alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Sarah Mengaku Mudah Jaga Kesehatan Sejak Jadi Peserta JKN-KIS

SINTANG – Sarah (54), seorang guru yang tinggal di Jalan Oevang Oeray, Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang bercerita panjang perihal pengalamannya berobat dengan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan menjadi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Di usia Sarah, ada beberapa penyakit yang umum ditemui, hal tersebut biasanya karena pola hidup yang tidak sehat salah satunya adalah hipertensi.

Sarah mengatakan, selama mengontrol kesehatan dan berobat dengan JKN-KIS, ia seakan dimudahkan dalam mengakses pelayanan kesehatan. Terutama berhubungan dengan biaya, JKN-KIS membuatnya merasa aman jika sewaktu-waktu jatuh sakit dan sedang tidak memiliki uang.

“Pengalaman saya berobat dengan JKN-KIS, itu enak, saat kita tidak punya uang dan kita harus berobat, maka kita bisa menggunakan JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan pembiayaan pengobatan,” katanya.

Baca Juga :  Perkuat Program Penurunan Angka Stunting

Sarah mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui dengan jelas kapan ia mulai mengidap hipertensi. Namun sejak menjadi peserta JKN-KIS, Sarah mengaku rutin minum obat tanpa takut akan beban biaya menebus obat yang mahal.

“Saya tidak tahu umur berapa saya punya penyakit hipertensi, tapi sejak saat saya mengetahui saya mengidap hipertensi akhirnya saya rutin berobat menggunakan JKN-KIS, yang saya ambil setiap bulannya,” katanya.

Sarah juga menjelaskan bahwa dengan dirinya yang rutin mengonsumsi obat untuk menyembuhkan penyakitnya itu, dirinya juga terdaftar sebagai peserta di Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Ia mengaku senang dengan program tersebut, karena membantunya secara teratur menjaga kesehatan.

“Saya peserta prolanis. Saya senang dengan prolanis itu. BPJS punya program yang bisa kita ikuti untuk menjaga kesehatan,” katanya.

Baca Juga :  Perindah Tepian Kapuas, Sintang akan Bangun Waterfront

Sarah mengungkapkan, saat ikut program Prolanis, secara rutin ia bersama peserta yang lain melakukan senam sekali dalam seminggu. Selain itu juga ada pemeriksaan kesehatan rutin setiap 6 bulan sekali. Ia merasa program itu sangat membantunya dalam menjaga kesehatannya, ia juga berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena telah melahirkan program tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan program yang JKN-KIS yang di selenggarakan oleh pemerintah. Harapan saya adalah kedepannya bisa lebih banyak lagi program yang BPJS Kesehatan luncurkan untuk menjaga kesehatan pesertanya,” tutupnya. (FR/ris)

SINTANG – Sarah (54), seorang guru yang tinggal di Jalan Oevang Oeray, Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang bercerita panjang perihal pengalamannya berobat dengan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan menjadi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Di usia Sarah, ada beberapa penyakit yang umum ditemui, hal tersebut biasanya karena pola hidup yang tidak sehat salah satunya adalah hipertensi.

Sarah mengatakan, selama mengontrol kesehatan dan berobat dengan JKN-KIS, ia seakan dimudahkan dalam mengakses pelayanan kesehatan. Terutama berhubungan dengan biaya, JKN-KIS membuatnya merasa aman jika sewaktu-waktu jatuh sakit dan sedang tidak memiliki uang.

“Pengalaman saya berobat dengan JKN-KIS, itu enak, saat kita tidak punya uang dan kita harus berobat, maka kita bisa menggunakan JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan pembiayaan pengobatan,” katanya.

Baca Juga :  Sang Ibu Rutin Dapatkan Kemudahan Berobat Berkat JKN-KIS

Sarah mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui dengan jelas kapan ia mulai mengidap hipertensi. Namun sejak menjadi peserta JKN-KIS, Sarah mengaku rutin minum obat tanpa takut akan beban biaya menebus obat yang mahal.

“Saya tidak tahu umur berapa saya punya penyakit hipertensi, tapi sejak saat saya mengetahui saya mengidap hipertensi akhirnya saya rutin berobat menggunakan JKN-KIS, yang saya ambil setiap bulannya,” katanya.

Sarah juga menjelaskan bahwa dengan dirinya yang rutin mengonsumsi obat untuk menyembuhkan penyakitnya itu, dirinya juga terdaftar sebagai peserta di Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Ia mengaku senang dengan program tersebut, karena membantunya secara teratur menjaga kesehatan.

“Saya peserta prolanis. Saya senang dengan prolanis itu. BPJS punya program yang bisa kita ikuti untuk menjaga kesehatan,” katanya.

Baca Juga :  Ciptakan Rasa Aman di Awal Tahun 

Sarah mengungkapkan, saat ikut program Prolanis, secara rutin ia bersama peserta yang lain melakukan senam sekali dalam seminggu. Selain itu juga ada pemeriksaan kesehatan rutin setiap 6 bulan sekali. Ia merasa program itu sangat membantunya dalam menjaga kesehatannya, ia juga berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena telah melahirkan program tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan program yang JKN-KIS yang di selenggarakan oleh pemerintah. Harapan saya adalah kedepannya bisa lebih banyak lagi program yang BPJS Kesehatan luncurkan untuk menjaga kesehatan pesertanya,” tutupnya. (FR/ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/