alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Dapati 3 Pengunjung Positif Antigen

SINTANG-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang sedang gencar menggelar razia gabungan yang menyasar pusat kegiatan berkumpul masyarakat seperti warung kopi. Selain melakukan pemeriksaan dini terhadap dugaan penularan Covid-19 kepada pengunjung dan pengelola warung kopi, juga sekaligus memberikan himbauan penegakkan protokol kesehatan, Minggu (18/4).

Razia ini diikuti oleh anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang, yaitu jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Polres Sintang, Kodim 1205/Sintang, Satpol PP Kabupaten Sintang, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang.

Razia gabungan ini sudah dilakukan 3 hari berturut-turut, mulai Kamis hingga Sabtu. Total sudah menyasar 5 warung kopi atau kafe. Total razia tersebut telah menemukan 3 orang yang positif usai di tes antigen.

“Yang antigennya positif langsung kita isolasi di rusunawa milik Pemda Kabupaten Sintang. Sebelumnya yang positif antigennya ini tidak tahu. Karena merasa tidak ada gejala,” ucap Kadinkes Sintang, Harysinto Linoh. Ia mengatakan, temuan ini membuktikan kalau aktivitas masyarakat berkumpul di warung kopi memiliki potensi yang tinggi untuk menularkan virus Covid-19. Temuan ini ia harapkan jadi pelajaran bagi masyarakat Sintang agar menghindari mobilitas dan aktivitas berkumpul.

Baca Juga :  Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengatakan Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang sudah berusaha membangun kesadaran masyarakat dengan pendekatan persuasif. Selain itu upaya penindakan bagi masyarakat yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan juga sudah dilaksanakan. “Namun membangun kesadaran masyarakat kita memang tidak mudah. Perlu waktu dan perlu semangat serta dukungan seluruh masyarakat,” ucapnya.

Covid-19 ini, kata Martin bukan hanya persoalan pemerintah dan aparat penegak hukum. Tetapi juga menjadi persoalan dan tanggung jawab seluruh masyarakat. Oleh karenanya, seluruh pihak punya tanggung jawab untuk bersama-sama membantu menangani Covid-19.

“Sintang memang sedang menghadapi masalah besar berkaitan dengan peningkatan angka masyarakat yang terpapar Covid-19,” ucapnya. Namun ia mengakui, peningkatan ini lantaran Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang lebih proaktif dalam melakukan tracing. Sehingga angka temuan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat.

Baca Juga :  Kadin Turun Langsung ke Lokasi Banjir, Bagikan 2 Ton Beras dan Sembako

Menyikapi kenaikan ini, Martin mengatakan Pemkab Sintang juga sedang gencar meningkatkan upaya-upaya pencegahan. Seperti melakukan razia yang sudah berlangsung selama 3 malam ini.

Warung kopi yang tidak patuh protokol kesehatan dan ditemukan adanya pengunjung yang positif pun diminta untuk tidak buka selama 3 hari dan melakukan disinfeksi di tempat tersebut.

“Mudah-mudahan dengan shock therapy dua malam berturut-turut ini akan memberikan dampak yang positif. Artinya tingkat kerumunan di warung-warung kopi, tempat-tempat hiburan bisa menurun. Tapi tidak karena adanya penertiban. Tetapi karena munculnya kesadaran masyarakat kita bahwa memang penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang memang sudah membahayakan,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang sedang gencar menggelar razia gabungan yang menyasar pusat kegiatan berkumpul masyarakat seperti warung kopi. Selain melakukan pemeriksaan dini terhadap dugaan penularan Covid-19 kepada pengunjung dan pengelola warung kopi, juga sekaligus memberikan himbauan penegakkan protokol kesehatan, Minggu (18/4).

Razia ini diikuti oleh anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang, yaitu jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Polres Sintang, Kodim 1205/Sintang, Satpol PP Kabupaten Sintang, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang.

Razia gabungan ini sudah dilakukan 3 hari berturut-turut, mulai Kamis hingga Sabtu. Total sudah menyasar 5 warung kopi atau kafe. Total razia tersebut telah menemukan 3 orang yang positif usai di tes antigen.

“Yang antigennya positif langsung kita isolasi di rusunawa milik Pemda Kabupaten Sintang. Sebelumnya yang positif antigennya ini tidak tahu. Karena merasa tidak ada gejala,” ucap Kadinkes Sintang, Harysinto Linoh. Ia mengatakan, temuan ini membuktikan kalau aktivitas masyarakat berkumpul di warung kopi memiliki potensi yang tinggi untuk menularkan virus Covid-19. Temuan ini ia harapkan jadi pelajaran bagi masyarakat Sintang agar menghindari mobilitas dan aktivitas berkumpul.

Baca Juga :  Perhatikan Korban Kebakaran Komplek Pasar Tembesuk

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengatakan Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang sudah berusaha membangun kesadaran masyarakat dengan pendekatan persuasif. Selain itu upaya penindakan bagi masyarakat yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan juga sudah dilaksanakan. “Namun membangun kesadaran masyarakat kita memang tidak mudah. Perlu waktu dan perlu semangat serta dukungan seluruh masyarakat,” ucapnya.

Covid-19 ini, kata Martin bukan hanya persoalan pemerintah dan aparat penegak hukum. Tetapi juga menjadi persoalan dan tanggung jawab seluruh masyarakat. Oleh karenanya, seluruh pihak punya tanggung jawab untuk bersama-sama membantu menangani Covid-19.

“Sintang memang sedang menghadapi masalah besar berkaitan dengan peningkatan angka masyarakat yang terpapar Covid-19,” ucapnya. Namun ia mengakui, peningkatan ini lantaran Satgas Covid-19 Kabupaten Sintang lebih proaktif dalam melakukan tracing. Sehingga angka temuan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat.

Baca Juga :  Silat Hilir Banjir Lagi

Menyikapi kenaikan ini, Martin mengatakan Pemkab Sintang juga sedang gencar meningkatkan upaya-upaya pencegahan. Seperti melakukan razia yang sudah berlangsung selama 3 malam ini.

Warung kopi yang tidak patuh protokol kesehatan dan ditemukan adanya pengunjung yang positif pun diminta untuk tidak buka selama 3 hari dan melakukan disinfeksi di tempat tersebut.

“Mudah-mudahan dengan shock therapy dua malam berturut-turut ini akan memberikan dampak yang positif. Artinya tingkat kerumunan di warung-warung kopi, tempat-tempat hiburan bisa menurun. Tapi tidak karena adanya penertiban. Tetapi karena munculnya kesadaran masyarakat kita bahwa memang penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang memang sudah membahayakan,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/