alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Penembakan mobil anggota DPRD Kabupaten Sintang

SINTANG – Lantaran kesal hampir tersenggol, SR (24) lantas berlaga seperti koboi dengan melesatkan peluru senapan angin ke mobil Nikodemus. SR telah diamankan oleh pihak kepolisian pada Senin (5/4) malam, untuk penindakan lebih lanjut.

Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak melalui Kabag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto mengatakan, kejadian bermula saat motor yang dikendarai SR berpapasan dengan mobil yang dikemudikan Nikodemus di Jalan Sintang – Ketungau, Minggu (6/4). Kondisi jalan yang rusak membuat mobil miring. Karena jalan sempit, kedua kendaraan hampir bersenggolan.

“Sehingga pelaku merasa kesal dan langsung emosi. Pelaku juga sempat meneriaki mobil tersebut. Tetapi tidak dihiraukan dan tetap melanjutkan perjalanannya,” ujar Hariyanto menjelaskan kronologi awal kejadian penembakan mobil anggota DPRD Kabupaten Sintang yang juga ditumpangi oleh istri dan ketiga anaknya itu.

SR, pelaku penembakan mobil anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nikodemus saat dimintai keterangan di Mapolsek Binjai Hulu. (POLRES SINTANG FOR PONTIANAK POST)

Merasa tidak digubris, SR berbalik arah mengejar mobil yang dikendarai oleh Nikodemus. Ia sempat mampir ke tempat keponakannya untuk meminjam senapan angin. Serta mengajak keponakannya untuk ikut serta mengejar mobil Toyota Hilux milik Nikodemus.

Baca Juga :  Kantor PDAM Bengkayang Diamuk si Jago Merah

“Sesampainya di dekat pintu gerbang selamat datang Desa Binjai Hilir, pelaku melihat mobil Nikodemus. Karena kondisi jalan yang rusak, mobil tersebut berjalan lambat. Si pelaku pun langsung menghentikan sepeda motornya dengan jarak sekitar 15 meter dari mobil Nikodemus,” kata Hariyanto. Di sanalah  SR memompa senapan anginnya dan mengisi peluru. Kemudian dengan posisi masih duduk di atas sepeda motor dengan menggunakan satu tangan kirinya langsung mengarahkan senapan angin tersebut ke mobil Nikodemus.

“Niat awal pelaku ingin menembak bagian baknya. Setelah menembakan senapan angin tersebut pelaku pun langsung kabur berbalik arah menuju ke rumahnya,” ungkap Hariyanto.

Sehari usai kejadian (5/4), polisi menangkap SR di rumahnya di Desa Binjai Hilir, Kecamatan Binjai Hulu. “Pelaku saat diamankan tidak ada melakukan perlawanan. Karena menurut pelaku dia hanya emosi saja dan tujuan menebak hanya bak mobil saja tetapi karena nembaknya pakai tangan satu maka kena kaca mobilnya,” ujar Hariyanto.

Baca Juga :  Bank Sinarmas Pontianak Jadi Sasaran Penembakan Orang Tak Dikenal

Satreskrim Polres Sintang pun telah mengamankan 1 butir proyektil peluru senapan angin yang ditembakkan pelaku, 1 unit senapan angin warna hitam, 1 unit mobil Toyota Hilux KB 8086 EE, dan  3 butir sisa peluru senapan angin untuk dijadikan alat bukti.

Sebelumnya, kejadian penembakan mobil yang dikemudikan oleh Nikodemus dan ditumpangi oleh istri dan ketiga anaknya tidak merenggut korban jiwa. Namun kaca mobil bagian belakang pecah dan menyisakan lobang yang ditembusi peluru. Menurut Nikodemus, peluru sempat melesat tepat di atas kepala anak bungsunya yang duduk di kursi belakang bagian tengah.

