alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Pelanggar Protokol Kesehatan Disanksi

SINTANG-Ketegasan berupa sanksi diterapkan bagi pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Sintang. Ini termuat dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sintang.

Perbup ini remsi diundangkan pada 7 September. Sanksi itu ditegaskan bagi individu ataupun pelaku usaha. Sanksi pun beragam.

Untuk perorangan diharuskan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Sedangkan sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan untuk perorangan juga beragam. Seperti teguran tertulis dan lisan, kerja sosial selama 15 menit dan denda 100 ribu.

Sedangkan untuk pelaku usaha juga wajib menggunakan masker. Selain itu juga menyediakan fasilitas mencuci tangan. Jarak juga diatur di tempat usaha agar sesuai dengan protokol kesehatan. Serta harus rutin mendisinfeksi tempat usahanya.

Baca Juga :  Terapkan 3M Agar Sintang Tidak Naik ke Zona Merah

Bagi pelaku usaha yang melanggar diberikan sanksi berupa denda 500 ribu, penghentian sementara operasional usaha, sampai dengan pencabutan izin usaha. Namun sebelumnya didahului teguran lisan dan tertulis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengatakan, Perbup ini mulai diterapkan pada 1 Oktober kemarin. “Sudah diterapkan. Untuk sanksi masih bertahap. Sambil sosialisasi,” ucapnya.

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Sintang, Florentinus Anum mengatakan ini adalah bagian dari upaya Pemda Sintang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Penanganan Covid-19 ini bukan lagi soal penyembuhan olehbtenaga medis. Strategi yang paling efektif ialah dengan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Ketegasan berupa sanksi diterapkan bagi pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Sintang. Ini termuat dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sintang.

Perbup ini remsi diundangkan pada 7 September. Sanksi itu ditegaskan bagi individu ataupun pelaku usaha. Sanksi pun beragam.

Untuk perorangan diharuskan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Sedangkan sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan untuk perorangan juga beragam. Seperti teguran tertulis dan lisan, kerja sosial selama 15 menit dan denda 100 ribu.

Sedangkan untuk pelaku usaha juga wajib menggunakan masker. Selain itu juga menyediakan fasilitas mencuci tangan. Jarak juga diatur di tempat usaha agar sesuai dengan protokol kesehatan. Serta harus rutin mendisinfeksi tempat usahanya.

Baca Juga :  Terapkan Manajemen Aset dan Risiko

Bagi pelaku usaha yang melanggar diberikan sanksi berupa denda 500 ribu, penghentian sementara operasional usaha, sampai dengan pencabutan izin usaha. Namun sebelumnya didahului teguran lisan dan tertulis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengatakan, Perbup ini mulai diterapkan pada 1 Oktober kemarin. “Sudah diterapkan. Untuk sanksi masih bertahap. Sambil sosialisasi,” ucapnya.

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Sintang, Florentinus Anum mengatakan ini adalah bagian dari upaya Pemda Sintang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Penanganan Covid-19 ini bukan lagi soal penyembuhan olehbtenaga medis. Strategi yang paling efektif ialah dengan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/