alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Tumbuhkan Minat Baca dengan Motor Pintar

SINTANG-Minat baca yang masih rendah di Bumi Senentang dijadikan semangat oleh orang-orang yang peduli untuk memperbaikinya. Satu di antaranya ialah geliat literasi yang ditumbuhkan Bripka Indra Wahyudin di Kayan Hulu, Rabu (14/4).

Menggunakan motornya berdinas, Honda Mega Pro yang sudah dipasangi boks, Indra yang merupakan anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Kayan Hulu ini berkeliling ke desa-desa di Kecamatan Kayan Hulu. Dua kotak itu difungsikan untuk membawa buku.

“Motor pintar ini sudah saya buat tahun 2018,” ucap pria yang karib disapa Indra ini. Hampir separuh desa di Kecamatan Kayan Hulu sudah dikunjunginya dengan motor pintar itu.

Buku-buku itu ikut dibawanya saat berpatroli berkeliling ke desa-desa. “Jumlah buku yang dibawa tergantung medannya. Tapi biasanya rata-rata lebih dari 100,” kata pria yang juga menjadi pembina Saka Bhayangkara di Polsek Kayan Hulu ini.

Lewat motor pintar ini, akses buku yang tidak mudah didapatkan di daerah kini jadi mudah dijangkau. “Akses buku yang sulit tidak boleh menjadikan kita menyerah. Karena dengan membaca buku, ilmu pengetahuan yang luas bisa kita dapatkan,” ucapnya.

Pembaca dapat meminjam dan membaca langsung ditempat. Buku juga dapat dibawa pulang dan dalam seminggu, peminjam harus mengembalikannya kembali. Anak-anak menjadi prioritas sasarannya untuk dipinjami buku. Alasannya, jaringan internet yang tidak baik membuat anak-anak kekurangan asupan pengetahuan. Meskipun demikian, dia tidak membatasi buku yang dibawanya hanya seputar materi pembelajaran. Ia juga membawa buku umum untuk menambah cakrawala pengetahuan.

Baca Juga :  Kembangkan Ekonomi Lewat Pertanian

Ia mengatakan, antusiasme anak-anak di desa yang dikunjunginya dengan motor pintar sangat baik. Hal itu membuatnya yakin kalau minat baca di daerah-daerah bisa ditumbuhkan.

“Dengan adanya motor pintar ini, harapannya minat baca anak-anak meningkatkan. Karena di dalam buku itu banyak pengetahuan yang bisa didapatkan,” kata polisi berprestasi yang pernah mendapat penghargaan dari Kapolda Kalbar sebagai Bhabinkamtibmas berprestasi di bidang lingkungan dan pendidikan tahun 2017 ini. Di tahun yang sama, Indra juga mendapatkan penghargaan dari Kapolres Sintang, sebagai polisi peduli pendidikan dan lingkungan hidup.

Aktivitasnya dalam meningkatkan literasi di wilayah tugasnya tidak hanya sebatas membawakan buku untuk dibaca. Tahun 2018, Indra juga menggagas kelompok belajar gratis untuk masyarakat yang dinamai Berantas Buta Huruf dan Aksara (B2HA) di desa-desa binaanya. Ia juga mendirikan pojok baca di desa-desa binaanya.

Untuk memasok kebutuhan buku, ia memperoleh dari 3 sumber. Yaitu koleksi pribadi, pinjaman dari perpustakaan SD, dan pinjaman dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang, Iwan Setiadi mengatakan, dinas yang dipimpinnya memiliki kendala sumber daya yang membuat program di bidang literasi tidak dapat menjangkau langsung ke daerah-daerah. “Perpustakaan Sintang dengan segala keterbatasannya punya kewajiban untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Oleh karenanya kami harus bersinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Baca Juga :  KPP Sintang Beri Penyuluhan di Pro 1 RRI Sintang

Oleh karenanya, pihak-pihak yang peduli dengan literasi seperti yang dilakukan oleh Indra Wahyudin membuat pihaknya merasa terbantu. “Jika ada masyarakat, baik itu perorangan atau lembaga yang mau membantu meningkatkan literasi di Sintang, tentu kami akan bantu. Baik itu bantuan buku maupun pembinaan dalam berkegiatan,” ujarnya.

Bantuan buku berupa pinjaman dalam periode tertentu sesuai dengan nota kesepahaman yang disepakati oleh peminjam dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang.

Tak hanya Indra Wahyudin dengan motor pintar dan pojok bacanya, Iwan mengatakan beberapa lembaga maupun perorangan juga telah bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang dalam meningkatkan literasi di Bumi Senentang. Yang berbentuk komunitas di antaranya ada Sintang Membaca, Republik Buku, dan Mari Melihat. Ada juga yang berbentuk lembaga seperti yayasan yatim piatu, pesantren, dan Kodim 1205/Sintang.

