alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Keluarga Ikhlaskan Kepergian Mulyadi

SINTANG—Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan 182 tujuan Jakarta-Pontianak jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1), menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban.

Pesawat nahas yang dipiloti oleh Cap. Afwan tersebut membawa 50 penumpang dan 12 kru. Dari serangkaian nama korban pesawat nahas tersebut, ada Mulyadi Tamsir, mantan Ketum Umum PB-HMI periode 2016-2018 yang merupakan politisi Partai Hanura. Tak hanya Mulyadi, istrinya, Makrufatul Yeti Srianingsih dan mertuanya, Khasanah pun ikut menjadi korban.

Rumah duka di kediaman orang tua Mulyadi yang berada di Jalan Lingkar Sungai Durian, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang pun didatangi orang-orang yang mengucapkan bela sungkawa.

Baca Juga :  Persempit Area Pencarian Kotak Hitam

Keluarga Mulyadi yang mendapat kabar pada Sabtu (9/1) sore sempat tidak percaya dengan hal tersebut. Karena pihak keluarga tidak mengetahui Mulyadi sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Pontianak. “Sudah coba telpon sana sini, ternyata kabarnya benar,” ujar Katimah, ibu dari Mulyadi.

Ia mengatakan terakhir melakukan kontak via telepon dengan Mulyadi seminggu yang lalu saat mengabarkan istrinya sedang mengandung. Dan sebelum mendapat kabar tersebut, Katimah berencana menelpon Mulyadi.

Ponijan yang merupakan ayah dari Mulyadi mencoba tegar dengan peristiwa nahas yang dialami putra dan menantunya. “Kita ini bukan milik manusia. Kita ini milik Allah. Jadi kapan saja Allah memanggil Mul, kita tidak bisa berbuat apa-apa selain sabar. Saya dan keluarga sudah ikhlas,” ujarnya.

Baca Juga :  Demam Babi Afrika Serang Sintang

Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengucapkan turut berbela sungkawa terhadap musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang ditumpangi oleh beberapa warga Sintang.

“Kita turut prihatin dengan musibah ini. Kita sama-sama berdoa. Kita akan pantau dan monitor terus sampai diketahui situasi korban. Kita tentu masih berharap ada mukjizat dari Tuhan,” ujarnya. (ris)

SINTANG—Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan 182 tujuan Jakarta-Pontianak jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1), menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban.

Pesawat nahas yang dipiloti oleh Cap. Afwan tersebut membawa 50 penumpang dan 12 kru. Dari serangkaian nama korban pesawat nahas tersebut, ada Mulyadi Tamsir, mantan Ketum Umum PB-HMI periode 2016-2018 yang merupakan politisi Partai Hanura. Tak hanya Mulyadi, istrinya, Makrufatul Yeti Srianingsih dan mertuanya, Khasanah pun ikut menjadi korban.

Rumah duka di kediaman orang tua Mulyadi yang berada di Jalan Lingkar Sungai Durian, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang pun didatangi orang-orang yang mengucapkan bela sungkawa.

Baca Juga :  Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Sekolah

Keluarga Mulyadi yang mendapat kabar pada Sabtu (9/1) sore sempat tidak percaya dengan hal tersebut. Karena pihak keluarga tidak mengetahui Mulyadi sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Pontianak. “Sudah coba telpon sana sini, ternyata kabarnya benar,” ujar Katimah, ibu dari Mulyadi.

Ia mengatakan terakhir melakukan kontak via telepon dengan Mulyadi seminggu yang lalu saat mengabarkan istrinya sedang mengandung. Dan sebelum mendapat kabar tersebut, Katimah berencana menelpon Mulyadi.

Ponijan yang merupakan ayah dari Mulyadi mencoba tegar dengan peristiwa nahas yang dialami putra dan menantunya. “Kita ini bukan milik manusia. Kita ini milik Allah. Jadi kapan saja Allah memanggil Mul, kita tidak bisa berbuat apa-apa selain sabar. Saya dan keluarga sudah ikhlas,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Antusias Jalani Vaksin di Polres Sintang

Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengucapkan turut berbela sungkawa terhadap musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang ditumpangi oleh beberapa warga Sintang.

“Kita turut prihatin dengan musibah ini. Kita sama-sama berdoa. Kita akan pantau dan monitor terus sampai diketahui situasi korban. Kita tentu masih berharap ada mukjizat dari Tuhan,” ujarnya. (ris)

Most Read

Wabup Kukuhkan DAD Beduai

27 Sekolah di Sulbar Rusak Akibat Gempa

Kejari Masih Kumpulkan Bukti

Cadangan Devisa Naik, Modal Asing Stabil

Artikel Terbaru

/