alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

BPJS Kesehatan Toreh Catatan Positif di 2020

SINTANG-Guna mensosialisasikan capaian kinerja BPJS Kesehatan secara nasional hingga akhir tahun 2020, BPJS Kantor Cabang Sintang ikut serta mengadakan konferensi pers via daring, Senin (8/2).

Capaian positif BPJS Kesehatan secara nasional itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris. Ia mengatakan, sampai dengan akhir tahun 2020, pendanaan program ini terhitung cukup. Bahkan arus kas Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan mulai surplus dan kondisi keuangan berangsur sehat. “Kondisi keuangan DJS Kesehatan yang berangsur sehat ini ditunjukkan dengan kemampuan BPJS Kesehatan dalam membayar seluruh tagihan pelayanan kesehatan secara tepat waktu kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk juga penyelesaian pembayaran atas tagihan tahun 2019,” ujarnya.

Ia menambahkan, data unaudited mencatat, setelah dilakukan pembayaran kepada seluruh fasilitas kesehatan, posisi per 31 Desember 2020, DJS Kesehatan memiliki saldo kas dan setara kas sebesar Rp18,7 triliun.

Baca Juga :  Satgas TMMD 109 Sintang Tetap Gunakan Masker Saat Bekerja

“Tentu untuk prediksi kondisi DJS Kesehatan ke depan, terlebih di masa pandemi Covid-19, kita akan terus pantau. Dengan memperhatikan tingkat kesehatan masyarakat serta melihat kondisi

ekonomi Indonesia. Namun kondisi cashflow DJS Kesehatan yang berangsur sehat ini menjadi hal yang positif untuk keberlangsungan Program JKN-KIS ke depan,” tambah Fachmi.

Kata Fahmi, BPJS Kesehatan dan pemangku kepentingan terus melakukan monitoring atas pemberian layanan kepada peserta. Fasilitas kesehatan diharapkan konsisten memberikan layanan yang berkualitas dan tidak melakukan tindakan penyimpangan yang berdampak pada

pembiayaan program jaminan kesehatan menjadi tidak efektif dan efisien.

“Di tahun 2020, angka kepuasan peserta dan fasilitas kesehatan Program JKN-KIS naik dibanding tahun sebelumnya. Untuk angka kepuasan peserta, tahun 2019 memperoleh angka 80,1% di tahun 2020 naik menjadi 81,5%. Sedangkan untuk kepuasan fasilitas kesehatan meningkat menjadi 81,3% di tahun 2020 dari angka 79,1% di tahun 2019,” ujar Fachmi.

Baca Juga :  MTQ XXIX Kabupaten Sintang Berakhir

Ia juga menghimbau Peserta JKN-KIS juga diharapkan secara aktif memberikan feedback atas layanan yang diberikan oleh faskes dalam rangka perbaikan dan komitmen layanan yang diberikan. Serta tetap rutin membayar iuran dan menaati prosedur pelayanan sesuai dengan

ketentuan, sebagai wujud dukungan atas keberlangsungan Program JKN-KIS.

Sementara itu, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengapresiasi capaian yang telah diraih BPJS Kesehatan. Ia menilai kinerja direksi BPJS Kesehatan periode 2016-2021 ditutup dengan prestasi baik. Ia berharap direksi selanjutnya bisa melanjutkan tren positif ini mengingat pergantian direksi akan berlangsung dalam waktu dekat ini.

“Saya mengapresiasi BPJS di tengah krisis akibat pandemi, namun masih bisa meningkatkan penerimaan iuran. Namun BPJS juga harus melihat keberlanjutan BPJS kesehatan kedepannya juga ada peluang dan tantangan,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Guna mensosialisasikan capaian kinerja BPJS Kesehatan secara nasional hingga akhir tahun 2020, BPJS Kantor Cabang Sintang ikut serta mengadakan konferensi pers via daring, Senin (8/2).

Capaian positif BPJS Kesehatan secara nasional itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris. Ia mengatakan, sampai dengan akhir tahun 2020, pendanaan program ini terhitung cukup. Bahkan arus kas Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan mulai surplus dan kondisi keuangan berangsur sehat. “Kondisi keuangan DJS Kesehatan yang berangsur sehat ini ditunjukkan dengan kemampuan BPJS Kesehatan dalam membayar seluruh tagihan pelayanan kesehatan secara tepat waktu kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk juga penyelesaian pembayaran atas tagihan tahun 2019,” ujarnya.

Ia menambahkan, data unaudited mencatat, setelah dilakukan pembayaran kepada seluruh fasilitas kesehatan, posisi per 31 Desember 2020, DJS Kesehatan memiliki saldo kas dan setara kas sebesar Rp18,7 triliun.

Baca Juga :  MTQ XXIX Kabupaten Sintang Berakhir

“Tentu untuk prediksi kondisi DJS Kesehatan ke depan, terlebih di masa pandemi Covid-19, kita akan terus pantau. Dengan memperhatikan tingkat kesehatan masyarakat serta melihat kondisi

ekonomi Indonesia. Namun kondisi cashflow DJS Kesehatan yang berangsur sehat ini menjadi hal yang positif untuk keberlangsungan Program JKN-KIS ke depan,” tambah Fachmi.

Kata Fahmi, BPJS Kesehatan dan pemangku kepentingan terus melakukan monitoring atas pemberian layanan kepada peserta. Fasilitas kesehatan diharapkan konsisten memberikan layanan yang berkualitas dan tidak melakukan tindakan penyimpangan yang berdampak pada

pembiayaan program jaminan kesehatan menjadi tidak efektif dan efisien.

“Di tahun 2020, angka kepuasan peserta dan fasilitas kesehatan Program JKN-KIS naik dibanding tahun sebelumnya. Untuk angka kepuasan peserta, tahun 2019 memperoleh angka 80,1% di tahun 2020 naik menjadi 81,5%. Sedangkan untuk kepuasan fasilitas kesehatan meningkat menjadi 81,3% di tahun 2020 dari angka 79,1% di tahun 2019,” ujar Fachmi.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan ke Ahli Waris

Ia juga menghimbau Peserta JKN-KIS juga diharapkan secara aktif memberikan feedback atas layanan yang diberikan oleh faskes dalam rangka perbaikan dan komitmen layanan yang diberikan. Serta tetap rutin membayar iuran dan menaati prosedur pelayanan sesuai dengan

ketentuan, sebagai wujud dukungan atas keberlangsungan Program JKN-KIS.

Sementara itu, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar mengapresiasi capaian yang telah diraih BPJS Kesehatan. Ia menilai kinerja direksi BPJS Kesehatan periode 2016-2021 ditutup dengan prestasi baik. Ia berharap direksi selanjutnya bisa melanjutkan tren positif ini mengingat pergantian direksi akan berlangsung dalam waktu dekat ini.

“Saya mengapresiasi BPJS di tengah krisis akibat pandemi, namun masih bisa meningkatkan penerimaan iuran. Namun BPJS juga harus melihat keberlanjutan BPJS kesehatan kedepannya juga ada peluang dan tantangan,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/