alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Pejabat Dinkes Sintang Meninggal

Keluarga besar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sintang berduka. Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan Penyakit Menular (P3M) Dinkes Sintang, Eko Sudiarto meninggal dunia di Ruang Isolasi Tekanan Negatif (RITN) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M. Djoen Sintang pada Minggu (13/6) pukul 22.30.

“Kami dari keluarga besar Dinas Kesehatan. Juga mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga almarhum bapak Eko Sudiarto,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Harysinto Linoh.

Almarhum Eko Sudiarto menurut Sinto merupakan sosok yang mudah bergaul dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Sinto pun mengucapkan terima kasih atas jasa dan pengabdian selama bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.

Selain bertugas sebagai Kasi Pencegahan Penyakit di Dinkes Sintang, almarhum Eko Sudiarto semasa hidup juga tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang. Sehingga almarhum juga berperan dalam upaya penurunan angka kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Sintang. Jenazah almarhum Eko Sudiarto sudah dimakamkan pada Senin (14/6) di Jalan Dharma Putra, Kecamatan Sintang.

Baca Juga :  Nyawa Anak Bawah Umur Melayang

Sinto mengatakan, dengan meninggalnya Eko Sudiarto, tercatat sudah dua tenaga kesehatan yang meninggal dunia di Kabupaten Sintang. “Yang pertama itu bidan kalau tak salah saya. Itupun memang bukan bekerja di Sintang, tapi domisilinya di Sintang KTP-nya. Yang kedua Pak Eko ini yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan Sintang,” ungkapnya.

Sebelumnya, almarhum Eko Sudiarto dilaporkan terjangkit Covid-19 dan menjalani perawatan di RSUD Ade M. Djoen Sintang. “Beliau dinyatakan positif pada tanggal 9 (Mei). Kemudian langsung dirawat di RSUD Ade Muhammad Djoen. Meninggalnya malam, pukul 22.30,” jelasnya.

Disampaikan oleh Sinto, bahwa selain terjangkit Covid-19, almarhum Eko juga memiliki komorbid atau penyakit penyerta. “Ada komorbid penyakit kencing manis,” ucap Sinto.

Terkait kabar bahwa almarhum Eko Sudiarto terjangkit Covid-19 sepulang dari Sambas pada mudik lebaran lalu, Sinto mengatakan bahwa hal itu masih ditelusuri. “Kami masih menelusuri ya beliau itu terjangkitnya dari mana. Karena kan beliau ada melakukan beberapa perjalanan. Tapi masih kita telusuri,” ujarnya.

Baca Juga :  Nakes Landak Mulai Terima Vaksin Dosis Ketiga

Gugurnya tenaga kesehatan ini, menurut Sinto menjadi pengingat para tenaga kesehatan lainnya yang ditugasi untuk menangani Covid-19 di Kabupaten Sintang agar terus memperhatikan protokol kesehatan saat menjalankan tugasnya. “Tenaga kesehatan juga harus tetap berhati-hati. Kemudian tenaga kesehatan juga harus mematuhi protokol kesehatan benar-benar. Baik dalam merawat pasien maupun di kehidupan sehari-hari,” imbaunya.

Selain itu menurutnya warga Sintang juga dapat mengambil pelajaran dari meninggalnya tenaga kesehatan akibat Covid-19 ini. Dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Serta segera memeriksakan diri jika dirasa mengalami gejala-gejala terjangkit Covid-19. “Jangan sampailah dengan gugurnya beliau ini, masyarakat masih belum tergerak untuk menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Ia juga meminta warga Sintang untuk mengurangi mobilitas. Karena menurutnya sebagian besar kasus konfirmasi Covid-19 di Sintang disumbangkan oleh pelaku perjalanan. “Baik perjalanan ke luar kota atau luar pulau. Jadi kita juga mengimbau masyarakat untuk tetap kurangi mobilitas. Kalau ndak perlu-perlu amat ya gak usah bejalan,” pungkasnya. (ris)

Keluarga besar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sintang berduka. Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan Penyakit Menular (P3M) Dinkes Sintang, Eko Sudiarto meninggal dunia di Ruang Isolasi Tekanan Negatif (RITN) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M. Djoen Sintang pada Minggu (13/6) pukul 22.30.

