alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Ribuan Warga Mengungsi

Banjir Rendam Dua Kecamatan di Sintang

SINTANG – Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang, Minggu (13/7). Sedikitnya dua kecamatan yang terdampak banjir, yakni Serawai dan Kayan Hulu. Ketinggian banjir mencapai tiga meter. Beberapa hari terakhir, intensitas hujan di wilayah ini cukup tinggi sehingga membuat Sungai Melawi meluap.

“Ada delapan desa di Kecamatan Serawai terendam banjir, bahkan air merendam hingga ke atap rumah penduduk,” kata Dandim 1205/Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan di Sintang, Sabtu (11/7).

Ia mengatakan, banjir di Kecamatan Serawai juga menggenangi Dermaga Serawai, Jalan Tanjung Pura dengan ketinggian air mencapai tiga meter. Dia mengatakan di daerah tersebut ada delapan desa yang terendam banjir, yaitu Nanga Serawai, Batu Ketebung, Nusa Tujuh, Tanjung Baru, Begori, Bedaha, Mentibar, dan Tanjung Raya.

Sementara itu, banjir di Kecamatan Kayan Hulu, mengakibatkan ratusan rumah terendam sejak Sabtu (11/7). Akibatnya, ribuan warga terpaksa mengungsi. “Ratusan kepala keluarga yang rumahnya terendam banjir ini, tersebar di Desa Nanga Tebidah sebanyak 250 KK, Desa Entegong 50 KK, dan Desa Landau Bara 300 KK, Desa Empakan 245 KK,” ucap dia.

Saat ini, kata Eko, sejumlah warga terdampak banjir mengungsi dan mendapatkan bantuan penanganan oleh tim gabungan, termasuk TNI.

Berdasarkan laporan dari Polsek Kayan Hilir,  tercatat sebanyak 21 desa yang terendam banjir. Kondisi banjir paling parah terutama yang berada di sepanjang bantaran sungai, mulai dari Desa Lengkong Bindu, Desa Nanga Mau hingga Desa Nanga Tikan. “Saat ini kami tengah bersiaga untuk mengevakuasi warga,” kata Kapolsek Kayan Hilir, Iptu Sudayat, Minggu (12/7.

Baca Juga :  Oknum Kades di Kubu Diduga Setubuhi Pelajar

Di beberapa ruas jalan  provinsi yang ada di pusat Kecamatan Kayan Hulu juga sudah tergenang air dengan ketinggian hingga 1,5 meter. Lokasi pasar sentral di Nanga Mau yang menjadi pusat perkantoran pemerintahan serta Mapolsek juga terendam banjir.

Kapolsek Kayan Hilir Iptu Sudayat telah memerintahkan personel polsek untuk melaksanakan patroli banjir untuk membantu warga. “Apabila diperlukan dapat membantu proses evakuasi. Selain itu juga untuk tetap menjaga agar lingkungan tetap aman,” ujarnya.

Menurut Sudayat, sementara ini belum ada laporan  korban jiwa akibat banjir di wilayah Kayan Hilir. “Situasi masih relatif aman dan kondusif,” ujar Iptu Sudayat. Dia menambahkan, sampai saat ini pihaknya dibantu oleh TNI, Pemerintah Desa dan masyarakat mulai bahu menbahu membantu warga yang terdampak untuk memindahkan barangnya. “Kita juga siap untuk kemungkinan terburuknya dari banjir ini,” pungkasnya.

Terkait kondisi banjir tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sintang, belum bisa dimintai keterangan.

Banjir Kapuas Hulu

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar daerah di Kapuas Hulu beberapa hari terakhir ini juga merendam sejumlah wilayah di kabupaten berjuluk Bumi Uncak Kapuas tersebut. Kecamatan Kalis menjadi salah satu daerah terdampak, bahkan jalan nasional lintas selatan di daerah tersebut masih terendam.

Baca Juga :  Kasus Covid Bertambah 114 Orang

Guna memantau kondisi banjir, Kapolsek Kalis Ipda AA Harahap terjun langsung ke lokasi, tepatnya di sekitar jembatan Sampak, Desa Nanga Kalis Kecamatan Kalis, Minggu (12/7). Kapolsek Kalis bersama Anggota Polsek membantu masyarakat untuk melewati banjir yang menggenangi jalan lintas selatan tersebut.

“Banjir di jalan lintas selatan, Dusun Sampak  Desa Nanga Kalis ketinggian sekitar 70 centimeter, maka sebagian motor harus menggunakan jasa penambangan perahu atau mesin tempel untuk ke jalur sebelah yang berjarak sekitar 100 meter, namun untuk mobil sementara masih bisa melewati jalur tersebut kecuali jenis double cabin,” ungkap Harahap.

Dikatakan Kapolsek, selain di jembatan Sampak laksanakan monitoring di wilayah Kecamatan Kalis yang terdampak bencana alam banjir, karena ketinggian debit air di Sungai Manday terus naik.

“Daerah yang terendam banjir di Kecamatan Kalis yakni di Desa Nanga Kalis dan Desa Kalis Raya. Dua Desa ini merupakan dataran rendah dan dekat bantaran sungai Manday,” tambah Kapolsek.

Kapolsek memprediksikan bahwa kedalaman air  cenderung naik dan mengakibatkan  banjir apabila ada  intensitas hujan di wilayah Kecamatan Kalis atau di perhuluan sungai masih berlangsung.

