alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Wujudkan Prime Mover Sintang

SINTANG-Sebanyak 287 Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Sintang yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu mendapat pembekalan. Kades hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2021 lalu ini mendapat pembekalan di Gedung Pancasila.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sintang, Syarief Yasser Arafat, menyampaikan sambutan dalam pembekalan menyampaikan bahwa dalam konteks sistem manajemen dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, desa merupakan tempat bertemunya kebijakan pemerintah dan aspirasi dari masyarakat. Juga tempat dikoordinasikannya program-program pembangunan yang masuk ke wilayah perdesaan.

Di samping itu, desa juga sebagai tempat terwujudnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. Serta tempat pemberian pelayanan kepada masyarakat secara langsung dan tingkat pemerintahan yang mendukung pemerintahan kabupaten.

“Oleh karena itu, kemampuan menyelenggarakan pemerintahan desa sangat ditentukan oleh kecakapan manajerial dari eksponen pemerintahan desa dan berfungsinya sistem manajemen dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa. Dimana saat ini sistem manajemen dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa di satu sisi harus mengikuti tuntutan modernitas, namun disisi lain juga harus peka terhadap konteks budaya setempat,” terang Syarief Yasser Arafat.

Dia menilai, pembekalan Kades ini penting karena sistem manajemen dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa di Kabupaten Sintang masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Seperti merujuk pada data desa tertinggal yang masih ditemukan di Sintang. “Meskipun berdasarkan pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) dari tahun ke tahun mengalami tren positif, namun masih terdapat beberapa desa di Kabupaten Sintang dengan status desa tertinggal,” ucapnya.

Baca Juga :  Hindari Covid-19 Saat Imlek-Cap Go Meh

Berdasarkan data pengukuran IDM Kabupaten Sintang Tahun 2020, terdapat 44 desa dengan status desa mandiri, 68 desa dengan status desa maju, 206 desa dengan status desa berkembang. Serta ada 72 desa dengan status desa tertinggal.

Kata Syarief Yasser Arafat, kompleksnya masalah desa di Kabupaten Sintang bukan karena desa tidak memiliki potensi apapun untuk berkembang. Namun karena sistem manajemen dan tata kelola pemerintahan desa yang belum berjalan secara efisien dan efektif. Adapun esensi dari manajemen pemerintahan desa yang efisien dan efektif adalah bagaimana desa dapat membangun, memanfaatkan, atau mengeksploitasi dengan tepat segala potensi dan sumber daya yang dimiliki. Pemanfaatan yang tepat itu dimaksudkan untuk memberikan rasa aman, nyaman, tertib serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga :  Jalan Berlumpur Kecamatan Sintang

Dengan diselenggarakannya kegiatan pembekalan bagi Kepala Desa, Syarief Yasser Arafat berharap dapat memberikan gambaran kepada Kepala Desa yang baru terkait tantangan yang harus dihadapi di masa mendatang. Juga memberikan pengetahuan terkait penyelenggaraan pemerintahan desa. Serta dapat memberikan pemahaman terkait konsep pembangunan desa secara mendasar sebagai bekal dalam mengemban tugas sebagai kepala desa di wilayah kerja saudara masing-masing. “Saya ingin mengingatkan bahwa Kepala Desa harus dapat menjalankan fungsi sebagai pemimpin pada berbagai situasi dan perubahan,” ujarnya.

Kades sebagai pemimpin di desa mempunyai mandat untuk menjalankan prime mover pembangunan daerah Kabupaten Sintang. Yaitu membangun Sintang dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa. Keberadaan Kades dinilainya menjadi penting untuk mengawal perubahan desa menuju desa yang mandiri dan inovatif.

