alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Tanggapi 7 Rekomendasi dari RSUD

SINTANG-Pihak RSUD Ade M. Djoen menyampaikan 7 rekomendasi penanganan Covid-19 di hadapan Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang. Berharap angka konfirmasi Covid-19 bisa ditekan, Selasa (13/4).

Rekomendasi tersebut disampaikan saat RSUD Ade M. Djoen sedang mengalami kendala dalam menangani pasien Covid-19. Baik dari sisi ruangan perawatan Covid-19 yang sudah penuh serta kekurangan tenaga kesehatan.

Dokter Spesialis Paru RSUD Ade M. Djoen Sintang, dr. Handriyani pun menyampaikan 7 rekomendasi yang bisa dijalankan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang menyikapi kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 sejak beberapa waktu belakangan. Seperti memperketat orang masuk ke Sintang, membubarkan kegiatan yang mengumpulkan massa, razia masker lebih masif, perketat protokol kesehatan di rumah ibadah, belajar masih harus tetap online.

Serta tokoh masyarakat dan pejabat publik harus memberikan contoh dalam penerapan protokol kesehatan. Juga mempertegas pembatasan jam malam. “Kami menyampaikan rekomendasi seperti ini, karena mau sebanyak apapun kapasitas rumah sakit, tetap akan bertambah pasien Covid-19, kalau perilaku masyarakat tidak berubah,” ucapnya.

Baca Juga :  Banjir di Ketungau Tengah; Rakit untuk Angkut Bantuan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harysinto Linoh pun ikut mendorong untuk memulai memberlakukan pengawasan ketat kepada masuknya orang ke Sintang.  Karena menurutnya, lebih dari 90 persen konfirmasi positif Covid-19 akibat melakukan perjalanan atau menerima kunjungan orang dari luar Sintang.

“Seharusnya warga Sintang yang baru melakukan perjalanan dari luar, memiliki kesadaran untuk melakukan tes antigen sendiri. Saya punya ide, untuk seluruh bis yang masuk ke Sintang, seluruh penumpangnya harus membawa hasil tes swab antigen,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang Florensius Kaha menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengirim surat yang ditujukan kepada seluruh perusahaan transportasi. Baik bus maupun taksi agar mematuhi protokol kesehatan.

“Kami juga akan mendata keluar masuknya bus dan taksi serta data penumpang. Kami sependapat untuk melakukan razia pada subuh saat bis tiba ke Sintang. Bus akan kita cek satu persatu,” ucapnya.

Baca Juga :  Rumah Sakitku Rumah Keduaku

Sementara itu, Wakapolres Sintang Kompol Alber Manurung menyampaikan saat ini Satgas Covid-19 perlu aksi lebih kuat lagi dalam memutuskan mata rantai penularan Covid-19. “Surat menyurat kurangi. Aksi di lapangan semakin diperkuat. Kami menginisiasi agar seluruh tim satgas gelar apel lalu melakukan razia besar-besaran. Tim Dinas Kesehatan bisa langsung bawa alat untuk tes warga. Bahkan berikan sanksi penutupan sementara tempat usaha jika melanggar,” ucanya.

Dia mengatakan, sudah saatnya pelanggar protokol kesehatan diberikan tindakan tegas. Polres Sintang ucap Alber, siap melakukan razia besar-besaran didukung seluruh anggota Satgas. “Razia, langsung lakukan tes. Tempat usaha yang melanggar berikan surat teguran sampai penutupan,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Pihak RSUD Ade M. Djoen menyampaikan 7 rekomendasi penanganan Covid-19 di hadapan Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang. Berharap angka konfirmasi Covid-19 bisa ditekan, Selasa (13/4).

Rekomendasi tersebut disampaikan saat RSUD Ade M. Djoen sedang mengalami kendala dalam menangani pasien Covid-19. Baik dari sisi ruangan perawatan Covid-19 yang sudah penuh serta kekurangan tenaga kesehatan.

Dokter Spesialis Paru RSUD Ade M. Djoen Sintang, dr. Handriyani pun menyampaikan 7 rekomendasi yang bisa dijalankan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang menyikapi kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 sejak beberapa waktu belakangan. Seperti memperketat orang masuk ke Sintang, membubarkan kegiatan yang mengumpulkan massa, razia masker lebih masif, perketat protokol kesehatan di rumah ibadah, belajar masih harus tetap online.

Serta tokoh masyarakat dan pejabat publik harus memberikan contoh dalam penerapan protokol kesehatan. Juga mempertegas pembatasan jam malam. “Kami menyampaikan rekomendasi seperti ini, karena mau sebanyak apapun kapasitas rumah sakit, tetap akan bertambah pasien Covid-19, kalau perilaku masyarakat tidak berubah,” ucapnya.

Baca Juga :  Harapan Perekonomian Bertumpu Pada UKM

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harysinto Linoh pun ikut mendorong untuk memulai memberlakukan pengawasan ketat kepada masuknya orang ke Sintang.  Karena menurutnya, lebih dari 90 persen konfirmasi positif Covid-19 akibat melakukan perjalanan atau menerima kunjungan orang dari luar Sintang.

“Seharusnya warga Sintang yang baru melakukan perjalanan dari luar, memiliki kesadaran untuk melakukan tes antigen sendiri. Saya punya ide, untuk seluruh bis yang masuk ke Sintang, seluruh penumpangnya harus membawa hasil tes swab antigen,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang Florensius Kaha menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengirim surat yang ditujukan kepada seluruh perusahaan transportasi. Baik bus maupun taksi agar mematuhi protokol kesehatan.

“Kami juga akan mendata keluar masuknya bus dan taksi serta data penumpang. Kami sependapat untuk melakukan razia pada subuh saat bis tiba ke Sintang. Bus akan kita cek satu persatu,” ucapnya.

Baca Juga :  Penancapan Tiang Pertama Rumah Sakit Pontianak Utara

Sementara itu, Wakapolres Sintang Kompol Alber Manurung menyampaikan saat ini Satgas Covid-19 perlu aksi lebih kuat lagi dalam memutuskan mata rantai penularan Covid-19. “Surat menyurat kurangi. Aksi di lapangan semakin diperkuat. Kami menginisiasi agar seluruh tim satgas gelar apel lalu melakukan razia besar-besaran. Tim Dinas Kesehatan bisa langsung bawa alat untuk tes warga. Bahkan berikan sanksi penutupan sementara tempat usaha jika melanggar,” ucanya.

Dia mengatakan, sudah saatnya pelanggar protokol kesehatan diberikan tindakan tegas. Polres Sintang ucap Alber, siap melakukan razia besar-besaran didukung seluruh anggota Satgas. “Razia, langsung lakukan tes. Tempat usaha yang melanggar berikan surat teguran sampai penutupan,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/