“Kami sangat mendukung masyarakat yang berkegiatan di bidang literasi. Mari kita sama-sama meningkatkan minat baca di masyarakat,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Minat baca yang masih rendah di Bumi Senentang dijadikan semangat oleh orang-orang yang peduli untuk memperbaikinya. Satu di antaranya ialah geliat literasi yang ditumbuhkan Bripka Indra Wahyudin di Kayan Hulu, Rabu (14/4).

Menggunakan motornya berdinas, Honda Mega Pro yang sudah dipasangi boks, Indra yang merupakan anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Kayan Hulu ini berkeliling ke desa-desa di Kecamatan Kayan Hulu. Dua kotak itu difungsikan untuk membawa buku.

“Motor pintar ini sudah saya buat tahun 2018,” ucap pria yang karib disapa Indra ini. Hampir separuh desa di Kecamatan Kayan Hulu sudah dikunjunginya dengan motor pintar itu.

Buku-buku itu ikut dibawanya saat berpatroli berkeliling ke desa-desa. “Jumlah buku yang dibawa tergantung medannya. Tapi biasanya rata-rata lebih dari 100,” kata pria yang juga menjadi pembina Saka Bhayangkara di Polsek Kayan Hulu ini.

Lewat motor pintar ini, akses buku yang tidak mudah didapatkan di daerah kini jadi mudah dijangkau. “Akses buku yang sulit tidak boleh menjadikan kita menyerah. Karena dengan membaca buku, ilmu pengetahuan yang luas bisa kita dapatkan,” ucapnya.

Pembaca dapat meminjam dan membaca langsung ditempat. Buku juga dapat dibawa pulang dan dalam seminggu, peminjam harus mengembalikannya kembali. Anak-anak menjadi prioritas sasarannya untuk dipinjami buku. Alasannya, jaringan internet yang tidak baik membuat anak-anak kekurangan asupan pengetahuan. Meskipun demikian, dia tidak membatasi buku yang dibawanya hanya seputar materi pembelajaran. Ia juga membawa buku umum untuk menambah cakrawala pengetahuan.

Baca Juga :  Sosialisasi 1000 HPK Pada Masyarakat Serawai

Ia mengatakan, antusiasme anak-anak di desa yang dikunjunginya dengan motor pintar sangat baik. Hal itu membuatnya yakin kalau minat baca di daerah-daerah bisa ditumbuhkan.

“Dengan adanya motor pintar ini, harapannya minat baca anak-anak meningkatkan. Karena di dalam buku itu banyak pengetahuan yang bisa didapatkan,” kata polisi berprestasi yang pernah mendapat penghargaan dari Kapolda Kalbar sebagai Bhabinkamtibmas berprestasi di bidang lingkungan dan pendidikan tahun 2017 ini. Di tahun yang sama, Indra juga mendapatkan penghargaan dari Kapolres Sintang, sebagai polisi peduli pendidikan dan lingkungan hidup.

Aktivitasnya dalam meningkatkan literasi di wilayah tugasnya tidak hanya sebatas membawakan buku untuk dibaca. Tahun 2018, Indra juga menggagas kelompok belajar gratis untuk masyarakat yang dinamai Berantas Buta Huruf dan Aksara (B2HA) di desa-desa binaanya. Ia juga mendirikan pojok baca di desa-desa binaanya.

Untuk memasok kebutuhan buku, ia memperoleh dari 3 sumber. Yaitu koleksi pribadi, pinjaman dari perpustakaan SD, dan pinjaman dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang, Iwan Setiadi mengatakan, dinas yang dipimpinnya memiliki kendala sumber daya yang membuat program di bidang literasi tidak dapat menjangkau langsung ke daerah-daerah. “Perpustakaan Sintang dengan segala keterbatasannya punya kewajiban untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Oleh karenanya kami harus bersinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir Bandang Dan Longsor di Landau Arai, Listrik Mati Total

Oleh karenanya, pihak-pihak yang peduli dengan literasi seperti yang dilakukan oleh Indra Wahyudin membuat pihaknya merasa terbantu. “Jika ada masyarakat, baik itu perorangan atau lembaga yang mau membantu meningkatkan literasi di Sintang, tentu kami akan bantu. Baik itu bantuan buku maupun pembinaan dalam berkegiatan,” ujarnya.

Bantuan buku berupa pinjaman dalam periode tertentu sesuai dengan nota kesepahaman yang disepakati oleh peminjam dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang.

Tak hanya Indra Wahyudin dengan motor pintar dan pojok bacanya, Iwan mengatakan beberapa lembaga maupun perorangan juga telah bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang dalam meningkatkan literasi di Bumi Senentang. Yang berbentuk komunitas di antaranya ada Sintang Membaca, Republik Buku, dan Mari Melihat. Ada juga yang berbentuk lembaga seperti yayasan yatim piatu, pesantren, dan Kodim 1205/Sintang.

“Kami sangat mendukung masyarakat yang berkegiatan di bidang literasi. Mari kita sama-sama meningkatkan minat baca di masyarakat,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/