alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

SMA TBK Gelar Sosialisasi Literasi Nasional 

DALAM rangka meningkatkan minat literasi di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa (TBK),  tim guru bahasa Indonesia di sekolah tranama itu merancang program  bertajuk Gerakan Literasi Taruna Gemar Baca Tulis. Program kegiatan ini dibuka oleh Balai Bahasa Kalimantan Barat, Jumat (10/1) di Aula Adijanto SMA TBK.  Sosialiasi berlangsung dari pukul 08.30-11.15 Wiba.

Kepala SMA TBK, Anton Wijaya, SH mengawali acara pembukaan dengan menyampaikan sambutannya.  Dalam kesempatan itu, Anton memaparkan secara ringkas apa itu literasi. Dia juga menguraikan data-data yang dikutip dari PISA (The Programme for International Student Assessment) tahun 2019. Bahwa Indonesia menduduki peringkat literasi ketujuh jika dibandingkan dengan beberapa negara di seluruh dunia. “Namun sayangnya peringkat tersebut jika diurutkan, berada di urutan terbawah,” Anton menegaskan.

Ketua panitia pelaksana Septi Arsista Dwikurniasari, S. Pd dalam sambutannya menyatakan terdapat beberapa hal yang melatar belakangi terbentuknya program ini. Antara lain  mengetahi bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, namun pada kenyataannya Indonesia merupakan satu di antara negara dengan tingkat literasi rendah. Rendahnya literasi ini merupakan masalah mendasar yang memiliki dampak besar dan luas bagi kemajuan bangsa dan negara.  Berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan dan pertumbuhan pembangunan bangsa. Ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini, seperti: ketersediaan buku yang tidak merata di seluruh Indonesia serta rendahnya motivasi dan minat dalam membaca.

Baca Juga :  Bagikan 10 Ribu Masker

“Padahal saat ini kita sedang memasuki era teknologi dan informasi yang semakin hari semakin maju. Sehingga kita diharuskan untuk memiliki kemampuan membaca, dalam hal ini yaitu memahami teks secara analitis dan kritis,” ungkapnya. Selain itu, terjadi kebiasaan yang cukup besar pada peserta didik di Indonesia, yang memiliki kebiasaan untuk selalu mencari jawaban di Internet tanpa harus membaca kalimat-kalimat panjang. Hal ini membuat peserta didik tidak terbiasa untuk menganalisis atau mengidentifikasi sebuah bacaan untuk memecahkan permasalahan atau bahkan menemukan jawaban.

Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu adanya tindakan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, dan dalam hal ini literasi akan mengambil peranan penting yang ditujukan kepada generasi muda penerus bangsa, yaitu para pelajar.

Adapun  tujuan dari pelaksanaan program ini antara lain, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia  dimulai dari peserta didik khususnya siswa SMA TBK sebagai bagian dari generasi muda penerus bangsa, meningkatkan minat membaca dan menulis siswa/siswi SMA TBK  pada tahap memahami dan menganalisis teks bacaan. Serta merefleksikannya ke dalam bentuk tulisan (produk berupa teks sastra maupun nonsastra).

Laporan diakhiri dengan harapan agar program Gerakan Literasi Taruna Gemar Baca Tulis dapat berjalan dengan baik dan lancer. Serta terpenting adalah siswa SMA TBK termotivasi untuk membaca dan menulis.

Baca Juga :  Covid-19 Renggut 163 Warga Sintang

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMA TBK  dengan peserta terdiri dari  kelas X dan kelas XI. Pemateri untuk kegiatan ini menghadirkan penyuluh dari Balai Bahasa Kalbar, satu diantaranya Yeni Yulianti. Pemateri lulusan Magister Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (2015) ini adalah alumnus SMA Taruna Bumi Khatulistiwa angkatan ke-3. Aktif menulis puisi, cerpen, esai, jurnal dan karya ilmiah lainnya tentang sastra, budaya, isu-isu lingkungan dan ekofeminisme.

Materi yang diberikan oleh Balai Bahasa Kalbar yaitu tentang literasi (menumbuhkan minat baca dan tulis siswa SMA). Berupa pengarahan penggunaan aplikasi sebagai media tulis, kegiatan membaca yaitu siswa melakukan eksplorasi guna menemukan dan mengumpulkan bahan bacaan terkait materi yang diberikan, dan tahap akhir adalah penilaian karya siswa.

Materi oleh  Yeni Yulianti berlangsung selama kurang lebih 90 menit.  Di tengah penjelasan, Yeni juga memberikan tugas kecil kepada peserta. Dengan menampilkan sebuah video berisi pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim berjudul Prespektif Baru Dari Hasil Studi PISA 201. Siswa diminta untuk menuliskan argumennya terhadap video tersebut di selembar kertas. Tulisan terbaik yang dilihat dari segi isi serta kaidah penulisan bahasa Indonesia akan dilaporkan oleh pemateri kepada panitia pelaksana setelah dinilai. (tbk/ser)

DALAM rangka meningkatkan minat literasi di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa (TBK),  tim guru bahasa Indonesia di sekolah tranama itu merancang program  bertajuk Gerakan Literasi Taruna Gemar Baca Tulis. Program kegiatan ini dibuka oleh Balai Bahasa Kalimantan Barat, Jumat (10/1) di Aula Adijanto SMA TBK.  Sosialiasi berlangsung dari pukul 08.30-11.15 Wiba.

