai prakiraan cuaca dari BMKG. “BMKG memang sudah mengingatkan soal akan terjadinya curah hujan yang sangat tinggi dan potensi banjir besar,” katanya.

Senada dengan Yustinus J, ia juga mengatakan bahwa dalam waktu tiga hari, kiriman banjir dari wilayah hulu akan sampai di Sintang. “Kita di hilir ini akan segera mendapatkan limpahan banjir dari perhuluan. Hari ketiga dari hari ini, banjir akan sangat tinggi. Banjir dari Kabupaten Kapuas Hulu, Sungai Kayan dan Sungai Melawi akan tiba di Kecamatan Sintang,” terangnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa banjir kiriman dari Kayan Hulu dan Ambalau akan pertama sampai di Kecamatan Dedai. Sedangkan banjir dari Kapuas Hulu ditambah banjir di Sungai Ketungau akan segera tiba di Kecamatan Sintang. (ris)

SINTANG – Meski banjir sudah berangsur surut, masyarakat perlu tetap waspada terhadap hujan deras yang masih mungkin terjadi dalam waktu dekat. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas III Susilo Sintang, Supriandi, wilayah Sintang dalam seminggu ke depan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan sampai tinggi.

“Perlu diwaspadai tanggal 5, 7, 9, dan 10 Oktober ini. Ada potensi hujan deras yang akan terjadi di Serawai dan Ambalau,” katanya. Masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai dan dataran rendah hendaknya waspada banjir. Sementara yang dekat lereng perbukitan, waspada longsor. “Kita juga patut waspada munculnya angin kencang,” pungkasnya.

Daerah perhuluan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang sejak beberapa hari lalu diterjang banjir, kini mulai berangsur surut. Namun warga wilayah hilir Sintang, khususnya yang berada di bantaran sungai perlu waspada lantaran daerah ini akan menerima air kiriman dari daerah yang banjir tersebut.

Pada Senin (4/10), sudah tampak debit air meningkat signifikan di Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Bahkan ada beberapa kelurahan dan desa di Kecamatan Sintang yang daerahnya tepat berada di bibir sungai mulai tergenang banjir.

Baca Juga :  Cawabup Sahrani: Pemimpin yang Baik Adalah Pemimpin yang Mampu Merealisasikan Program Kerjanya

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sintang, Yustinus J bersama Kepala BPBD Sintang, Bernard Saragih pun melakukan monitoring banjir di Sintang melalui jalur sungai menggunakan speedboat. Monitoring dilakukan di beberapa kelurahan di Kecamatan Sintang seperti Kelurahan Tanjung Puri, Kelurahan Menyumbung Tengah, Desa Sungai Ana, dan Desa Sungai Bantok.

Yustinus J memperkirakan bahwa Kecamatan Sintang akan menerima banjir kiriman dari Kabupaten Kapuas Hulu dan perhuluan Sungai Melawi seperti Kecamatan Ambalau dan Serawai sama beberapa hari ke depan. “Dua hari atau tiga hari ke depan, Kecamatan Sintang akan menerima banjir kiriman dari perhuluan,” ucapnnya.

Dia pun memberikan warning kepada masyarakat Kabupaten Sintang yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas dan Melawi untuk siap siaga dan melakukan antisipasi banjir besar. Hal ini dinilai perlu agar tidak terjadi kerugian, baik jiwa, fisik, maupun materi.

“Mulai siap siaga. Silakan masyarakat melakukan langkah antisipasi. Amankan barang-barang berharga, supaya jika air sudah naik nanti, kita sudah siap dan tidak akan korban jiwa,” ujarnya. Dia juga memberikan imbauan kepada orang tua agar selalu menjaga dan memantau anak-anak saat bermain di lokasi banjir.

Baca Juga :  Persiapan Sekolah Tatap Muka, Siswa dan Guru SMAN3 Ngabang ikuti Rapid Test

Sementara itu, Kepala BPBD Sintang, Bernard Saragih menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengingatkan masyarakat sejak 28 September 2021 lalu bahwa akan terjadi banjir akibat curah hujan tinggi. Hal ini sesuai prakiraan cuaca dari BMKG. “BMKG memang sudah mengingatkan soal akan terjadinya curah hujan yang sangat tinggi dan potensi banjir besar,” katanya.

Senada dengan Yustinus J, ia juga mengatakan bahwa dalam waktu tiga hari, kiriman banjir dari wilayah hulu akan sampai di Sintang. “Kita di hilir ini akan segera mendapatkan limpahan banjir dari perhuluan. Hari ketiga dari hari ini, banjir akan sangat tinggi. Banjir dari Kabupaten Kapuas Hulu, Sungai Kayan dan Sungai Melawi akan tiba di Kecamatan Sintang,” terangnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa banjir kiriman dari Kayan Hulu dan Ambalau akan pertama sampai di Kecamatan Dedai. Sedangkan banjir dari Kapuas Hulu ditambah banjir di Sungai Ketungau akan segera tiba di Kecamatan Sintang. (ris)

Most Read

Karhutla di Mempawah Jadi Sorotan

Posko Layanan THR

TPID Kalbar Terbaik se-Kalimantan

Artikel Terbaru

/