alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Ruang Perawatan Covid-19 Penuh

SINTANG-Ruang perawatan untuk pasien Covid-19 di RSUD Ade M Djoen hanya menyisakan 1 tempat tidur. Pihak RSUD Ade M. Djoen Sintang minta RS lama yang berada di Jalan Pattimura dibuka kembali. Serta meminta penambahan tenaga kesehatan, Senin (12/3).

Direktur RSUD Ade M Djoen, dr. Rosa Trifina mengatakan, tren Covid-19 di Kabupaten Sintang meningkat dalam 3 minggu terakhir. Hal ini membuat jumlah tempat tidur dan ruangan hampir penuh. Dari 4 ruang perawatan, berjumlah 32 tempat tidur, hanya tersisa 1 tempat tidur. “Mulai 30 Maret sampai 12 April, semua ruangan baik itu RITN, Tembesuk, Pinere, maupun ruangan yang baru kami buka, semuanya penuh,” ucapnya.

Rosa mengatakan, saat pasien Covid-19 yang dirawat meningkat, tren pasien non Covid-19 yang dirawat di RSUD Ade M Djoen mengalami penurunan. “Sekarang komposisinya bergerak. Pasien Covid-19 semakin banyak jumlahnya. Sementara pasien non Covid-19 semakin sedikit,” ucapannya.

Sementara itu, tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19 sejak bulan Januari hingga April 2020 sebanyak 68 orang. Sementara yang sedang diistirahatkan hingga 14 hari ke depan berjumlah 17 orang.

Baca Juga :  Jengkel Dituding Incar Uang SPJ

Idealnya, tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 di RSUD Ade M. Djoen berkaca pada jumlah ruangan dan tempat tidur, ialah 85 orang. Namun sekarang yang tersedia hanya 69 tenaga kesehatan.

“Kami terpaksa akan mengambil perawat dari rawat jalan. Kalau memang tenaga kesehatan dari rawat jalan tidak mampu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di ruang perawatan Covid-19, nanti tenaga yang tidak punya surat praktek akan kami perbantukan lagi,” ujarnya.

Menyikapi ruang perawatan Covid-19 yang tinggal 1 tempat tidur, Rosa menyarankan agar RS lama yang ada di Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjung Puri untuk dibuka kembali untuk merawat pasien Covid-19. Serta adanya penambahan tenaga kesehatan untuk perawatan pasien Covid-19.

“Jika RS lama dibuka untuk merawat pasien Covid-19, tolong dipertimbangkan juga untuk menambah tenaga kesehatan. Karena tenaga kesehatan yang ada sekarang tidak akan mampu menangani,” ujarnya.

Jika RS lama tidak memungkinkan untuk menampung pasien Covid-19 karena dekat dengan pemukiman dan pusat aktivitas masyarakat, ia pun menawarkan solusi alternatif agar RSUD Ade M. Djoen yang berada di Jalan Oevang Oeray agar menjadi pusat perawatan Covid-19. “Pasien non Covid-19 dialihkan ke RS terdekat atau Puskesmas Rawat Inap, sampai situasi terkendali,” ujarnya.

Baca Juga :  Tetap Rutin Razia Masker

Sementara itu, Kepala Ruang Operasi RSUD Ade M Djoen, dr. Abnu Hadi menyampaikan beberapa rekomendasi yang bisa diterapkan Satgas Covid-19 untuk menyikapi meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sintang.

Seperti memperketat keluar masuk orang di Kabupaten Sintang. Jika ada yang hendak masuk ke Kabupaten Sintang, harus melampirkan surat SWAB Antigen.

Ia juga merekomendasikan agar Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang untuk mengambil tindakan tegas seperti pembubaran jika ada temuan aktivitas masyarakat yang bersifat pengumpulan massa. Serta memperketat razia masker di tempat keramaian.