Turut hadir dalam pembukaan pembekalan tersebut, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sintang, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sintang, Maria Magdalena, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Kadis Pemdes), Herkolanus Roni, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, Camat se-Kabupaten Sintang, dan 287 Kepala Desa se-Kabupaten Sintang. (ris)

SINTANG-Sebanyak 287 Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Sintang yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu mendapat pembekalan. Kades hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2021 lalu ini mendapat pembekalan di Gedung Pancasila.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sintang, Syarief Yasser Arafat, menyampaikan sambutan dalam pembekalan menyampaikan bahwa dalam konteks sistem manajemen dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, desa merupakan tempat bertemunya kebijakan pemerintah dan aspirasi dari masyarakat. Juga tempat dikoordinasikannya program-program pembangunan yang masuk ke wilayah perdesaan.

Di samping itu, desa juga sebagai tempat terwujudnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. Serta tempat pemberian pelayanan kepada masyarakat secara langsung dan tingkat pemerintahan yang mendukung pemerintahan kabupaten.

“Oleh karena itu, kemampuan menyelenggarakan pemerintahan desa sangat ditentukan oleh kecakapan manajerial dari eksponen pemerintahan desa dan berfungsinya sistem manajemen dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa. Dimana saat ini sistem manajemen dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa di satu sisi harus mengikuti tuntutan modernitas, namun disisi lain juga harus peka terhadap konteks budaya setempat,” terang Syarief Yasser Arafat.

Dia menilai, pembekalan Kades ini penting karena sistem manajemen dan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa di Kabupaten Sintang masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Seperti merujuk pada data desa tertinggal yang masih ditemukan di Sintang. “Meskipun berdasarkan pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) dari tahun ke tahun mengalami tren positif, namun masih terdapat beberapa desa di Kabupaten Sintang dengan status desa tertinggal,” ucapnya.

Baca Juga :  Hindari Covid-19 Saat Imlek-Cap Go Meh

Berdasarkan data pengukuran IDM Kabupaten Sintang Tahun 2020, terdapat 44 desa dengan status desa mandiri, 68 desa dengan status desa maju, 206 desa dengan status desa berkembang. Serta ada 72 desa dengan status desa tertinggal.

Kata Syarief Yasser Arafat, kompleksnya masalah desa di Kabupaten Sintang bukan karena desa tidak memiliki potensi apapun untuk berkembang. Namun karena sistem manajemen dan tata kelola pemerintahan desa yang belum berjalan secara efisien dan efektif. Adapun esensi dari manajemen pemerintahan desa yang efisien dan efektif adalah bagaimana desa dapat membangun, memanfaatkan, atau mengeksploitasi dengan tepat segala potensi dan sumber daya yang dimiliki. Pemanfaatan yang tepat itu dimaksudkan untuk memberikan rasa aman, nyaman, tertib serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga :  Sosialisasi 1000 HPK Pada Masyarakat Serawai

Dengan diselenggarakannya kegiatan pembekalan bagi Kepala Desa, Syarief Yasser Arafat berharap dapat memberikan gambaran kepada Kepala Desa yang baru terkait tantangan yang harus dihadapi di masa mendatang. Juga memberikan pengetahuan terkait penyelenggaraan pemerintahan desa. Serta dapat memberikan pemahaman terkait konsep pembangunan desa secara mendasar sebagai bekal dalam mengemban tugas sebagai kepala desa di wilayah kerja saudara masing-masing. “Saya ingin mengingatkan bahwa Kepala Desa harus dapat menjalankan fungsi sebagai pemimpin pada berbagai situasi dan perubahan,” ujarnya.

Kades sebagai pemimpin di desa mempunyai mandat untuk menjalankan prime mover pembangunan daerah Kabupaten Sintang. Yaitu membangun Sintang dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa. Keberadaan Kades dinilainya menjadi penting untuk mengawal perubahan desa menuju desa yang mandiri dan inovatif.

Turut hadir dalam pembukaan pembekalan tersebut, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sintang, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sintang, Maria Magdalena, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Kadis Pemdes), Herkolanus Roni, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, Camat se-Kabupaten Sintang, dan 287 Kepala Desa se-Kabupaten Sintang. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/