“Untuk sementara ketinggian air di kampung hulu sudah mencapai 100 centimeter, sedangkan di kampung bawah desa Kalis Raya sudah mencapai 150 centimeter, dan sudah masuk ke dalam rumah warga,” demikian disampaikan Kapolsek. (ant/fds/dre)

Banjir Rendam Dua Kecamatan di Sintang

SINTANG – Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang, Minggu (13/7). Sedikitnya dua kecamatan yang terdampak banjir, yakni Serawai dan Kayan Hulu. Ketinggian banjir mencapai tiga meter. Beberapa hari terakhir, intensitas hujan di wilayah ini cukup tinggi sehingga membuat Sungai Melawi meluap.

“Ada delapan desa di Kecamatan Serawai terendam banjir, bahkan air merendam hingga ke atap rumah penduduk,” kata Dandim 1205/Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan di Sintang, Sabtu (11/7).

Ia mengatakan, banjir di Kecamatan Serawai juga menggenangi Dermaga Serawai, Jalan Tanjung Pura dengan ketinggian air mencapai tiga meter. Dia mengatakan di daerah tersebut ada delapan desa yang terendam banjir, yaitu Nanga Serawai, Batu Ketebung, Nusa Tujuh, Tanjung Baru, Begori, Bedaha, Mentibar, dan Tanjung Raya.

Sementara itu, banjir di Kecamatan Kayan Hulu, mengakibatkan ratusan rumah terendam sejak Sabtu (11/7). Akibatnya, ribuan warga terpaksa mengungsi. “Ratusan kepala keluarga yang rumahnya terendam banjir ini, tersebar di Desa Nanga Tebidah sebanyak 250 KK, Desa Entegong 50 KK, dan Desa Landau Bara 300 KK, Desa Empakan 245 KK,” ucap dia.

Saat ini, kata Eko, sejumlah warga terdampak banjir mengungsi dan mendapatkan bantuan penanganan oleh tim gabungan, termasuk TNI.

Berdasarkan laporan dari Polsek Kayan Hilir,  tercatat sebanyak 21 desa yang terendam banjir. Kondisi banjir paling parah terutama yang berada di sepanjang bantaran sungai, mulai dari Desa Lengkong Bindu, Desa Nanga Mau hingga Desa Nanga Tikan. “Saat ini kami tengah bersiaga untuk mengevakuasi warga,” kata Kapolsek Kayan Hilir, Iptu Sudayat, Minggu (12/7.

Baca Juga :  Kasus Covid Bertambah 114 Orang

Di beberapa ruas jalan  provinsi yang ada di pusat Kecamatan Kayan Hulu juga sudah tergenang air dengan ketinggian hingga 1,5 meter. Lokasi pasar sentral di Nanga Mau yang menjadi pusat perkantoran pemerintahan serta Mapolsek juga terendam banjir.

Kapolsek Kayan Hilir Iptu Sudayat telah memerintahkan personel polsek untuk melaksanakan patroli banjir untuk membantu warga. “Apabila diperlukan dapat membantu proses evakuasi. Selain itu juga untuk tetap menjaga agar lingkungan tetap aman,” ujarnya.

Menurut Sudayat, sementara ini belum ada laporan  korban jiwa akibat banjir di wilayah Kayan Hilir. “Situasi masih relatif aman dan kondusif,” ujar Iptu Sudayat. Dia menambahkan, sampai saat ini pihaknya dibantu oleh TNI, Pemerintah Desa dan masyarakat mulai bahu menbahu membantu warga yang terdampak untuk memindahkan barangnya. “Kita juga siap untuk kemungkinan terburuknya dari banjir ini,” pungkasnya.

Terkait kondisi banjir tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sintang, belum bisa dimintai keterangan.

Banjir Kapuas Hulu

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar daerah di Kapuas Hulu beberapa hari terakhir ini juga merendam sejumlah wilayah di kabupaten berjuluk Bumi Uncak Kapuas tersebut. Kecamatan Kalis menjadi salah satu daerah terdampak, bahkan jalan nasional lintas selatan di daerah tersebut masih terendam.

Baca Juga :  Susuri Sungai Kayan, Wabup Sintang Bantu Sembako Bagi Warga 7 Desa Di Kayan Hilir

Guna memantau kondisi banjir, Kapolsek Kalis Ipda AA Harahap terjun langsung ke lokasi, tepatnya di sekitar jembatan Sampak, Desa Nanga Kalis Kecamatan Kalis, Minggu (12/7). Kapolsek Kalis bersama Anggota Polsek membantu masyarakat untuk melewati banjir yang menggenangi jalan lintas selatan tersebut.

“Banjir di jalan lintas selatan, Dusun Sampak  Desa Nanga Kalis ketinggian sekitar 70 centimeter, maka sebagian motor harus menggunakan jasa penambangan perahu atau mesin tempel untuk ke jalur sebelah yang berjarak sekitar 100 meter, namun untuk mobil sementara masih bisa melewati jalur tersebut kecuali jenis double cabin,” ungkap Harahap.

Dikatakan Kapolsek, selain di jembatan Sampak laksanakan monitoring di wilayah Kecamatan Kalis yang terdampak bencana alam banjir, karena ketinggian debit air di Sungai Manday terus naik.

“Daerah yang terendam banjir di Kecamatan Kalis yakni di Desa Nanga Kalis dan Desa Kalis Raya. Dua Desa ini merupakan dataran rendah dan dekat bantaran sungai Manday,” tambah Kapolsek.

Kapolsek memprediksikan bahwa kedalaman air  cenderung naik dan mengakibatkan  banjir apabila ada  intensitas hujan di wilayah Kecamatan Kalis atau di perhuluan sungai masih berlangsung.

“Untuk sementara ketinggian air di kampung hulu sudah mencapai 100 centimeter, sedangkan di kampung bawah desa Kalis Raya sudah mencapai 150 centimeter, dan sudah masuk ke dalam rumah warga,” demikian disampaikan Kapolsek. (ant/fds/dre)

Most Read

Artikel Terbaru

/