alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Bantuan Mensos Mulai Didistribusikan ke Warga Terdampak Banjir di Sintang    

SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Camat Sintang, Siti Musrikah, mulai mendistribusikan bantuan dari Menteri Sosial Tri Rismaharini ke beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Sintang. Salah satunya di Desa Mungguk Bantok.

Di desa ini, Camat Sintang menyerahkan bantuan berupa peket makanan tambahan untuk anak-anak, alas tidur, peralatan dapur, logistik seperti mi instan, beras dan gula pasir.

“Untuk sementara, itu yang bisa kami bawa mengingat untuk menjangkau desa ini hanya bisa dengan transportasi air,” kata Siti Musrikah, Minggu (7/11).

Menurutnya, Desa Mungguk Bantok adalah satu dari 29 desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Sintang. Menurutnya, desa ini merupakan desa yang paling terdampak banjir mengingat lokasinya di pesisir Sungai Melawi.

Baca Juga :  Yolanda Pulanglah! Ayahmu Mencarimu

“Di sini salah satu yang terdampak akibat kiriman air dari arah Serawai, Ambalau dan Nanga Pinoh. Kalau aliran tiga sungai itu surut, pasti tumpahnya ke sini. Ibarat Jakarta dengan Bogor, Kecamatan Sintang ini mendapatkan kiriman dua ‘Bogor’, karena pertemuan dua aliran sungai besar, Sungai Kapuas dan Sungai Melawi,” bebernya.

Melihat kondisi masyarakat Desa Mungguk Bantok, Siti Musrikah mengaku prihatin. Selain ada yang mengungsi di gedung sekolah, ada juga yang mendirikan tenda darurat untuk bertahan hidup selama banjir.

“Terus terang saya prihatin. Yang kita sebut tenda pengungsi itu kan layaknya tenda yang bagus, yang fasilitas pendukungnya ada. Karena ini, bicara kearifan lokal, mereka tidak bisa mengungsi ke tempat yang lebih layak akhirnya mendirikan tenda-tenda darurat yang masih dekat rumah. Alasannya supaya bisa mengontrol barang-barang yang ada di rumah,” kata Siti.

Baca Juga :  Pertama Dalam 60 Tahun Terakhir; Banjir Bandang Porak Porandakan Desa Nekan

Jika kondisinya seperti ini terus, kata Siti,  tentu akan menyulitkan. Warga yang sakit, atau ibu hamil menjelang melahirkan harus segera dievakuasi ke Sintang.

Namun, kata Siti, jika masyarakat masih enggan untuk mengungsi ke tempat yang layak, pihaknya akan mengupayakan untuk mengirim bantuan.

“Selama di sini, ada masukan dan keluhan. Mereka perlu beras, sembako, dan tenda. Saya hari ini juga akan rapat bersama para pimpinan OPD teknis, menyampaikan ke BPBD, dinas sosial, apa yang bisa kami bantu,” pungkasnya. (arf)

SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Camat Sintang, Siti Musrikah, mulai mendistribusikan bantuan dari Menteri Sosial Tri Rismaharini ke beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Sintang. Salah satunya di Desa Mungguk Bantok.

Di desa ini, Camat Sintang menyerahkan bantuan berupa peket makanan tambahan untuk anak-anak, alas tidur, peralatan dapur, logistik seperti mi instan, beras dan gula pasir.

“Untuk sementara, itu yang bisa kami bawa mengingat untuk menjangkau desa ini hanya bisa dengan transportasi air,” kata Siti Musrikah, Minggu (7/11).

Menurutnya, Desa Mungguk Bantok adalah satu dari 29 desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Sintang. Menurutnya, desa ini merupakan desa yang paling terdampak banjir mengingat lokasinya di pesisir Sungai Melawi.

Baca Juga :  ASRI Menangi UN Global Climate Action Awards 2020

“Di sini salah satu yang terdampak akibat kiriman air dari arah Serawai, Ambalau dan Nanga Pinoh. Kalau aliran tiga sungai itu surut, pasti tumpahnya ke sini. Ibarat Jakarta dengan Bogor, Kecamatan Sintang ini mendapatkan kiriman dua ‘Bogor’, karena pertemuan dua aliran sungai besar, Sungai Kapuas dan Sungai Melawi,” bebernya.

Melihat kondisi masyarakat Desa Mungguk Bantok, Siti Musrikah mengaku prihatin. Selain ada yang mengungsi di gedung sekolah, ada juga yang mendirikan tenda darurat untuk bertahan hidup selama banjir.

“Terus terang saya prihatin. Yang kita sebut tenda pengungsi itu kan layaknya tenda yang bagus, yang fasilitas pendukungnya ada. Karena ini, bicara kearifan lokal, mereka tidak bisa mengungsi ke tempat yang lebih layak akhirnya mendirikan tenda-tenda darurat yang masih dekat rumah. Alasannya supaya bisa mengontrol barang-barang yang ada di rumah,” kata Siti.

Baca Juga :  Warga Desa Teluk Bakung Kini Nikmati Listrik Negara

Jika kondisinya seperti ini terus, kata Siti,  tentu akan menyulitkan. Warga yang sakit, atau ibu hamil menjelang melahirkan harus segera dievakuasi ke Sintang.

Namun, kata Siti, jika masyarakat masih enggan untuk mengungsi ke tempat yang layak, pihaknya akan mengupayakan untuk mengirim bantuan.

“Selama di sini, ada masukan dan keluhan. Mereka perlu beras, sembako, dan tenda. Saya hari ini juga akan rapat bersama para pimpinan OPD teknis, menyampaikan ke BPBD, dinas sosial, apa yang bisa kami bantu,” pungkasnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/