alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Sembilan Kios Ludes Dilahap Api

SINTANG – Sembilan kios atau warung semi permanen di Jalan PKP Mujahidin, Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang ludes terbakar api, Minggu (9/8) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, banyak harta benda warga yang tak sempat diselamatkan.

Salah satu pemilik warung, Sumpat menceritakan, pada pagi itu ia dikejutkan dengan teriakan warga. Perempuan 54 tahun ini baru selesai mandi dan berpakaian. Dirinya sejak awal sudah mencium adanya bau hangus. Namun, ia sama sekali tak terpikir soal kebakaran.

“Saya langsung keluar dari warung, terus tetangga sudah pada heboh, ‘Warung Pak De kebakaran…’ kata orang-orang sambil teriak keluar ke jalan,” cerita Sumpat pada Pontianak Post usai warung miliknya diratakan oleh api.

Perempuan yang sehari-hari menjual sembako itu masih panik dan gusar. Warung semi permanen miliknya adalah salah satu dari sembilan ruko yang rata dengan tanah. “Tidak sempat saya selamatkan harta benda. Yang kepikiran saya adalah suami yang sedang sakit stroke. Kemudian tas. Padahal saya pagi ini (Minggu) mau pasang bendera merah putih di depan (warung),” ucapnya sambil menahan sedih.

Baca Juga :  Karhutla Mulai Bermuculan

Unit Damkar Sintang melaporkan, sembilan kios yang ludes tersebut memiliki beragam jenis usaha.  Ada warung kopi, rumah makan dan ada pula kios layanan jasa. Kepala Bidang (Kabid) Damkar Sintang, Yudius mengungkapkan, dugaan sementara sumber api berasal dari salah satu rumah makan yang ada di wilayah tersebut.

“Kalau penyebab pastinya belum  disimpulkan. Itu wewenang dari pihak kepolisian, kita fokus pada pemadaman saja,” ungkapnya saat diwawancarai awak media. Yudius menyampaikan, Damkar Sintang menurunkan tujuh mobil pemadam dan 50 personel untuk memadamkan dan mengantisiasi agar api tidak menjalar di bangunan yang lain.

“Kami juga dibantu oleh Busera Sintang untuk pemadaman serta TNI dan Polri untuk pengamanan TKP,” katanya. Dirinya berharap pihak berwenang dapat segera menyelidiki penyebab dari peristiwa kebakaran ini.

“Ini atensi kita, mengapa kebakaran selalu terjadi hari Minggu. Kami minta diusut tuntas karena selama ini kami tidak mengetahui apakah ini terjadi karena human error atau karena faktor lain,” tuturnya.

Untuk diketahui, bukan kali ini saja kios atau warung semi permanen di sekitaran Tugu Bank Indonesia (BI) terbakar. Pada Minggu (26/7) lalu, 20-an kios juga turut ludes dimakan api. Sampai saat ini, penyebab kebakaran tersebut belum diketahui pasti.

Baca Juga :  Sintang Hadapi Puncak Gelombang Ketiga Covid-19

Menanggapi peristiwa ini, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, bangunan yang terbakar letaknya memang di atas tanah milik Korem 121/Abw Sintang. Mantan dokter di RS Soedarso itu menyatakan bahwa dalam waktu dekat ia akan berkunjung ke Korem 121/Abw untuk membahas masalah ini.

“Tetapi dengan dua kali kebakaran ini, wajar kita berkeinginan supaya kios-kios yang ada ini, termasuk pasar sayur yang dekat Tugu BI itu, agaknya perlu ditata ulang. Paling tidak kita cek lagi soal instalasi listrik dan sebagainya,” beber Jarot saat kunjungi lokasi kebakaran pada Minggu (9/8) pagi.

Menurutnya, penataan ini penting untuk meminimalisir risiko terulangnya kejadian serupa. “Kemarin di ruko di Simpang Pinoh juga kena kan. Ini perlu kita tata dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Api berhasil dipadamkan oleh pihak Damkar dan Busera Sintang kemarin siang. Area lokasi kebakaran juga telah didinginkan agar tak meninggalkan bara. Reruntuhan bekas kebakaran tampak menyisakan seng dan abu serta puing-puing kayu yang telah hangus dan menghitam. (fds)

SINTANG – Sembilan kios atau warung semi permanen di Jalan PKP Mujahidin, Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang ludes terbakar api, Minggu (9/8) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, banyak harta benda warga yang tak sempat diselamatkan.

