alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

16 Lurah Diajarkan Buat Pupuk Kompos

SINTANG-Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengungkapkan, pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah organik menjadi salah satu opsi untuk atasi permasalahan sampah yang ada.

Oleh sebab itu, bersama dengan Camat Sintang dan 16 lurah yang ada di Kecamatan Sintang belajar tentang pengolahan sampah organik menjadi kompos sebagai upaya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat kelurahan dan sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan sampah di Kecamatan Sintang.

Hasnah menyampaikan bahwa Pemkab Sintang sangat mendukung masyarakat yang berkarya dalam mengatasi persoalan sampah dengan mengubah sampah menjadi sesuatu yang berguna seperti dalam bentuk pupuk kompos.

“Makanya kita hari ini bersama Camat Sintang, lurah dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang ada dikelurahan datang kesini untuk menambah wawasan tentang cara dan upaya mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos,” terang Hasnah.

Baca Juga :  Dinkes Sintang Bantah Kabar Bohong Terkait Corona

Belajar pembuatan pupuk kompos ini, lanjutnya, diupayakan menyasar pada rumah tangga. Menurutnya, masyarakat meski diedukasi untuk memilah sampah plastik dan organik. Karena pengelolaan dan pedekatannya berbeda. “Kita mau belajar tentang cara membuat pupuk kompos. Kita kan sangat banyak sampah bahkan sudah menjadi masalah di perkotaan. Nah, ke depan Lurah dan LPM yang ada akan berupaya agar masyarakat atau rumah tangga bisa langsung memisahkan sampah plastik dan organik,” tambahnya.

Kedepan, kata Hasnah, pihaknya akan terus berkerja sama dengan banyak pihak yang memahami pengelolaan sampah ini. “Nanti ke depan akan ada kerjasama dengan berbagai pihak dalam mengolah sampah menjadi pupuk kompos. Setelah pupuk jadi, kelurahan bisa mengambil pupuk ke sini. Tentu ada hal-hal yang harus dibahas dan disepakati. Kita ingin sekali memanfaatkan sampah yang sangat banyak menjadi sesuatu yang berguna seperti menjadi pupuk kompos,” tutupnya. (fds)

Baca Juga :  Target 30 Ribu Sertifikat di 2021

 

SINTANG-Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengungkapkan, pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah organik menjadi salah satu opsi untuk atasi permasalahan sampah yang ada.

Oleh sebab itu, bersama dengan Camat Sintang dan 16 lurah yang ada di Kecamatan Sintang belajar tentang pengolahan sampah organik menjadi kompos sebagai upaya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat kelurahan dan sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan sampah di Kecamatan Sintang.

Hasnah menyampaikan bahwa Pemkab Sintang sangat mendukung masyarakat yang berkarya dalam mengatasi persoalan sampah dengan mengubah sampah menjadi sesuatu yang berguna seperti dalam bentuk pupuk kompos.

“Makanya kita hari ini bersama Camat Sintang, lurah dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang ada dikelurahan datang kesini untuk menambah wawasan tentang cara dan upaya mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos,” terang Hasnah.

Baca Juga :  Guru di Sintang Buat Aplikasi Belajar

Belajar pembuatan pupuk kompos ini, lanjutnya, diupayakan menyasar pada rumah tangga. Menurutnya, masyarakat meski diedukasi untuk memilah sampah plastik dan organik. Karena pengelolaan dan pedekatannya berbeda. “Kita mau belajar tentang cara membuat pupuk kompos. Kita kan sangat banyak sampah bahkan sudah menjadi masalah di perkotaan. Nah, ke depan Lurah dan LPM yang ada akan berupaya agar masyarakat atau rumah tangga bisa langsung memisahkan sampah plastik dan organik,” tambahnya.

Kedepan, kata Hasnah, pihaknya akan terus berkerja sama dengan banyak pihak yang memahami pengelolaan sampah ini. “Nanti ke depan akan ada kerjasama dengan berbagai pihak dalam mengolah sampah menjadi pupuk kompos. Setelah pupuk jadi, kelurahan bisa mengambil pupuk ke sini. Tentu ada hal-hal yang harus dibahas dan disepakati. Kita ingin sekali memanfaatkan sampah yang sangat banyak menjadi sesuatu yang berguna seperti menjadi pupuk kompos,” tutupnya. (fds)

Baca Juga :  Empat Prioritas Peningkatan Pendidikan  

 

Most Read

Artikel Terbaru

/