alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Midji Imbau Jangan Berkunjung ke Sintang

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memberikan atensi khusus terhadap penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Sintang. Kondisi saat ini menurutnya angka keterjangkitan di Sintang sangat tinggi. Bahkan lebih dari 80 persen tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit (RS) telah terisi.

“Maka saya imbau kalau tidak penting jangan dulu berkunjung ke Sintang,” pesannya, Kamis (15/4).

Dari data perkembangan kasus Covid-19, dalam dua hari terakhir memang terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi di Sintang. Jika data harian Rabu (14/4) terjadi penambahan 25 kasus baru, pada Kamis (15/4) kembali ada tambahan 17 kasus positif Covid-19 di Sintang.

“Warung kopi, kafe dan rumah makan perlu dibatasi jam operasionalnya dan lakukan swab (tes usap) antigen dan PCR massal. Saya minta Kadiskes Provinsi ke Sintang,” katanya.

Baca Juga :  Rajin Periksa Kesehatan Dengan Program Prolanis, Amprinani Tetap Bugar di Usia Tua

Selain Sintang orang nomor satu di Kalbar itu juga mengingatkan kabupaten di sekitranya. Seperti di Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau dan Sanggau. Daerah tersebut diminta ekstra ketat dalam mengendalikan Covid-19. Atas nama Satgas Covid-19 Kalbar, ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sanggau yang telah bergerak cepat menegakkan protokol kesehatan di daerahnya.

“Yang tidak pakai masker tilang saja. Ini kondisi boleh dikatakan bahaya. Saya minta masyarakat yang demam, batuk, flu semua diambil swab agar tidak fatal,” ujarnya.

Semua itu menurutnya perlu dilakukan semata-mata untuk keselamatan masyarakat. Bukan untuk menghambat daerah tersebut. Untuk daerah yang angka keterjangkitannya tinggi Midji berharap bupati atau wali kotanya melakukan beberapa langkah. Seperti razia masker, menghentikan sekolah tatap muka, menerapkan jam malam, bekerja dari rumah (WFH) 50 persen dan batasi orang berkunjung.

Baca Juga :  17 Ton Beras Untuk Korban Banjir

“Jadi saya harap bisa dimaklumi. Kalau tak perlu di rumah saja dan tetap pakai masker. Tarawih juga perlu jaga jarak dan pakai masker,” pungkasnya.(bar)

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memberikan atensi khusus terhadap penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Sintang. Kondisi saat ini menurutnya angka keterjangkitan di Sintang sangat tinggi. Bahkan lebih dari 80 persen tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit (RS) telah terisi.

“Maka saya imbau kalau tidak penting jangan dulu berkunjung ke Sintang,” pesannya, Kamis (15/4).

Dari data perkembangan kasus Covid-19, dalam dua hari terakhir memang terjadi peningkatan kasus yang cukup tinggi di Sintang. Jika data harian Rabu (14/4) terjadi penambahan 25 kasus baru, pada Kamis (15/4) kembali ada tambahan 17 kasus positif Covid-19 di Sintang.

“Warung kopi, kafe dan rumah makan perlu dibatasi jam operasionalnya dan lakukan swab (tes usap) antigen dan PCR massal. Saya minta Kadiskes Provinsi ke Sintang,” katanya.

Baca Juga :  17 Ton Beras Untuk Korban Banjir

Selain Sintang orang nomor satu di Kalbar itu juga mengingatkan kabupaten di sekitranya. Seperti di Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau dan Sanggau. Daerah tersebut diminta ekstra ketat dalam mengendalikan Covid-19. Atas nama Satgas Covid-19 Kalbar, ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sanggau yang telah bergerak cepat menegakkan protokol kesehatan di daerahnya.

“Yang tidak pakai masker tilang saja. Ini kondisi boleh dikatakan bahaya. Saya minta masyarakat yang demam, batuk, flu semua diambil swab agar tidak fatal,” ujarnya.

Semua itu menurutnya perlu dilakukan semata-mata untuk keselamatan masyarakat. Bukan untuk menghambat daerah tersebut. Untuk daerah yang angka keterjangkitannya tinggi Midji berharap bupati atau wali kotanya melakukan beberapa langkah. Seperti razia masker, menghentikan sekolah tatap muka, menerapkan jam malam, bekerja dari rumah (WFH) 50 persen dan batasi orang berkunjung.

Baca Juga :  Masa Covid-19, Internet Belum Ramah ke Disabilitas

“Jadi saya harap bisa dimaklumi. Kalau tak perlu di rumah saja dan tetap pakai masker. Tarawih juga perlu jaga jarak dan pakai masker,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/