Salah satu pemilik warung, Sumpat menceritakan, pada pagi itu ia dikejutkan dengan teriakan warga. Perempuan 54 tahun ini baru selesai mandi dan berpakaian. Dirinya sejak awal sudah mencium adanya bau hangus. Namun, ia sama sekali tak terpikir soal kebakaran.

“Saya langsung keluar dari warung, terus tetangga sudah pada heboh, ‘Warung Pak De kebakaran…’ kata orang-orang sambil teriak keluar ke jalan,” cerita Sumpat pada Pontianak Post usai warung miliknya diratakan oleh api.

Perempuan yang sehari-hari menjual sembako itu masih panik dan gusar. Warung semi permanen miliknya adalah salah satu dari sembilan ruko yang rata dengan tanah. “Tidak sempat saya selamatkan harta benda. Yang kepikiran saya adalah suami yang sedang sakit stroke. Kemudian tas. Padahal saya pagi ini (Minggu) mau pasang bendera merah putih di depan (warung),” ucapnya sambil menahan sedih.

Baca Juga :  Gudang Penggilingan Padi di Setapuk Besar Terbakar

Unit Damkar Sintang melaporkan, sembilan kios yang ludes tersebut memiliki beragam jenis usaha.  Ada warung kopi, rumah makan dan ada pula kios layanan jasa. Kepala Bidang (Kabid) Damkar Sintang, Yudius mengungkapkan, dugaan sementara sumber api berasal dari salah satu rumah makan yang ada di wilayah tersebut.

“Kalau penyebab pastinya belum  disimpulkan. Itu wewenang dari pihak kepolisian, kita fokus pada pemadaman saja,” ungkapnya saat diwawancarai awak media. Yudius menyampaikan, Damkar Sintang menurunkan tujuh mobil pemadam dan 50 personel untuk memadamkan dan mengantisiasi agar api tidak menjalar di bangunan yang lain.

“Kami juga dibantu oleh Busera Sintang untuk pemadaman serta TNI dan Polri untuk pengamanan TKP,” katanya. Dirinya berharap pihak berwenang dapat segera menyelidiki penyebab dari peristiwa kebakaran ini.

“Ini atensi kita, mengapa kebakaran selalu terjadi hari Minggu. Kami minta diusut tuntas karena selama ini kami tidak mengetahui apakah ini terjadi karena human error atau karena faktor lain,” tuturnya.

Untuk diketahui, bukan kali ini saja kios atau warung semi permanen di sekitaran Tugu Bank Indonesia (BI) terbakar. Pada Minggu (26/7) lalu, 20-an kios juga turut ludes dimakan api. Sampai saat ini, penyebab kebakaran tersebut belum diketahui pasti.

Baca Juga :  11 Ruko di Ngabang Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Menanggapi peristiwa ini, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, bangunan yang terbakar letaknya memang di atas tanah milik Korem 121/Abw Sintang. Mantan dokter di RS Soedarso itu menyatakan bahwa dalam waktu dekat ia akan berkunjung ke Korem 121/Abw untuk membahas masalah ini.

“Tetapi dengan dua kali kebakaran ini, wajar kita berkeinginan supaya kios-kios yang ada ini, termasuk pasar sayur yang dekat Tugu BI itu, agaknya perlu ditata ulang. Paling tidak kita cek lagi soal instalasi listrik dan sebagainya,” beber Jarot saat kunjungi lokasi kebakaran pada Minggu (9/8) pagi.

Menurutnya, penataan ini penting untuk meminimalisir risiko terulangnya kejadian serupa. “Kemarin di ruko di Simpang Pinoh juga kena kan. Ini perlu kita tata dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Api berhasil dipadamkan oleh pihak Damkar dan Busera Sintang kemarin siang. Area lokasi kebakaran juga telah didinginkan agar tak meninggalkan bara. Reruntuhan bekas kebakaran tampak menyisakan seng dan abu serta puing-puing kayu yang telah hangus dan menghitam. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/