alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Uang Dana Desa Sungai Pukat Dibobol Maling

SINTANG-Uang dana desa senilai ratusan juta rupiah milik Desa Sungai Pukat, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang hilang digondol maling. Tindak pidana pencurian dengan pemberatan terjadi di depan Toko Jaya Raya, Jalan MT Haryono, kemarin siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Kejadian itu terjadi saat M (pelapor) yang diketahui seorang Kades Sungai Pukat meninggalkan segepok uang yang disimpan dalam plastik kresek di mobil. Duit dana desa yang baru saja cair itu disimpan dalam kresek kemudian diletakan oleh AM di bangku penumpang tepatnya di belakang supir. Mobil berisi uang ratusan juta rupiah itu ditinggal oleh M dan AM di depan toko Jaya Raya. Kedua warga desa Sungai Pukat ini pergi ke rumah temannya karena ada keperluan. Namun, sekembalinya ke mobil, uang itu sudah raib. Kaca mobil pecah.

Baca Juga :  Penyaluran Dana Desa dan DAK Fisik di Kalbar Hadapi Kendala

Diketahui, Kades Sungai Pukat baru saja usai mengambil pencairan dana desasebesar 40 persen di Bank Kalbar. Uang tersebut senilai Rp105.200.000 juta. “Uang tersebut di simpan di dalam kantong plastik hitam dan di letakkan oleh A.M (saksi) di bawah bangku penumpang tepatnya di belakang supir,” kata Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi melalui Paur Subbag Humas Polres, Ipda Baryono, kemarin sore.

Kemudian, pelapor ada keperluan di rumah temannya. Lalu, pelapor memarkirkan mobilnya di depan toko. “Setelah pelapor menyelesaikan urusan sekitar jam 12.00, pelapor hendak pulang dan kemudian melihat kaca mobil sudah pecah dan uang yang ada di dalam mobil sudah hilang,” ungkap Baryono.

Sementara itu, untuk pengembangan kasus ini, Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Asriyanto mengatakan pelaku pencurian dengan pemberatan masih dalam penyelidikan. “Anggota sedang menggembangkan di lapangan. Mohon doanya supaya cepat terungkap. Penyidik juga akan memeriksa rekaman CCTV Bank Kalbar dan toko Jaya Raya,” pungkas Indra.

Baca Juga :  Jarot Larang Beberapa Usaha Beroperasi

Atas kejadian ini, pelapor mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Saat ini, Satuan Reskrim Polres Sintang tengah melakukan proses penyidikan terhadap pelaku pencurian uang dana desa tersebut. (fds)

 

SINTANG-Uang dana desa senilai ratusan juta rupiah milik Desa Sungai Pukat, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang hilang digondol maling. Tindak pidana pencurian dengan pemberatan terjadi di depan Toko Jaya Raya, Jalan MT Haryono, kemarin siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Kejadian itu terjadi saat M (pelapor) yang diketahui seorang Kades Sungai Pukat meninggalkan segepok uang yang disimpan dalam plastik kresek di mobil. Duit dana desa yang baru saja cair itu disimpan dalam kresek kemudian diletakan oleh AM di bangku penumpang tepatnya di belakang supir. Mobil berisi uang ratusan juta rupiah itu ditinggal oleh M dan AM di depan toko Jaya Raya. Kedua warga desa Sungai Pukat ini pergi ke rumah temannya karena ada keperluan. Namun, sekembalinya ke mobil, uang itu sudah raib. Kaca mobil pecah.

Baca Juga :  Penyaluran Dana Desa dan DAK Fisik di Kalbar Hadapi Kendala

Diketahui, Kades Sungai Pukat baru saja usai mengambil pencairan dana desasebesar 40 persen di Bank Kalbar. Uang tersebut senilai Rp105.200.000 juta. “Uang tersebut di simpan di dalam kantong plastik hitam dan di letakkan oleh A.M (saksi) di bawah bangku penumpang tepatnya di belakang supir,” kata Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi melalui Paur Subbag Humas Polres, Ipda Baryono, kemarin sore.

Kemudian, pelapor ada keperluan di rumah temannya. Lalu, pelapor memarkirkan mobilnya di depan toko. “Setelah pelapor menyelesaikan urusan sekitar jam 12.00, pelapor hendak pulang dan kemudian melihat kaca mobil sudah pecah dan uang yang ada di dalam mobil sudah hilang,” ungkap Baryono.

Sementara itu, untuk pengembangan kasus ini, Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Asriyanto mengatakan pelaku pencurian dengan pemberatan masih dalam penyelidikan. “Anggota sedang menggembangkan di lapangan. Mohon doanya supaya cepat terungkap. Penyidik juga akan memeriksa rekaman CCTV Bank Kalbar dan toko Jaya Raya,” pungkas Indra.

Baca Juga :  Konflik Murusak Tatanan, Kedepankan Musyawarah dan Cara-cara yang Tidak Destruktif

Atas kejadian ini, pelapor mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Saat ini, Satuan Reskrim Polres Sintang tengah melakukan proses penyidikan terhadap pelaku pencurian uang dana desa tersebut. (fds)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/