alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Sahabat Berharap Mukjizat buat Korban SJ-182

SINTANG – Dari serangkaian nama yang masuk dalam manifes penumpang pesawat nahas Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182, ada nama dua bersaudara Ash Habul Yamin dan Faisal Rahman. Keduanya merupakan warga Sintang yang hendak pulang dari Jakarta untuk keperluan belanja mengisi toko pakaian miliknya.

Keduanya merupakan putra dari pasangan Masrizal dan Mariati. Mereka berprofesi sebagai pedagang di Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang.

Budi Kurniawan, sahabat dari Ash, panggilan akrab Ash Habul Yamin mengungkapkan rasa kehilangannya. Sembari meneteskan air mata, Budi berkata bahwa ia dan Ash sudah berteman sejak kecil. “Memang sangat-sangat dekat sekali. Dari kecil sampai sekarang. Sampai anak-anak kami pun berteman,” ujarnya.

Budi mengungkapkan bahwa keduanya sudah berada di Jakarta lebih dari dua minggu. “Sebelum Natal mereka sudah ada di sana (Jakarta, Red). Aktivitas mereka memang sering bolak balik Sintang – Pontianak untuk keperluan mengurus bisnis mereka. Kadang sebulan di sini (Sintang, Red). Kadang sebulan di Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga :  Keluarga Gelar Salat Gaib

Seharusnya, kata Budi, keduanya berangkat pada Sabtu (9/1) jam 07.00 pagi menggunakan Nam Air. Namun ada pembatalan dari pihak maskapai, keduanya pun, menurut dia, akhirnya dialihkan ke pesawat Sriwijaya..

Sejauh ini ia belum bisa menjelaskan informasi terbaru terkait kedua korban karena belum mendapatkan kabar terbaru baik dari Jakarta maupun dari Pontianak. Ayah dan saudara perempuan dari kedua korban, menurut dia, saat ini sedang berada di Jakarta untuk menanti kabar terbaru.

Mewakili pihak keluarga Masrizal, ia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah berkunjung dan memberi dukungan moril yang menguatkan keluarga. Budi menaruh harapan agar ada mukjizat bagi kedua orang yang dikenalnya secara dekat itu bisa selamat. “Kami mewakili pihak keluarga, harapan kami tidak banyak. Andai kata sudah tidak selamat, minimal jasadnya ada. Itu harapan kami,” ujar Budi.

Baca Juga :  Bandara Tebelian Telan Rp518 miliar 

Sementara itu, Danrem Korem 121/ABW, Brigjen Ronny saat ikut mengunjungi kediaman keluarga Masrizal, mengucapkan turut berbelasungkawa kepada pihak keluarga yang berduka atas peristiwa tersebut. “Kita ikut berbelasungkawa atas musibah yang tidak disangka ini. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Ia berharap jenazah bisa ditemukan tim Basarnas serta bisa dimakamkan sesuai dengan keinginan pihak keluarga. Doa serupa juga dipanjatkan Danrem buat anggota keluarganya yang berasal dari Ketapang, yang juga menjadi penumpang pesawat tersebut. (ris)

SINTANG – Dari serangkaian nama yang masuk dalam manifes penumpang pesawat nahas Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182, ada nama dua bersaudara Ash Habul Yamin dan Faisal Rahman. Keduanya merupakan warga Sintang yang hendak pulang dari Jakarta untuk keperluan belanja mengisi toko pakaian miliknya.

Keduanya merupakan putra dari pasangan Masrizal dan Mariati. Mereka berprofesi sebagai pedagang di Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang.

Budi Kurniawan, sahabat dari Ash, panggilan akrab Ash Habul Yamin mengungkapkan rasa kehilangannya. Sembari meneteskan air mata, Budi berkata bahwa ia dan Ash sudah berteman sejak kecil. “Memang sangat-sangat dekat sekali. Dari kecil sampai sekarang. Sampai anak-anak kami pun berteman,” ujarnya.

Budi mengungkapkan bahwa keduanya sudah berada di Jakarta lebih dari dua minggu. “Sebelum Natal mereka sudah ada di sana (Jakarta, Red). Aktivitas mereka memang sering bolak balik Sintang – Pontianak untuk keperluan mengurus bisnis mereka. Kadang sebulan di sini (Sintang, Red). Kadang sebulan di Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga :  Bendera HMI Setengah Tiang dan Doa Bersama

Seharusnya, kata Budi, keduanya berangkat pada Sabtu (9/1) jam 07.00 pagi menggunakan Nam Air. Namun ada pembatalan dari pihak maskapai, keduanya pun, menurut dia, akhirnya dialihkan ke pesawat Sriwijaya..

Sejauh ini ia belum bisa menjelaskan informasi terbaru terkait kedua korban karena belum mendapatkan kabar terbaru baik dari Jakarta maupun dari Pontianak. Ayah dan saudara perempuan dari kedua korban, menurut dia, saat ini sedang berada di Jakarta untuk menanti kabar terbaru.

Mewakili pihak keluarga Masrizal, ia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah berkunjung dan memberi dukungan moril yang menguatkan keluarga. Budi menaruh harapan agar ada mukjizat bagi kedua orang yang dikenalnya secara dekat itu bisa selamat. “Kami mewakili pihak keluarga, harapan kami tidak banyak. Andai kata sudah tidak selamat, minimal jasadnya ada. Itu harapan kami,” ujar Budi.

Baca Juga :  Rumah Singgah Dibangun dengan Kearifan Lokal

Sementara itu, Danrem Korem 121/ABW, Brigjen Ronny saat ikut mengunjungi kediaman keluarga Masrizal, mengucapkan turut berbelasungkawa kepada pihak keluarga yang berduka atas peristiwa tersebut. “Kita ikut berbelasungkawa atas musibah yang tidak disangka ini. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Ia berharap jenazah bisa ditemukan tim Basarnas serta bisa dimakamkan sesuai dengan keinginan pihak keluarga. Doa serupa juga dipanjatkan Danrem buat anggota keluarganya yang berasal dari Ketapang, yang juga menjadi penumpang pesawat tersebut. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/