alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Temukan Pengunjung Positif, Warkop Aming Sintang Tutup Seminggu

SINTANG – Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sintang menemukan satu pasien terkonfirmasi positif, usai dilakukan razia protokol kesehatan Covid-19 di Warkop Aming, Sabtu (7/11). Warkop Aming pun diberhentikan operasionalnya selama seminggu untuk dilakukan disinfeksi.

Terkait hal tersebut, Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sintang, Florentinus Anum memberikan penjelasan. Anum menjelaskan bahwa mereka mendapati delapan pengunjung yang reaktif, di mana tiga di antaranya berasal dari Kota Pontianak.

“Delapan orang ini kita lakukan tes swab. Ternyata hasilnya, satu orang positif Covid-19. Dan pasien ini sesuai KTP-nya berasal dari Kubu Raya. Lalu sesuai protap yang ada, kami sudah lapor dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Tim di sana akan melakukan tracking terhadap teman dan keluarga yang bersangkutan,” ujarnya.

Sedangkan yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut akan segera mereka cari untuk  diisolasi. Pasalnya, usai di-swab, yang besangkutan, menurut dia, langsung pulang ke Pontianak. “Saya mengimbau agar yang bersangkutan untuk menyerahkan diri saja ke Dinas Kesehatan setempat untuk dirawat,” kata pria yang juga menjabat sebagai Penjabatsementara Bupati Sintang ini.

Baca Juga :  Warkop Diminta Tutup Pukul 21.00

Adanya pengunjung warung kopi yang positif Covid-19 membuat Tim Satgas mengambil sikap tegas. Mereka pun menutup sementara Warkop Aming selama seminggu. Selama penutupan, mereka akan melakukan penyemprotan disinfektan di warkop tersebut.

Satu dari tiga pelaku perjalanan dari Kota Pontianak yang terkonfirmasi positif korona ini, terungkap berawal dari hasil razia Satgas Penanggulangan Covid-19. Dari total 226 sampel pengunjung dan karyawan di Warkop Aming yang dites cepat mereka, delapan orang reaktif. Setelah diambil swab PCR, satu orang dinyatakan terkonfirmasi positif corona.

“Dengan adanya kasus ini, maka warung kopi menjadi tempat penyebaran Covid-19 yang sangat potensial. Makanya ada langkah yang harus kita terapkan untuk supaya fasum atau warkop dapat atur jarak dan tidak berkerumun. Batasi waktu aktivitas malam,” tambah Anum.

Baca Juga :  Minta Warkop Patuhi Protokol Kesehatan

Ia juga berpesan agar menjaga jarak di warung kopi benar-benar diperhatikan. Dari hasil pemantauannya, masih didapati satu meja menyediakan empat kursi, yang seharusnya di isi 2 kursi. Dia juga menyayangkan lantaran pengunjung tidak diukur suhu tubuhnya karena pengelola warkop tidak menyediakan thermo gun.

“Saya juga minta agen transportasi bus dan taksi memberlakukannya terhadap calon penumpang. Sebelum naik bus atau taksi, harusnya sudah diperiksa, minimal sehat secara fisik, dan cek suhu badan. Kita di Sintang ini masih didominasi berasal dari luar Sintang. Saya minta Dinas Perhubungan melakukan pemantauan saat keberangkatan bis dan taksi. Pastikan mereka menjalankan protokol kesehatan dengan baik,” pungkasnya. (ris)

SINTANG – Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sintang menemukan satu pasien terkonfirmasi positif, usai dilakukan razia protokol kesehatan Covid-19 di Warkop Aming, Sabtu (7/11). Warkop Aming pun diberhentikan operasionalnya selama seminggu untuk dilakukan disinfeksi.

Terkait hal tersebut, Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sintang, Florentinus Anum memberikan penjelasan. Anum menjelaskan bahwa mereka mendapati delapan pengunjung yang reaktif, di mana tiga di antaranya berasal dari Kota Pontianak.

“Delapan orang ini kita lakukan tes swab. Ternyata hasilnya, satu orang positif Covid-19. Dan pasien ini sesuai KTP-nya berasal dari Kubu Raya. Lalu sesuai protap yang ada, kami sudah lapor dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Tim di sana akan melakukan tracking terhadap teman dan keluarga yang bersangkutan,” ujarnya.

Sedangkan yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut akan segera mereka cari untuk  diisolasi. Pasalnya, usai di-swab, yang besangkutan, menurut dia, langsung pulang ke Pontianak. “Saya mengimbau agar yang bersangkutan untuk menyerahkan diri saja ke Dinas Kesehatan setempat untuk dirawat,” kata pria yang juga menjabat sebagai Penjabatsementara Bupati Sintang ini.

Baca Juga :  Jaring 129 Orang

Adanya pengunjung warung kopi yang positif Covid-19 membuat Tim Satgas mengambil sikap tegas. Mereka pun menutup sementara Warkop Aming selama seminggu. Selama penutupan, mereka akan melakukan penyemprotan disinfektan di warkop tersebut.

Satu dari tiga pelaku perjalanan dari Kota Pontianak yang terkonfirmasi positif korona ini, terungkap berawal dari hasil razia Satgas Penanggulangan Covid-19. Dari total 226 sampel pengunjung dan karyawan di Warkop Aming yang dites cepat mereka, delapan orang reaktif. Setelah diambil swab PCR, satu orang dinyatakan terkonfirmasi positif corona.

“Dengan adanya kasus ini, maka warung kopi menjadi tempat penyebaran Covid-19 yang sangat potensial. Makanya ada langkah yang harus kita terapkan untuk supaya fasum atau warkop dapat atur jarak dan tidak berkerumun. Batasi waktu aktivitas malam,” tambah Anum.

Baca Juga :  Penghasilan Warkop Turun, Penjualan Bubuk Kopi Meningkat

Ia juga berpesan agar menjaga jarak di warung kopi benar-benar diperhatikan. Dari hasil pemantauannya, masih didapati satu meja menyediakan empat kursi, yang seharusnya di isi 2 kursi. Dia juga menyayangkan lantaran pengunjung tidak diukur suhu tubuhnya karena pengelola warkop tidak menyediakan thermo gun.

“Saya juga minta agen transportasi bus dan taksi memberlakukannya terhadap calon penumpang. Sebelum naik bus atau taksi, harusnya sudah diperiksa, minimal sehat secara fisik, dan cek suhu badan. Kita di Sintang ini masih didominasi berasal dari luar Sintang. Saya minta Dinas Perhubungan melakukan pemantauan saat keberangkatan bis dan taksi. Pastikan mereka menjalankan protokol kesehatan dengan baik,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/