“Juga perketat prokes di rumah ibadah. Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan online. Serta tokoh-tokoh masyarakat maupun pejabat publik agar dapat memberikan contoh penerapan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat. Juga mempertegas jam malam,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Ruang perawatan untuk pasien Covid-19 di RSUD Ade M Djoen hanya menyisakan 1 tempat tidur. Pihak RSUD Ade M. Djoen Sintang minta RS lama yang berada di Jalan Pattimura dibuka kembali. Serta meminta penambahan tenaga kesehatan, Senin (12/3).

Direktur RSUD Ade M Djoen, dr. Rosa Trifina mengatakan, tren Covid-19 di Kabupaten Sintang meningkat dalam 3 minggu terakhir. Hal ini membuat jumlah tempat tidur dan ruangan hampir penuh. Dari 4 ruang perawatan, berjumlah 32 tempat tidur, hanya tersisa 1 tempat tidur. “Mulai 30 Maret sampai 12 April, semua ruangan baik itu RITN, Tembesuk, Pinere, maupun ruangan yang baru kami buka, semuanya penuh,” ucapnya.

Rosa mengatakan, saat pasien Covid-19 yang dirawat meningkat, tren pasien non Covid-19 yang dirawat di RSUD Ade M Djoen mengalami penurunan. “Sekarang komposisinya bergerak. Pasien Covid-19 semakin banyak jumlahnya. Sementara pasien non Covid-19 semakin sedikit,” ucapannya.

Sementara itu, tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19 sejak bulan Januari hingga April 2020 sebanyak 68 orang. Sementara yang sedang diistirahatkan hingga 14 hari ke depan berjumlah 17 orang.

Baca Juga :  Pastikan Logistik Warga Cukup, Kepala BNPB Tinjau Pengungsi Korban Banjir

Idealnya, tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 di RSUD Ade M. Djoen berkaca pada jumlah ruangan dan tempat tidur, ialah 85 orang. Namun sekarang yang tersedia hanya 69 tenaga kesehatan.

“Kami terpaksa akan mengambil perawat dari rawat jalan. Kalau memang tenaga kesehatan dari rawat jalan tidak mampu memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di ruang perawatan Covid-19, nanti tenaga yang tidak punya surat praktek akan kami perbantukan lagi,” ujarnya.

Menyikapi ruang perawatan Covid-19 yang tinggal 1 tempat tidur, Rosa menyarankan agar RS lama yang ada di Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjung Puri untuk dibuka kembali untuk merawat pasien Covid-19. Serta adanya penambahan tenaga kesehatan untuk perawatan pasien Covid-19.

“Jika RS lama dibuka untuk merawat pasien Covid-19, tolong dipertimbangkan juga untuk menambah tenaga kesehatan. Karena tenaga kesehatan yang ada sekarang tidak akan mampu menangani,” ujarnya.

Jika RS lama tidak memungkinkan untuk menampung pasien Covid-19 karena dekat dengan pemukiman dan pusat aktivitas masyarakat, ia pun menawarkan solusi alternatif agar RSUD Ade M. Djoen yang berada di Jalan Oevang Oeray agar menjadi pusat perawatan Covid-19. “Pasien non Covid-19 dialihkan ke RS terdekat atau Puskesmas Rawat Inap, sampai situasi terkendali,” ujarnya.

Baca Juga :  Angka Covid-19 Landak Turun, Kapolres Landak: Saling Ingatkan Protokol Kesehatan

Sementara itu, Kepala Ruang Operasi RSUD Ade M Djoen, dr. Abnu Hadi menyampaikan beberapa rekomendasi yang bisa diterapkan Satgas Covid-19 untuk menyikapi meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sintang.

Seperti memperketat keluar masuk orang di Kabupaten Sintang. Jika ada yang hendak masuk ke Kabupaten Sintang, harus melampirkan surat SWAB Antigen.

Ia juga merekomendasikan agar Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang untuk mengambil tindakan tegas seperti pembubaran jika ada temuan aktivitas masyarakat yang bersifat pengumpulan massa. Serta memperketat razia masker di tempat keramaian.

“Juga perketat prokes di rumah ibadah. Kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan online. Serta tokoh-tokoh masyarakat maupun pejabat publik agar dapat memberikan contoh penerapan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat. Juga mempertegas jam malam,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/