alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Dua Kasus Bertambah, Satu Sembuh

SINTANG-Bupati Sintang Jarot Winarno selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sintang, kembali mengumumkan penambahan 2 kasus baru covid-19 di Kabupaten Sintang, dan satu pasien positif dinyatakan sembuh, kemarin.

Dalam keterangan resminya, Jarot mengatakan berdasarkan hasil swab yang keluar pada Jumat (12/6), Kabupaten Sintang ada dua penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 dari orang tanpa gejala (OTG) yang sudah menjalani isolasi mandiri ketat. Yang pertama di jelaskan Jarot, yakni pria 68 tahun, OTG 251 yang sudah menjalani isolasi mandiri di Mess Diklat BKPSDM Komplek Gedung Serbaguna Sintang, merupakan cluster perbatasan, asal Desa Sungai Bugau, Kecamatan Ketungau Hulu, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bekerja di Malaysia.

“Jadi hari ini yang bersangkutan terkonfirmasi positif covid-19, kita sebut terkonfirmasi 13,” kata Jarot dihadapan awak media.

Orang nomor satu di Senentang ini memaparkan, riwayat terkonfirmasi 13 positif covid-19 ini pulang dari Negara Bagian Sriaman, Malaysia pada 22 Mei 2020 lalu, di antar oleh majikannya ke perbatasan. Kemudian yang bersangkutan pulang melalui jalur tikus yang ada di Sungai Kelik, Ketungau Hulu, lalu masuk ke Indonesia di tangani petugas Pamtas dan gugus tugas covid-19 Ketungau Hulu, dan di antar langsung ke Merakai untuk rapid test di Puskesmas setempat, yang hasilnya reaktif.

Baca Juga :  Petani Tidak Terlalu Hiraukan Covid-19

“Dan yang bersangkutan saat itu langsung di kirimkan ke Sintang masuk ruang isolasi mandiri di Mess Diklat BKPSDM Komplek Gedung Serbaguna Sintang selama 16 hari. Segera hari ini kita pindahkan keruang isolasi mandiri ketat di ruang rawat inap RSUD Rujukan Ade M. Djeon Sintang untuk mendapat perawatan medis atau tindakan klinis lebih lanjut dan terapi dari dokter dan tenaga medis di sana,” terangnya lagi.

Kemudian lanjut Jarot, pasien kedua terkonfirmasi Covid-19 merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) 227, pria 31 tahun, asal Desa Rarai Kecamatan Sungai Tebelian. Yang bersangkutan sudah menjalani rapid test sejak 18 Mei lalu dan menjalani isolasi mandiri di rumahnya hampir satu bulan di bawah pengawasan gugus tugas setempat.

“Hari ini juga konfirmasi 14 kita pindahkan keruang isolasi mandiri ketat di ruang rawat inap RSUD Rujukan Ade M. Djeon Sintang, perawatan lebih lanjut atau pemeriksaan klinis dan sebagainya,” tambahnya.

Jarot pun turut prihatin, karena menurutnya, yang terjadi di Desa Rarai tersebut menunjukan transmisi lokal sudah terjadi di Kabupaten Sintang. Untuk itulah ia meminta masyarakat untuk tidak lengah apalagi akan menuju kenormalan baru sehingga harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudaah ada.

Baca Juga :  Empat WNI di Sarawak Tertular Corona

“Jadi Desa Rarai ni kasian yang lini pertamanya sudah sembuh masih menular ke yang lain, hari ini terkonfirmasi positif. Saya minta gugus tugas kecamatan tebelian dan gugus tugas kabupaten, kita bantulah desa rarai ni. ini yang perlu kita hati-hati, selalu cuci tangan, pakai masker kalau kemana-mana, jaga jarak sosial,” pesannya.

Sementara, meskipun ada penambahan dua kasus terkonfirmasi positif covid-19, Jarot juga menyampaikan kabar gembira, karena pasien positif covid-19 konfirmasi 3, atas nama Rifki Alfadzari, pria 21 tahun, merupakan cluster magetan, asal Desa Rarai, Kecamatan Sungai Tebelian dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab yang keluar pada 12 Juni 2020 hasilnya negatif covid-19. “Jadi hari ini saudara rifki alfadzari kita nyatakan sembuh dan kita pulangkan ke tempat asalnnya ketengah keluarganya,” ujar Jarot.

Jadi, sampai hari ini, ungkap Jarot, total kasus konfirmasi positif ada 14, kemudian tiga orang sudah dinyatakan sembuh dari cluster megetan, sehingga yang terkonfirmasi positif yang masih menjalani perawatan ada 11 orang. “Yang sembuh 3 orang itu semuanya dari kluster Magetan, anak-anak Sintang yang mondok di sana. Kita masih menunggu hasil swab yang lain, mudahan-mudahan semuanya segera sembuh,” harapnya. (fds)

SINTANG-Bupati Sintang Jarot Winarno selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sintang, kembali mengumumkan penambahan 2 kasus baru covid-19 di Kabupaten Sintang, dan satu pasien positif dinyatakan sembuh, kemarin.