Ia pun menyerahkan sepenuhnya kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. “Kita minta pelaku diproses. Ada pihak keluarga (pelaku) minta diproses secara kekeluargaan. Saya bilang tidak ada damai, karena ada indikasi mau melakukan pembunuhan. Apalagi pelurunya hampir mengenai anak saya,” pungkasnya. (ris)

SINTANG – Lantaran kesal hampir tersenggol, SR (24) lantas berlaga seperti koboi dengan melesatkan peluru senapan angin ke mobil Nikodemus. SR telah diamankan oleh pihak kepolisian pada Senin (5/4) malam, untuk penindakan lebih lanjut.

Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak melalui Kabag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto mengatakan, kejadian bermula saat motor yang dikendarai SR berpapasan dengan mobil yang dikemudikan Nikodemus di Jalan Sintang – Ketungau, Minggu (6/4). Kondisi jalan yang rusak membuat mobil miring. Karena jalan sempit, kedua kendaraan hampir bersenggolan.

“Sehingga pelaku merasa kesal dan langsung emosi. Pelaku juga sempat meneriaki mobil tersebut. Tetapi tidak dihiraukan dan tetap melanjutkan perjalanannya,” ujar Hariyanto menjelaskan kronologi awal kejadian penembakan mobil anggota DPRD Kabupaten Sintang yang juga ditumpangi oleh istri dan ketiga anaknya itu.

SR, pelaku penembakan mobil anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nikodemus saat dimintai keterangan di Mapolsek Binjai Hulu. (POLRES SINTANG FOR PONTIANAK POST)

Merasa tidak digubris, SR berbalik arah mengejar mobil yang dikendarai oleh Nikodemus. Ia sempat mampir ke tempat keponakannya untuk meminjam senapan angin. Serta mengajak keponakannya untuk ikut serta mengejar mobil Toyota Hilux milik Nikodemus.

Baca Juga :  Kepedulian Terhadap Lingkungan, Babinsa Koptu Erik Exstrada Melakukan Patroli Karhutla

“Sesampainya di dekat pintu gerbang selamat datang Desa Binjai Hilir, pelaku melihat mobil Nikodemus. Karena kondisi jalan yang rusak, mobil tersebut berjalan lambat. Si pelaku pun langsung menghentikan sepeda motornya dengan jarak sekitar 15 meter dari mobil Nikodemus,” kata Hariyanto. Di sanalah  SR memompa senapan anginnya dan mengisi peluru. Kemudian dengan posisi masih duduk di atas sepeda motor dengan menggunakan satu tangan kirinya langsung mengarahkan senapan angin tersebut ke mobil Nikodemus.

“Niat awal pelaku ingin menembak bagian baknya. Setelah menembakan senapan angin tersebut pelaku pun langsung kabur berbalik arah menuju ke rumahnya,” ungkap Hariyanto.

Sehari usai kejadian (5/4), polisi menangkap SR di rumahnya di Desa Binjai Hilir, Kecamatan Binjai Hulu. “Pelaku saat diamankan tidak ada melakukan perlawanan. Karena menurut pelaku dia hanya emosi saja dan tujuan menebak hanya bak mobil saja tetapi karena nembaknya pakai tangan satu maka kena kaca mobilnya,” ujar Hariyanto.

Baca Juga :  Program BKKBN Tak Sebatas Kontrasepsi

Satreskrim Polres Sintang pun telah mengamankan 1 butir proyektil peluru senapan angin yang ditembakkan pelaku, 1 unit senapan angin warna hitam, 1 unit mobil Toyota Hilux KB 8086 EE, dan  3 butir sisa peluru senapan angin untuk dijadikan alat bukti.

Sebelumnya, kejadian penembakan mobil yang dikemudikan oleh Nikodemus dan ditumpangi oleh istri dan ketiga anaknya tidak merenggut korban jiwa. Namun kaca mobil bagian belakang pecah dan menyisakan lobang yang ditembusi peluru. Menurut Nikodemus, peluru sempat melesat tepat di atas kepala anak bungsunya yang duduk di kursi belakang bagian tengah.

Ia pun menyerahkan sepenuhnya kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. “Kita minta pelaku diproses. Ada pihak keluarga (pelaku) minta diproses secara kekeluargaan. Saya bilang tidak ada damai, karena ada indikasi mau melakukan pembunuhan. Apalagi pelurunya hampir mengenai anak saya,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/