alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Ubah Paradigma Investasi di Daerah

SINTANG-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sintang melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Kemudahan Berusaha di Kabupaten Sintang, baru-baru ini. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Kadis PMPTSP) Kabupaten Sintang, Erwin Simanjuntak menjelaskan bahwa bimtek dan sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan DPMPTSP dalam memfasilitasi peraturan dan kebijakan pelaksanaan penanaman modal.

“Kami ingin meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai kegiatan pelaksanaan penanaman modal. Kami mendorong kemitraan usaha skala besar dengan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Kabupaten Sintang,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa bimtek itu juga ditujukan untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha yang memiliki perizinan berusaha, meningkatkan realisasi investasi dan kepatuhan pelaku usaha melalui laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) setiap triwulannya.

Oleh karenanya yang menjadi peserta bimtek ini adalah para pelaku usaha di Kabupaten Sintang. Kegiatan ini adalah lanjutan kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2021 lalu yang telah dilaksanakan terhadap 60 orang pelaku usaha di Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  Lawan Narkoba dan Radikalisme

“Untuk bulan Oktober 2021 ini dilaksanakan dalam 6 angkatan. Setiap angkatan berjumlah 30 orang pelaku usaha. Total peserta untuk 6 angkatan berjumlah 180 orang pelaku usaha UMKM dan Penanaman Modal Asing (PMA) atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),” tambah Erwin.

Di dalam bimtek ini hadirkan narasumber dari kalangan akademisi. Juga dari unsur pemerintahan seperti DPMPTSP Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Narasumber menerangkan terkait penanaman modal, OSS RBA dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online.

Erwin pun mengatakan bahwa bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) menjadi salah satu program utama di dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah saat ini. “Setiap kabupaten atau kota telah bersaing untuk menarik investasi ke daerahnya. Sehingga pemerintah kabupaten atau kota saling berlomba melakukan pelayanan yang terbaik di bidang perizinan,” terangnya.

Baca Juga :  Mobil Oksigen Layani Masyarakat Yang Sesak Napas

DPMPTSP Kabupaten Sintang terus berusaha melayani masyarakat dan dunia usaha dengan benar. Ia pun berharap ada perubahan paradigma dalam berusaha. Yakni istilah dipersulit atau dipermudah dapat dihilangkan. “Setelah diluncurkannya pelayanan perizinan melalui sistem OSS RBA prosedur pelayanan semakin jelas bahkan seluruh pelayanan perizinan tidak dikenakan biaya dan waktu penyelesaiannya tergantung dari pelaku usaha itu sendiri. Karena melalui sistem tersebut pelaku usaha sudah dapat mendaftarkan dan memproses izin usahanya secara mandiri,” ucapnya.

Bimtek dan sosialisasi ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dan pelaku usaha agar semakin mengerti bahwa pelayanan perizinan telah diberi kemudahan oleh pemerintah. “Pelaku usaha diharapkan mampu mengelola persyaratan izin atau rekomendasi dan mendaftarkannya melalui aplikasi OSS RBA. Serta mampu melaporkan kegiatan usahanya melalui LKPM Online,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sintang melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Kemudahan Berusaha di Kabupaten Sintang, baru-baru ini. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Kadis PMPTSP) Kabupaten Sintang, Erwin Simanjuntak menjelaskan bahwa bimtek dan sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan DPMPTSP dalam memfasilitasi peraturan dan kebijakan pelaksanaan penanaman modal.

“Kami ingin meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai kegiatan pelaksanaan penanaman modal. Kami mendorong kemitraan usaha skala besar dengan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Kabupaten Sintang,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa bimtek itu juga ditujukan untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha yang memiliki perizinan berusaha, meningkatkan realisasi investasi dan kepatuhan pelaku usaha melalui laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) setiap triwulannya.

Oleh karenanya yang menjadi peserta bimtek ini adalah para pelaku usaha di Kabupaten Sintang. Kegiatan ini adalah lanjutan kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2021 lalu yang telah dilaksanakan terhadap 60 orang pelaku usaha di Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  Perlu Kajian Kompleks Soal Banjir

“Untuk bulan Oktober 2021 ini dilaksanakan dalam 6 angkatan. Setiap angkatan berjumlah 30 orang pelaku usaha. Total peserta untuk 6 angkatan berjumlah 180 orang pelaku usaha UMKM dan Penanaman Modal Asing (PMA) atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),” tambah Erwin.

Di dalam bimtek ini hadirkan narasumber dari kalangan akademisi. Juga dari unsur pemerintahan seperti DPMPTSP Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Narasumber menerangkan terkait penanaman modal, OSS RBA dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online.

Erwin pun mengatakan bahwa bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) menjadi salah satu program utama di dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah saat ini. “Setiap kabupaten atau kota telah bersaing untuk menarik investasi ke daerahnya. Sehingga pemerintah kabupaten atau kota saling berlomba melakukan pelayanan yang terbaik di bidang perizinan,” terangnya.

Baca Juga :  Dari 392 Koperasi Hanya 284 yang Aktif

DPMPTSP Kabupaten Sintang terus berusaha melayani masyarakat dan dunia usaha dengan benar. Ia pun berharap ada perubahan paradigma dalam berusaha. Yakni istilah dipersulit atau dipermudah dapat dihilangkan. “Setelah diluncurkannya pelayanan perizinan melalui sistem OSS RBA prosedur pelayanan semakin jelas bahkan seluruh pelayanan perizinan tidak dikenakan biaya dan waktu penyelesaiannya tergantung dari pelaku usaha itu sendiri. Karena melalui sistem tersebut pelaku usaha sudah dapat mendaftarkan dan memproses izin usahanya secara mandiri,” ucapnya.

Bimtek dan sosialisasi ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat dan pelaku usaha agar semakin mengerti bahwa pelayanan perizinan telah diberi kemudahan oleh pemerintah. “Pelaku usaha diharapkan mampu mengelola persyaratan izin atau rekomendasi dan mendaftarkannya melalui aplikasi OSS RBA. Serta mampu melaporkan kegiatan usahanya melalui LKPM Online,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Tegakkan Pancasila, NKRI Jaya

SD Perbatasan Belajar Beralas Tikar

Perketat Penerapan Prokes

Artikel Terbaru

/