alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Minta Kejelasan Tempat dan Biaya Test Antigen

SINTANG- Surat Edaran (SE) Bupati Sintang ketentuan perjalanan orang menggunakan moda transportasi udara melalui Bandara Tebelian Sintang pada masa pandemi Covid-19 yang mulai berlaku sejak Senin (11/1) kemarin diapresiasi oleh Kepala Bandara Tebelian, Patah Atabri. Di dalam SE tersebut tertulis bahwa calon penumpang pesawat harus menyertakan surat keterangan non-reaktif Rapid Test Antigen atau Surat Keterangan Negatif RT-PCR.

“Kami mengapresiasi surat edaran tersebut. Karena sudah selaras dengan SE dari Satgas Covid-19 dan SE dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Namun dia mempertanyakan tempat pemeriksaan pemeriksaan Rapid Test Antigen yang menurut survei yang dilakukan oleh pihak Bandara Tebelian, di Sintang hanya tersedia di fasilitas layanan kesehatan swasta. Biayanya pun beragam, mulai dari 275 ribu sampai 300 ribu.

Baca Juga :  Paripurna Pemberhentian Wabup dengan Hormat

“Mohon ditetapkan kalau bisa sesuai dengan peraturan pemerintah,” katanya. Ia juga meminta kejelasan tempat pelaksanaan Rapid Test Antigen dan RT-PCR agar masyarakat yang ingin melakukan perjalanan tidak kebingungan.

Ia juga mengungkapkan bahwa di Bandara Tebelian belum ada personil yang bertugas untuk melakukan pengecekan keabsahan surat keterangan negatif RT-PCR atau surat non-reaktif Rapid Test Antigen. Patah Atabri pun meminta Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang menyediakan satu personil untuk mengisi kekosongan tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan, orang yang hendak melakukan perjalanan melalui transportasi udara dan diharuskan melampirkan surat keterangan non-reaktif rapid test antigen diarahkan untuk melakukan tes di fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) swasta. Untuk Rapid Test Antigen dapat dilakukan di dua lab swasta di Sintang.

Baca Juga :  Tak Taat Aturan Paslon dan Timses Bakal di Jatuhi Sanksi Hingga Pengguguran Calon

Karena rapid test yang dimiliki Pemkab Sintang saat ini diprioritaskan untuk penyelidikan epidemiologis. “Saya mulai siapkan rapid test yang bisa digunakan oleh masyarakat juga. Yang biayanya sesuai dengan ketentuan yang sudah disampaikan oleh pemerintah sebesar 275 ribu,” ujarnya.

Terkait dengan permintaan Kepala Bandara Tebelian untuk menyediakan personil Satgas yang bertugas melakukan pengecekan keaslian surat keterangan bebas Covid-19 dari calon penumpang pesawat, Harysinto mengatakan akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang.

“Kita sudah berikan contoh seperti apa surat yang sah. Jadi kalau orang memalsukan, akan ketahuan. Karena berbeda format dengan yang kita punyai. Di situ juga ada barcode yang bisa di scan untuk melihat apakah surat itu asli,” pungkasnya. (ris)

SINTANG- Surat Edaran (SE) Bupati Sintang ketentuan perjalanan orang menggunakan moda transportasi udara melalui Bandara Tebelian Sintang pada masa pandemi Covid-19 yang mulai berlaku sejak Senin (11/1) kemarin diapresiasi oleh Kepala Bandara Tebelian, Patah Atabri. Di dalam SE tersebut tertulis bahwa calon penumpang pesawat harus menyertakan surat keterangan non-reaktif Rapid Test Antigen atau Surat Keterangan Negatif RT-PCR.

“Kami mengapresiasi surat edaran tersebut. Karena sudah selaras dengan SE dari Satgas Covid-19 dan SE dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Namun dia mempertanyakan tempat pemeriksaan pemeriksaan Rapid Test Antigen yang menurut survei yang dilakukan oleh pihak Bandara Tebelian, di Sintang hanya tersedia di fasilitas layanan kesehatan swasta. Biayanya pun beragam, mulai dari 275 ribu sampai 300 ribu.

Baca Juga :  Tekanan dan Gula Darah Dikontrol Rutin Dengan Prolanis

“Mohon ditetapkan kalau bisa sesuai dengan peraturan pemerintah,” katanya. Ia juga meminta kejelasan tempat pelaksanaan Rapid Test Antigen dan RT-PCR agar masyarakat yang ingin melakukan perjalanan tidak kebingungan.

Ia juga mengungkapkan bahwa di Bandara Tebelian belum ada personil yang bertugas untuk melakukan pengecekan keabsahan surat keterangan negatif RT-PCR atau surat non-reaktif Rapid Test Antigen. Patah Atabri pun meminta Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang menyediakan satu personil untuk mengisi kekosongan tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan, orang yang hendak melakukan perjalanan melalui transportasi udara dan diharuskan melampirkan surat keterangan non-reaktif rapid test antigen diarahkan untuk melakukan tes di fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) swasta. Untuk Rapid Test Antigen dapat dilakukan di dua lab swasta di Sintang.

Baca Juga :  Nyalakan Listrik Bertahap di Lokasi Terdampak Banjir Kalbar

Karena rapid test yang dimiliki Pemkab Sintang saat ini diprioritaskan untuk penyelidikan epidemiologis. “Saya mulai siapkan rapid test yang bisa digunakan oleh masyarakat juga. Yang biayanya sesuai dengan ketentuan yang sudah disampaikan oleh pemerintah sebesar 275 ribu,” ujarnya.

Terkait dengan permintaan Kepala Bandara Tebelian untuk menyediakan personil Satgas yang bertugas melakukan pengecekan keaslian surat keterangan bebas Covid-19 dari calon penumpang pesawat, Harysinto mengatakan akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang.

“Kita sudah berikan contoh seperti apa surat yang sah. Jadi kalau orang memalsukan, akan ketahuan. Karena berbeda format dengan yang kita punyai. Di situ juga ada barcode yang bisa di scan untuk melihat apakah surat itu asli,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/