alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Jadi Temenggung Meski Adil

SINTANG-Dihadapan para temenggung adat yang tergabung didalam Forum Ketemenggungan Adat Dayak Sintang. Wakil Bupati Sintang, Askiman menjelaskan dan membedah dasar dari persoalan apa yang menjadi tugas dan fungsi  hukum adat, yang harus di tata dalam kepengurusan dan lembaga hukum adat Dayak.

“Peran seorang Temenggung harus mampu mengkolerasi antar sub suku dengan ketua adat yang ada di desa- desa sehingga mampu menjaga komunikasi yang baik, kepada lembaga adat yang ada, juga harus memiliki satu kepercayaan yang bagus sehingga akhirnya menjadi masyarakat adat yang memiliki budaya yang kuat,” ujar Askiman.

Fungsi sebagai temenggung, lanjut Askiman, jangan menjadi suatu kebanggaan, tetapi harus menjadi panutan dalam masyarakat adat yang beradab yang mampu memimpin dalam suatu kelompok sub suku di daerah masing masing.

Baca Juga :  Fatayat NU Resmi Dilantik

“Temengung tidak hanya berdiri sendiri berdasarkan sub suku yang ada, namun peran temenggung dilahirkan sejak ad nya peradaban masyarakat dayak dan leluhur yang telah ada, dan tugasnya merupakan yang berat, jika temenggung melakukan kesalahan akan mendapatkan hukuman dari alam dan para leluhurnya,” tambahnya.

Wakil Bupati Sintang ini juga membeberkan perihal kriteria temenggung. Menurutnya, temenggung harus mempunyai beberapa kriteria, yakni harus gagah, harus kuat, harus bijaksana, harus adil dan mempunyai ketetapan hati yang kuat, yang patuh dengan aturan adat yang ada serta mampu mengayomi semua masyarakat.

“Menjadi panutan dalam lingkungan masyarakat dalam menyelesaikan sengketa hukum,sebab sudah disumpah dalam mengemban tugas sebagai temenggung, untuk mendapatkan kebenaran dari kehidupan peradaban masyarakat dayak, masyarakat dayak harus mempunyai moral dan norma – norma yang patuh dalam tatanan hukum adat,” jelas Askiman.

Baca Juga :  Swadaya Pangan Dimulai dari Sepauk

Sementara, Ketua panitia Banan, S.Th,M,Ap memaparkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan merupakan agenda rutin program kerja Forum Ketemenggungan Adat Dayak (FKAD) dalam melakukan evaluasi serta pencerahan terhadap kegiatan yang di laksanakan setiap tahun.

Banan juga menambahkan, kegiatan seperti ini tentunya dapat melahirkan manfaat yang baik bagi kita sehingga kedepan mampu memunculkan sinergitas yang utuh bagi penegakan hukum adat dan eksistensi masyarakat adat dayak di Kabupaten Sintang.

“Serta juga mampu melahirkan rekomendasi – rekomendasi pemikiran para temenggung dalam rangka mengaktualisasikan tugas pokok masing-masing tingakatan kerja,” tegasnya. (fds)

SINTANG-Dihadapan para temenggung adat yang tergabung didalam Forum Ketemenggungan Adat Dayak Sintang. Wakil Bupati Sintang, Askiman menjelaskan dan membedah dasar dari persoalan apa yang menjadi tugas dan fungsi  hukum adat, yang harus di tata dalam kepengurusan dan lembaga hukum adat Dayak.

“Peran seorang Temenggung harus mampu mengkolerasi antar sub suku dengan ketua adat yang ada di desa- desa sehingga mampu menjaga komunikasi yang baik, kepada lembaga adat yang ada, juga harus memiliki satu kepercayaan yang bagus sehingga akhirnya menjadi masyarakat adat yang memiliki budaya yang kuat,” ujar Askiman.

Fungsi sebagai temenggung, lanjut Askiman, jangan menjadi suatu kebanggaan, tetapi harus menjadi panutan dalam masyarakat adat yang beradab yang mampu memimpin dalam suatu kelompok sub suku di daerah masing masing.

Baca Juga :  Kodim Salurkan Bantuan

“Temengung tidak hanya berdiri sendiri berdasarkan sub suku yang ada, namun peran temenggung dilahirkan sejak ad nya peradaban masyarakat dayak dan leluhur yang telah ada, dan tugasnya merupakan yang berat, jika temenggung melakukan kesalahan akan mendapatkan hukuman dari alam dan para leluhurnya,” tambahnya.

Wakil Bupati Sintang ini juga membeberkan perihal kriteria temenggung. Menurutnya, temenggung harus mempunyai beberapa kriteria, yakni harus gagah, harus kuat, harus bijaksana, harus adil dan mempunyai ketetapan hati yang kuat, yang patuh dengan aturan adat yang ada serta mampu mengayomi semua masyarakat.

“Menjadi panutan dalam lingkungan masyarakat dalam menyelesaikan sengketa hukum,sebab sudah disumpah dalam mengemban tugas sebagai temenggung, untuk mendapatkan kebenaran dari kehidupan peradaban masyarakat dayak, masyarakat dayak harus mempunyai moral dan norma – norma yang patuh dalam tatanan hukum adat,” jelas Askiman.

Baca Juga :  Awasi Pengelolaan Keuangan Pemda

Sementara, Ketua panitia Banan, S.Th,M,Ap memaparkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan merupakan agenda rutin program kerja Forum Ketemenggungan Adat Dayak (FKAD) dalam melakukan evaluasi serta pencerahan terhadap kegiatan yang di laksanakan setiap tahun.

Banan juga menambahkan, kegiatan seperti ini tentunya dapat melahirkan manfaat yang baik bagi kita sehingga kedepan mampu memunculkan sinergitas yang utuh bagi penegakan hukum adat dan eksistensi masyarakat adat dayak di Kabupaten Sintang.

“Serta juga mampu melahirkan rekomendasi – rekomendasi pemikiran para temenggung dalam rangka mengaktualisasikan tugas pokok masing-masing tingakatan kerja,” tegasnya. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/