alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Nyawa Anak Bawah Umur Melayang

KELAM PERMAI-Satu nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Sintang-Putussibau, tepatnya di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai. Korban jiwa merupakan anak berusia 11 tahun yang dibonceng oleh pengendara sepeda motor yang juga merupakan anak di bawah umur.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (5/4), pukul 15.30 WIB. Melibatkan sepeda motor jenis Supra X bernomor polisi KB 2353 EL dengan dump truck jnis Toyota dengan nomor polisi KB 8920 EA.

Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak melalui Kabag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto mengatakan, kronologi kejadian bermula Stepanus Riki, pengendara dump truck melaju dari arah Putussibau menuju Sintang. Tanpa diduga dari arah berlawanan muncul pengendara sepeda motor jenis Supra X yang dikendarai Tedi, seorang pelajar berusia 13 tahun yang berboncengan dengan David, yang juga seorang pelajar berusia 11 tahun.

Baca Juga :  Infrastruktur Pendukung Jadi Kendala ANBK

“Pengendara sepeda motor tidak bisa mengendalikan motornya dikarenakan standar motor belum dinaikkan. Sehingga pada saat menikung, standar motor tersebut menyentuh aspal. Sehingga motor tersebut oleng tidak bisa dikendalikan. Hingga akhirnya menabrak mobil dump truck yang dikemudikan Stepanus Riki,” ujar Hariyanto.

Akibat kejadian tersebut, Tedi mengalami patah tulang kaki. Sedangkan yang dibonceng, yaitu David menghembuskan nafas terakhirnya saat hendak dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (ris)

KELAM PERMAI-Satu nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Sintang-Putussibau, tepatnya di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai. Korban jiwa merupakan anak berusia 11 tahun yang dibonceng oleh pengendara sepeda motor yang juga merupakan anak di bawah umur.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (5/4), pukul 15.30 WIB. Melibatkan sepeda motor jenis Supra X bernomor polisi KB 2353 EL dengan dump truck jnis Toyota dengan nomor polisi KB 8920 EA.

Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak melalui Kabag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto mengatakan, kronologi kejadian bermula Stepanus Riki, pengendara dump truck melaju dari arah Putussibau menuju Sintang. Tanpa diduga dari arah berlawanan muncul pengendara sepeda motor jenis Supra X yang dikendarai Tedi, seorang pelajar berusia 13 tahun yang berboncengan dengan David, yang juga seorang pelajar berusia 11 tahun.

Baca Juga :  Aksi Heroik Polisi Terjun Dari Jembatan Gagalkan Bunuh Diri

“Pengendara sepeda motor tidak bisa mengendalikan motornya dikarenakan standar motor belum dinaikkan. Sehingga pada saat menikung, standar motor tersebut menyentuh aspal. Sehingga motor tersebut oleng tidak bisa dikendalikan. Hingga akhirnya menabrak mobil dump truck yang dikemudikan Stepanus Riki,” ujar Hariyanto.

Akibat kejadian tersebut, Tedi mengalami patah tulang kaki. Sedangkan yang dibonceng, yaitu David menghembuskan nafas terakhirnya saat hendak dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/