alexametrics
29 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Lahirkan Milenial yang Paham Pengawasan Pemilu

SINTANG-Guna melahirkan kader-kader pengawas partisipatif dari kalangan milenial untuk menjadi relawan pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) yang berintegritas tinggi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengadakan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Tahun 2021.

Saat membuka agenda tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Sekretariat Daerah Setda) Kabupaten Sintang, Yustinus J menyampaikan apresiasinya. Karena SKPP ini diharapkan dapat menciptakan kader-kader pengawas partisipatif yang berintegritas tinggi dan menjunjung nilai-nilai demokrasi. Dengan begitu, Pemilu dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah.

Kata Yustinus J, SKPP ini cukup penting untuk diselenggarakan secara berkala dan berkesinambungan. Agar dapat menjadi media pendidikan bagi masyarakat untuk terciptanya Pemilu yang berintegritas, meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat, serta menumbuhkan pemahaman akan tugas, pokok dan fungsi pengawasan Pemilu.

Baca Juga :  Bela Peladang, Ribuan Massa Datangi Pengadilan

“Tak hanya itu, sekolah kader pengawasan partisipatif ini juga dapat menjadi ruang diskusi intensif dan menjadi referensi bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang kepemiluan,” terangnya.

Kegiatan ini merupakan wadah untuk proses sosialisasi dan transfer pengetahuan serta keterampilan pengawasan Pemilu. Sehingga masyarakat akan dilibatkan dalam pengawalan demokrasi.

Yustinus J berharap peserta sekolah kader pengawasan partisipatif ini dapat mengikuti pendidikan dengan baik dan tekun. Hingga nantinya peserta akan mendapatkan pengetahuan terkait dengan pengawasan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diisi para ahli di bidang kepemiluan.

“Seperti mempelajari tahapan pemilu, mekanisme penyelesaian sengketa, mekanisme penanganan pelanggaran, pemantauan pemilu, regulasi Pemilu dan Pilkada. Serta pengawasan Pemilu dan Pilkada dan materi materi lainnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Sejak Ada PANDAWA, Tak Khawatir Terpapar Covid-19 Jika Urus Kepesertaan JKN-KIS

Ia juga berharap, alumni SKKP nantinya menjadi pionir di daerahnya masing-masing dalam memberi edukasi. Sehingga dapat mendorong partisipatif masyarakat. Tidak hanya hadir di TPS, tapi juga partisipasi masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan setiap tahapan. Sehingga tercipta pemilu yang langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta jujur dan adil atau biasa disingkat luber jurdil.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah menyampaikan bahwa SKPP Tahun 2021 untuk zona III Kalimantan Barat dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat dan diikuti 79 orang dari 6 kabupaten. Di antaranya Sintang dengan 8 orang peserta. (ris)

SINTANG-Guna melahirkan kader-kader pengawas partisipatif dari kalangan milenial untuk menjadi relawan pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) yang berintegritas tinggi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengadakan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Tahun 2021.

Saat membuka agenda tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Sekretariat Daerah Setda) Kabupaten Sintang, Yustinus J menyampaikan apresiasinya. Karena SKPP ini diharapkan dapat menciptakan kader-kader pengawas partisipatif yang berintegritas tinggi dan menjunjung nilai-nilai demokrasi. Dengan begitu, Pemilu dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah.

Kata Yustinus J, SKPP ini cukup penting untuk diselenggarakan secara berkala dan berkesinambungan. Agar dapat menjadi media pendidikan bagi masyarakat untuk terciptanya Pemilu yang berintegritas, meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat, serta menumbuhkan pemahaman akan tugas, pokok dan fungsi pengawasan Pemilu.

Baca Juga :  Sintang Hadapi Puncak Gelombang Ketiga Covid-19

“Tak hanya itu, sekolah kader pengawasan partisipatif ini juga dapat menjadi ruang diskusi intensif dan menjadi referensi bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi tentang kepemiluan,” terangnya.

Kegiatan ini merupakan wadah untuk proses sosialisasi dan transfer pengetahuan serta keterampilan pengawasan Pemilu. Sehingga masyarakat akan dilibatkan dalam pengawalan demokrasi.

Yustinus J berharap peserta sekolah kader pengawasan partisipatif ini dapat mengikuti pendidikan dengan baik dan tekun. Hingga nantinya peserta akan mendapatkan pengetahuan terkait dengan pengawasan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diisi para ahli di bidang kepemiluan.

“Seperti mempelajari tahapan pemilu, mekanisme penyelesaian sengketa, mekanisme penanganan pelanggaran, pemantauan pemilu, regulasi Pemilu dan Pilkada. Serta pengawasan Pemilu dan Pilkada dan materi materi lainnya,” tambahnya.

Baca Juga :  Bela Peladang, Ribuan Massa Datangi Pengadilan

Ia juga berharap, alumni SKKP nantinya menjadi pionir di daerahnya masing-masing dalam memberi edukasi. Sehingga dapat mendorong partisipatif masyarakat. Tidak hanya hadir di TPS, tapi juga partisipasi masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan setiap tahapan. Sehingga tercipta pemilu yang langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta jujur dan adil atau biasa disingkat luber jurdil.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah menyampaikan bahwa SKPP Tahun 2021 untuk zona III Kalimantan Barat dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat dan diikuti 79 orang dari 6 kabupaten. Di antaranya Sintang dengan 8 orang peserta. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/