alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Tren Kunjungan Perpustakaan Kian Sepi

SINTANG-Di hari kunjung perpustakaan, total kunjungan di Perpustakaan Kabupaten Sintang menunjukkan tren penurunan dari 2 tahun sebelumnya.

Pandemi global akibat virus Covid-19 disalahkan atas keadaan ini, karena membatasi ruang gerak masyarakat. Sekaligus karena anggaran untuk bidang perpustakaan yang harus dipangkas karena penanganan pandemi dianggap lebih urgen, Rabu (15/9).

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang, Iwan Setiadi. Pandemi Covid-19 yang sudah menjalani tahun keduanya ini menurut Iwan menghadirkan beberapa kendala baginya dalam memberikan layanan publik. Khususnya dalam upaya pembudayaan kegemaran membaca dan peningkatan literasi masyarakat.

“Kendala yang paling terasa adalah penutupan layanan kunjungan perpustakaan yang sempat terjadi beberapa kali,” ujarnya.

Pengalihan (refocusing) anggaran karena Covid-19 juga juga dinilainya menjadi masalah. Ia juga mengatakan kalau hal tersebut akan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Sintang di 2021.

Baca Juga :  Rumah Layak Huni Kembali Diberikan pada Warga

Dijelaskan Iwan bahwa akibat dari refocusing anggaran, terjadi pembatalan atau penghapusan kegiatan yang sebenarnya dapat meningkatkan IPLM.

“IPLM Kabupaten Sintang Tahun 2020 masih berada pada poin 7,50. Kemungkinan akan turun pada tahun 2021 ini akibat dari hal tersebut di atas. Harapan kami kemungkinan penurunan IPLM tersebut tidak disertai dengan penurunan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM),” katanya. Adapun TGM di Kabupaten Sintang Tahun 2020 adalah 43,08 (sedang).

Tingkat kunjungan ke Perpustakaan Sintang sempat mencapai puncaknya di tahun 2019 dengan total 11.690 pengunjung. Lalu pada tahun 2020 turun menjadi 2.339 pengunjung.. Sedangkan sejak Januari hingga awal September, mencatatkan angka 925 kunjungan.

Di tengah berbagai kendala yang hadir dalam memberikan pelayanan perpustakaan ini, ia mengatakan bahwa Hari Kunjung Perpustakaan adalah pengingat untuk tetap memberikan pelayanan prima kepada pemustaka. Pada peringatan momen itu juga, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang memberikan apresiasi kepada pengunjung dengan menyerahkan sertifikat Reading Record.

Baca Juga :  Midji Imbau Jangan Berkunjung ke Sintang

Dikatakan Iwan, sertifikat tersebut adalah bentuk apresiasi terhadap para pembaca buku. Karena menurutnya, orang yang rajin membaca buku perlu diberi apresiasi.

Bentuk apresiasi tersebut diharapkan akan memotivasi serta menumbuhkembangkan minat baca dan budaya baca masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang pada akhirnya akan berpengaruh pada tingkat kegemaran membaca masyarakat.

Berkaca dari keterbatasan masyarakat di masa pandemi, Iwan mengatakan sudah seharusnya memanfaatkan teknologi digital untuk mendekatkan perpustakaan pada masyarakat. Seperti menyediakan fasilitas perpustakaan digital atau e-book. Namun rencana tersebut harus terkendala refocusing anggaran.

“Rencana penyediaan fasilitas perpustakaan digital yang dapat diakses masyarakat hanya tinggal wacana terkena imbas refocusing anggaran. Semoga kondisi ini tidak berpengaruh terhadap penurunan TGM tahun 2021, yang hasil surveinya akan diketahui pada awal tahun 2022 yang akan datang,” pungkasnya.  (ris)

SINTANG-Di hari kunjung perpustakaan, total kunjungan di Perpustakaan Kabupaten Sintang menunjukkan tren penurunan dari 2 tahun sebelumnya.

Pandemi global akibat virus Covid-19 disalahkan atas keadaan ini, karena membatasi ruang gerak masyarakat. Sekaligus karena anggaran untuk bidang perpustakaan yang harus dipangkas karena penanganan pandemi dianggap lebih urgen, Rabu (15/9).

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang, Iwan Setiadi. Pandemi Covid-19 yang sudah menjalani tahun keduanya ini menurut Iwan menghadirkan beberapa kendala baginya dalam memberikan layanan publik. Khususnya dalam upaya pembudayaan kegemaran membaca dan peningkatan literasi masyarakat.

“Kendala yang paling terasa adalah penutupan layanan kunjungan perpustakaan yang sempat terjadi beberapa kali,” ujarnya.

Pengalihan (refocusing) anggaran karena Covid-19 juga juga dinilainya menjadi masalah. Ia juga mengatakan kalau hal tersebut akan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Sintang di 2021.

Baca Juga :  Rumah Layak Huni Kembali Diberikan pada Warga

Dijelaskan Iwan bahwa akibat dari refocusing anggaran, terjadi pembatalan atau penghapusan kegiatan yang sebenarnya dapat meningkatkan IPLM.

“IPLM Kabupaten Sintang Tahun 2020 masih berada pada poin 7,50. Kemungkinan akan turun pada tahun 2021 ini akibat dari hal tersebut di atas. Harapan kami kemungkinan penurunan IPLM tersebut tidak disertai dengan penurunan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM),” katanya. Adapun TGM di Kabupaten Sintang Tahun 2020 adalah 43,08 (sedang).

Tingkat kunjungan ke Perpustakaan Sintang sempat mencapai puncaknya di tahun 2019 dengan total 11.690 pengunjung. Lalu pada tahun 2020 turun menjadi 2.339 pengunjung.. Sedangkan sejak Januari hingga awal September, mencatatkan angka 925 kunjungan.

Di tengah berbagai kendala yang hadir dalam memberikan pelayanan perpustakaan ini, ia mengatakan bahwa Hari Kunjung Perpustakaan adalah pengingat untuk tetap memberikan pelayanan prima kepada pemustaka. Pada peringatan momen itu juga, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang memberikan apresiasi kepada pengunjung dengan menyerahkan sertifikat Reading Record.

Baca Juga :  Monitor Penyelenggaraan Pilkada Sintang

Dikatakan Iwan, sertifikat tersebut adalah bentuk apresiasi terhadap para pembaca buku. Karena menurutnya, orang yang rajin membaca buku perlu diberi apresiasi.

Bentuk apresiasi tersebut diharapkan akan memotivasi serta menumbuhkembangkan minat baca dan budaya baca masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang pada akhirnya akan berpengaruh pada tingkat kegemaran membaca masyarakat.

Berkaca dari keterbatasan masyarakat di masa pandemi, Iwan mengatakan sudah seharusnya memanfaatkan teknologi digital untuk mendekatkan perpustakaan pada masyarakat. Seperti menyediakan fasilitas perpustakaan digital atau e-book. Namun rencana tersebut harus terkendala refocusing anggaran.

“Rencana penyediaan fasilitas perpustakaan digital yang dapat diakses masyarakat hanya tinggal wacana terkena imbas refocusing anggaran. Semoga kondisi ini tidak berpengaruh terhadap penurunan TGM tahun 2021, yang hasil surveinya akan diketahui pada awal tahun 2022 yang akan datang,” pungkasnya.  (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/