Dalam keterangan resminya, Jarot mengatakan berdasarkan hasil swab yang keluar pada Jumat (12/6), Kabupaten Sintang ada dua penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 dari orang tanpa gejala (OTG) yang sudah menjalani isolasi mandiri ketat. Yang pertama di jelaskan Jarot, yakni pria 68 tahun, OTG 251 yang sudah menjalani isolasi mandiri di Mess Diklat BKPSDM Komplek Gedung Serbaguna Sintang, merupakan cluster perbatasan, asal Desa Sungai Bugau, Kecamatan Ketungau Hulu, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bekerja di Malaysia.

“Jadi hari ini yang bersangkutan terkonfirmasi positif covid-19, kita sebut terkonfirmasi 13,” kata Jarot dihadapan awak media.

Orang nomor satu di Senentang ini memaparkan, riwayat terkonfirmasi 13 positif covid-19 ini pulang dari Negara Bagian Sriaman, Malaysia pada 22 Mei 2020 lalu, di antar oleh majikannya ke perbatasan. Kemudian yang bersangkutan pulang melalui jalur tikus yang ada di Sungai Kelik, Ketungau Hulu, lalu masuk ke Indonesia di tangani petugas Pamtas dan gugus tugas covid-19 Ketungau Hulu, dan di antar langsung ke Merakai untuk rapid test di Puskesmas setempat, yang hasilnya reaktif.

Baca Juga :  Empat WNI di Sarawak Tertular Corona

“Dan yang bersangkutan saat itu langsung di kirimkan ke Sintang masuk ruang isolasi mandiri di Mess Diklat BKPSDM Komplek Gedung Serbaguna Sintang selama 16 hari. Segera hari ini kita pindahkan keruang isolasi mandiri ketat di ruang rawat inap RSUD Rujukan Ade M. Djeon Sintang untuk mendapat perawatan medis atau tindakan klinis lebih lanjut dan terapi dari dokter dan tenaga medis di sana,” terangnya lagi.

Kemudian lanjut Jarot, pasien kedua terkonfirmasi Covid-19 merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) 227, pria 31 tahun, asal Desa Rarai Kecamatan Sungai Tebelian. Yang bersangkutan sudah menjalani rapid test sejak 18 Mei lalu dan menjalani isolasi mandiri di rumahnya hampir satu bulan di bawah pengawasan gugus tugas setempat.

“Hari ini juga konfirmasi 14 kita pindahkan keruang isolasi mandiri ketat di ruang rawat inap RSUD Rujukan Ade M. Djeon Sintang, perawatan lebih lanjut atau pemeriksaan klinis dan sebagainya,” tambahnya.

Jarot pun turut prihatin, karena menurutnya, yang terjadi di Desa Rarai tersebut menunjukan transmisi lokal sudah terjadi di Kabupaten Sintang. Untuk itulah ia meminta masyarakat untuk tidak lengah apalagi akan menuju kenormalan baru sehingga harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudaah ada.

Baca Juga :  Duh... Kasihan, Peladang Tradisional jadi Terdakwa Kasus Kebakaran Lahan

“Jadi Desa Rarai ni kasian yang lini pertamanya sudah sembuh masih menular ke yang lain, hari ini terkonfirmasi positif. Saya minta gugus tugas kecamatan tebelian dan gugus tugas kabupaten, kita bantulah desa rarai ni. ini yang perlu kita hati-hati, selalu cuci tangan, pakai masker kalau kemana-mana, jaga jarak sosial,” pesannya.

Sementara, meskipun ada penambahan dua kasus terkonfirmasi positif covid-19, Jarot juga menyampaikan kabar gembira, karena pasien positif covid-19 konfirmasi 3, atas nama Rifki Alfadzari, pria 21 tahun, merupakan cluster magetan, asal Desa Rarai, Kecamatan Sungai Tebelian dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab yang keluar pada 12 Juni 2020 hasilnya negatif covid-19. “Jadi hari ini saudara rifki alfadzari kita nyatakan sembuh dan kita pulangkan ke tempat asalnnya ketengah keluarganya,” ujar Jarot.

Jadi, sampai hari ini, ungkap Jarot, total kasus konfirmasi positif ada 14, kemudian tiga orang sudah dinyatakan sembuh dari cluster megetan, sehingga yang terkonfirmasi positif yang masih menjalani perawatan ada 11 orang. “Yang sembuh 3 orang itu semuanya dari kluster Magetan, anak-anak Sintang yang mondok di sana. Kita masih menunggu hasil swab yang lain, mudahan-mudahan semuanya segera sembuh,” harapnya. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/