Kepala SMA TBK, Anton Wijaya, SH mengawali acara pembukaan dengan menyampaikan sambutannya.  Dalam kesempatan itu, Anton memaparkan secara ringkas apa itu literasi. Dia juga menguraikan data-data yang dikutip dari PISA (The Programme for International Student Assessment) tahun 2019. Bahwa Indonesia menduduki peringkat literasi ketujuh jika dibandingkan dengan beberapa negara di seluruh dunia. “Namun sayangnya peringkat tersebut jika diurutkan, berada di urutan terbawah,” Anton menegaskan.

Ketua panitia pelaksana Septi Arsista Dwikurniasari, S. Pd dalam sambutannya menyatakan terdapat beberapa hal yang melatar belakangi terbentuknya program ini. Antara lain  mengetahi bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, namun pada kenyataannya Indonesia merupakan satu di antara negara dengan tingkat literasi rendah. Rendahnya literasi ini merupakan masalah mendasar yang memiliki dampak besar dan luas bagi kemajuan bangsa dan negara.  Berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan dan pertumbuhan pembangunan bangsa. Ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini, seperti: ketersediaan buku yang tidak merata di seluruh Indonesia serta rendahnya motivasi dan minat dalam membaca.

Baca Juga :  Rapid Test Capai 2 Ribu Orang

“Padahal saat ini kita sedang memasuki era teknologi dan informasi yang semakin hari semakin maju. Sehingga kita diharuskan untuk memiliki kemampuan membaca, dalam hal ini yaitu memahami teks secara analitis dan kritis,” ungkapnya. Selain itu, terjadi kebiasaan yang cukup besar pada peserta didik di Indonesia, yang memiliki kebiasaan untuk selalu mencari jawaban di Internet tanpa harus membaca kalimat-kalimat panjang. Hal ini membuat peserta didik tidak terbiasa untuk menganalisis atau mengidentifikasi sebuah bacaan untuk memecahkan permasalahan atau bahkan menemukan jawaban.

Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu adanya tindakan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, dan dalam hal ini literasi akan mengambil peranan penting yang ditujukan kepada generasi muda penerus bangsa, yaitu para pelajar.

Adapun  tujuan dari pelaksanaan program ini antara lain, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia  dimulai dari peserta didik khususnya siswa SMA TBK sebagai bagian dari generasi muda penerus bangsa, meningkatkan minat membaca dan menulis siswa/siswi SMA TBK  pada tahap memahami dan menganalisis teks bacaan. Serta merefleksikannya ke dalam bentuk tulisan (produk berupa teks sastra maupun nonsastra).

Laporan diakhiri dengan harapan agar program Gerakan Literasi Taruna Gemar Baca Tulis dapat berjalan dengan baik dan lancer. Serta terpenting adalah siswa SMA TBK termotivasi untuk membaca dan menulis.

Baca Juga :  Lawan Narkoba dan Radikalisme

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMA TBK  dengan peserta terdiri dari  kelas X dan kelas XI. Pemateri untuk kegiatan ini menghadirkan penyuluh dari Balai Bahasa Kalbar, satu diantaranya Yeni Yulianti. Pemateri lulusan Magister Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (2015) ini adalah alumnus SMA Taruna Bumi Khatulistiwa angkatan ke-3. Aktif menulis puisi, cerpen, esai, jurnal dan karya ilmiah lainnya tentang sastra, budaya, isu-isu lingkungan dan ekofeminisme.

Materi yang diberikan oleh Balai Bahasa Kalbar yaitu tentang literasi (menumbuhkan minat baca dan tulis siswa SMA). Berupa pengarahan penggunaan aplikasi sebagai media tulis, kegiatan membaca yaitu siswa melakukan eksplorasi guna menemukan dan mengumpulkan bahan bacaan terkait materi yang diberikan, dan tahap akhir adalah penilaian karya siswa.

Materi oleh  Yeni Yulianti berlangsung selama kurang lebih 90 menit.  Di tengah penjelasan, Yeni juga memberikan tugas kecil kepada peserta. Dengan menampilkan sebuah video berisi pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim berjudul Prespektif Baru Dari Hasil Studi PISA 201. Siswa diminta untuk menuliskan argumennya terhadap video tersebut di selembar kertas. Tulisan terbaik yang dilihat dari segi isi serta kaidah penulisan bahasa Indonesia akan dilaporkan oleh pemateri kepada panitia pelaksana setelah dinilai. (tbk/ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/