“Kami dari keluarga besar Dinas Kesehatan. Juga mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga almarhum bapak Eko Sudiarto,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Harysinto Linoh.

Almarhum Eko Sudiarto menurut Sinto merupakan sosok yang mudah bergaul dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Sinto pun mengucapkan terima kasih atas jasa dan pengabdian selama bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.

Selain bertugas sebagai Kasi Pencegahan Penyakit di Dinkes Sintang, almarhum Eko Sudiarto semasa hidup juga tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang. Sehingga almarhum juga berperan dalam upaya penurunan angka kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Sintang. Jenazah almarhum Eko Sudiarto sudah dimakamkan pada Senin (14/6) di Jalan Dharma Putra, Kecamatan Sintang.

Baca Juga :  Dorong Desa Punya Alat Pemadam Kebakaran

Sinto mengatakan, dengan meninggalnya Eko Sudiarto, tercatat sudah dua tenaga kesehatan yang meninggal dunia di Kabupaten Sintang. “Yang pertama itu bidan kalau tak salah saya. Itupun memang bukan bekerja di Sintang, tapi domisilinya di Sintang KTP-nya. Yang kedua Pak Eko ini yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan Sintang,” ungkapnya.

Sebelumnya, almarhum Eko Sudiarto dilaporkan terjangkit Covid-19 dan menjalani perawatan di RSUD Ade M. Djoen Sintang. “Beliau dinyatakan positif pada tanggal 9 (Mei). Kemudian langsung dirawat di RSUD Ade Muhammad Djoen. Meninggalnya malam, pukul 22.30,” jelasnya.

Disampaikan oleh Sinto, bahwa selain terjangkit Covid-19, almarhum Eko juga memiliki komorbid atau penyakit penyerta. “Ada komorbid penyakit kencing manis,” ucap Sinto.

Terkait kabar bahwa almarhum Eko Sudiarto terjangkit Covid-19 sepulang dari Sambas pada mudik lebaran lalu, Sinto mengatakan bahwa hal itu masih ditelusuri. “Kami masih menelusuri ya beliau itu terjangkitnya dari mana. Karena kan beliau ada melakukan beberapa perjalanan. Tapi masih kita telusuri,” ujarnya.

Baca Juga :  Delapan Positif, Satu Meninggal

Gugurnya tenaga kesehatan ini, menurut Sinto menjadi pengingat para tenaga kesehatan lainnya yang ditugasi untuk menangani Covid-19 di Kabupaten Sintang agar terus memperhatikan protokol kesehatan saat menjalankan tugasnya. “Tenaga kesehatan juga harus tetap berhati-hati. Kemudian tenaga kesehatan juga harus mematuhi protokol kesehatan benar-benar. Baik dalam merawat pasien maupun di kehidupan sehari-hari,” imbaunya.

Selain itu menurutnya warga Sintang juga dapat mengambil pelajaran dari meninggalnya tenaga kesehatan akibat Covid-19 ini. Dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Serta segera memeriksakan diri jika dirasa mengalami gejala-gejala terjangkit Covid-19. “Jangan sampailah dengan gugurnya beliau ini, masyarakat masih belum tergerak untuk menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Ia juga meminta warga Sintang untuk mengurangi mobilitas. Karena menurutnya sebagian besar kasus konfirmasi Covid-19 di Sintang disumbangkan oleh pelaku perjalanan. “Baik perjalanan ke luar kota atau luar pulau. Jadi kita juga mengimbau masyarakat untuk tetap kurangi mobilitas. Kalau ndak perlu-perlu amat ya gak usah bejalan,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/