alexametrics
24 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Lawan Hoaks dan Ujaran Kebencian Pilkada

SINTANG-Guna membantu mensukseskan Pilkada Sintang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sintang menggelar dialog interaktif, Senin (7/12). Serangkaian himbauan dihasilkan agar Pilkada berlangsung dengan aman, damai dan kondusif. Serta tetap patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Sintang, Kurniawan mengatakan ada beberapa faktor penting yang harus menjadi perhatian bersama semua pihak. Seperti melawan hoaks dan ujaran kebencian. Upaya antisipasi untuk melawan penyebaran informasi hoaks dibutuhkan literasi media yang disosialisasikan oleh pemda dan tokoh masyarakat.

“Selain itu, Pilkada Sintang harus menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. Karena tingkat kepatuhan atau disiplin akan berkorelasi dengan penyebaran Covid-19,” kata Kurniawan.

Baca Juga :  Transparansi adalah Komitmen Pemkab Sintang

Ketua FKUB Kabupaten Sintang, Khalidul Mufied mengatakan, sistem Pemilukada yang dipakai di Indonesia memang tidak bisa menghindari persaingan ketat. Karena biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Maka terkadang ada yang menggunakan cara yang tidak baik, seperti politik uang, intimidasi, fitnah terhadap lawan serta penyebaran hoaks. “Maka untuk menghindari ekses negatif, kita terus gaungkan seruan dan ajakan untuk menjaga kerukunan. Khususnya antar umat beragama,” ujarnya.

Ia menghimbau agar penyelenggara Pilkada di semua tingkatan, termasuk di TPS agar menunaikan tugas secara profesional, jujur, adil, akuntabel, dan bersih dari segala praktik tercela yang dapat merusak kredibilitas penyelenggaraan dan keabsahan Pilkada.

Juga menghimbau semua pasangan calon dan para pendukungnya agar bersikap ksatria, elegan, dan menerima hasil Pemilu yang ditetapkan oleh KPU nantinya. “Semua permasalahan diselesaikan sesuai hukum dan peraturan serta menghindari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sintang pun Mampu Sembuhkan Pasien Covid-19

Masyarakat pun hendaknya cerdas dalam menyikapi selebaran yang beredar dan  isu-isu yang berkembang dari pihak yang tidak bertanggung jawab, yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa

“Penyelenggara Pilkada memastikan bahwa semua proses dalam tahapan penyelenggaraan dan alat-alat yang dipergunakan aman dari virus corona dan kemungkinan terjadinya klaster Pilkada,” ujarnya menyampaikan hasil dialog tersebut. (ris)

SINTANG-Guna membantu mensukseskan Pilkada Sintang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sintang menggelar dialog interaktif, Senin (7/12). Serangkaian himbauan dihasilkan agar Pilkada berlangsung dengan aman, damai dan kondusif. Serta tetap patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Sintang, Kurniawan mengatakan ada beberapa faktor penting yang harus menjadi perhatian bersama semua pihak. Seperti melawan hoaks dan ujaran kebencian. Upaya antisipasi untuk melawan penyebaran informasi hoaks dibutuhkan literasi media yang disosialisasikan oleh pemda dan tokoh masyarakat.

“Selain itu, Pilkada Sintang harus menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. Karena tingkat kepatuhan atau disiplin akan berkorelasi dengan penyebaran Covid-19,” kata Kurniawan.

Baca Juga :  Bupati: Pembangunan SDM Sangat Penting

Ketua FKUB Kabupaten Sintang, Khalidul Mufied mengatakan, sistem Pemilukada yang dipakai di Indonesia memang tidak bisa menghindari persaingan ketat. Karena biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Maka terkadang ada yang menggunakan cara yang tidak baik, seperti politik uang, intimidasi, fitnah terhadap lawan serta penyebaran hoaks. “Maka untuk menghindari ekses negatif, kita terus gaungkan seruan dan ajakan untuk menjaga kerukunan. Khususnya antar umat beragama,” ujarnya.

Ia menghimbau agar penyelenggara Pilkada di semua tingkatan, termasuk di TPS agar menunaikan tugas secara profesional, jujur, adil, akuntabel, dan bersih dari segala praktik tercela yang dapat merusak kredibilitas penyelenggaraan dan keabsahan Pilkada.

Juga menghimbau semua pasangan calon dan para pendukungnya agar bersikap ksatria, elegan, dan menerima hasil Pemilu yang ditetapkan oleh KPU nantinya. “Semua permasalahan diselesaikan sesuai hukum dan peraturan serta menghindari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.

Baca Juga :  Gotong Royong Hadapi Bencana, Warga Dirikan Dapur Umum di Tanah Kuburan

Masyarakat pun hendaknya cerdas dalam menyikapi selebaran yang beredar dan  isu-isu yang berkembang dari pihak yang tidak bertanggung jawab, yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa

“Penyelenggara Pilkada memastikan bahwa semua proses dalam tahapan penyelenggaraan dan alat-alat yang dipergunakan aman dari virus corona dan kemungkinan terjadinya klaster Pilkada,” ujarnya menyampaikan hasil dialog tersebut. (ris)

Most Read

Pendidikan dan Hidayah

Targetkan Kenaikan Produksi Padi

Jalin Mitra Dengan Perusahaan

Terentang Tertinggi di Kubu Raya

Artikel Terbaru

/