alexametrics
24.4 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Tak Boleh Main-main Soal Ilegal Mining

SINTANG-Kejaksaan Negeri Sintang akhirnya memusnahkan barang bukti dari tindak pindana umum dan tindak pidana khusus yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Barang bukti yang telah dihancurkan ini, berangkat dari pelbagai kasus yang telah ditangani di Kabupaten Sintang dan Melawi, sejak 2019 dan 2020.

Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Imran saat memimpin giat tersebut berujar, setidaknya ada enam perkara barang bukti yang dimusnahkan. Mulai dari narkoba, judi, tambang emas, perkara minyak. Perkara lainnya seperti karhutla, pencurian, dan perkara konservasi sumber daya alam dan dua perkara tindak pidana khusus bea cukai rokok.

Dari serangkaian kasus tersebut, Imran memaparkan, ada beberapa kasus yang tampak meningkat, yakni narkoba, tambang emas ilegal dan pelecehan seksual.

“Ini illegal mining, pertambangan yang tak mempunyai izin, itu adalah program andalan kita yang meski dituntaskan. Sebab dapat merusak lingkungan,” ungkapnya saat pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sintang, Kamis (18/6).

Baca Juga :  Infrastruktur Pendukung Jadi Kendala ANBK

Menyoal penambang tanpa izin atau illegal mining, Imran menegaskan, bahwa pihaknya sangat serius menangani hal tersebut.

“Kita tak main-main kalau soal illegal mining ini dalam hal penegakkan hukumnya, oleh sebab itu, barang bukti termasuk lantingnya juga turut dimusnahkan,” tambahnya.

Terkait pemusnahan barang bukti itu, Imran menjelaskan, bahwa giat itu merupakan tugas akhir dari jaksa mengeksekusi perkara.

“Akhir dari tugas jaksa eksekusi orang, maupun barang bukti. Dan ini kita eksekusi beberapa barang bukti, kewajiban kita sampaikan dan kita umumkan kepada semua pihak, khususnya penyidik, bahwa perkara yang inckrah ujungnya eksekusi,” ucap Imran.

Sebenarnya, pemusnahan barang bukti tersebut sudah lama direncanakan. Namun, karena pandemi corona, rencana dibatalkan dan baru terlaksana hari ini.

“Kita sudah mulai situasi normal. Kita coba untuk memulihkan tugas kita. Pemusnahan barang bukti tindak pidana umum dan tindak pidana khusus ini semuanya telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” kata Imran.

Baca Juga :  Mobil PCR Tiba di Kabupaten Sintang, Siap Periksa 500 Sampel Perhari

Sementara, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sintang, Andi Tri Saputro menjelaskan, barang bukti tersebut terdiri dari 85 perkara narkotika, 21 perkara judi, 16 perkara tambang emas illegal, Karhutla, pencurian, senjata api, dan dua perkara khusus, yakni bea cukai rokok.

“Kalau untuk narkotika itu ada 200 gram jenis shabu, ekstasi 40 butir dan 2 bungkus ganja yang kita hancurkan. Sama halnya juga dengan yang lain, termasuk 19 mesin dari perkara tambang emas,” ungkap Kasi Pidum yang akbran dipanggil Putro ini.

Selain itu, pihaknya juga menghancurkan pelbagai senjata tajam, dari jenis parang, clurit dan linggis. “Ada juga dua senjata api, 55 Kilogram sisi trenggiling dan 104 handphone turut kita musnahkan,” tandasnya. (fds)

SINTANG-Kejaksaan Negeri Sintang akhirnya memusnahkan barang bukti dari tindak pindana umum dan tindak pidana khusus yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Barang bukti yang telah dihancurkan ini, berangkat dari pelbagai kasus yang telah ditangani di Kabupaten Sintang dan Melawi, sejak 2019 dan 2020.

Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Imran saat memimpin giat tersebut berujar, setidaknya ada enam perkara barang bukti yang dimusnahkan. Mulai dari narkoba, judi, tambang emas, perkara minyak. Perkara lainnya seperti karhutla, pencurian, dan perkara konservasi sumber daya alam dan dua perkara tindak pidana khusus bea cukai rokok.

Dari serangkaian kasus tersebut, Imran memaparkan, ada beberapa kasus yang tampak meningkat, yakni narkoba, tambang emas ilegal dan pelecehan seksual.

“Ini illegal mining, pertambangan yang tak mempunyai izin, itu adalah program andalan kita yang meski dituntaskan. Sebab dapat merusak lingkungan,” ungkapnya saat pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sintang, Kamis (18/6).

Baca Juga :  Vaksinasi Merdeka Utamakan Anak Usia Sekolah

Menyoal penambang tanpa izin atau illegal mining, Imran menegaskan, bahwa pihaknya sangat serius menangani hal tersebut.

“Kita tak main-main kalau soal illegal mining ini dalam hal penegakkan hukumnya, oleh sebab itu, barang bukti termasuk lantingnya juga turut dimusnahkan,” tambahnya.

Terkait pemusnahan barang bukti itu, Imran menjelaskan, bahwa giat itu merupakan tugas akhir dari jaksa mengeksekusi perkara.

“Akhir dari tugas jaksa eksekusi orang, maupun barang bukti. Dan ini kita eksekusi beberapa barang bukti, kewajiban kita sampaikan dan kita umumkan kepada semua pihak, khususnya penyidik, bahwa perkara yang inckrah ujungnya eksekusi,” ucap Imran.

Sebenarnya, pemusnahan barang bukti tersebut sudah lama direncanakan. Namun, karena pandemi corona, rencana dibatalkan dan baru terlaksana hari ini.

“Kita sudah mulai situasi normal. Kita coba untuk memulihkan tugas kita. Pemusnahan barang bukti tindak pidana umum dan tindak pidana khusus ini semuanya telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” kata Imran.

Baca Juga :  Lomba Ciptakan Media-Metode Belajar

Sementara, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sintang, Andi Tri Saputro menjelaskan, barang bukti tersebut terdiri dari 85 perkara narkotika, 21 perkara judi, 16 perkara tambang emas illegal, Karhutla, pencurian, senjata api, dan dua perkara khusus, yakni bea cukai rokok.

“Kalau untuk narkotika itu ada 200 gram jenis shabu, ekstasi 40 butir dan 2 bungkus ganja yang kita hancurkan. Sama halnya juga dengan yang lain, termasuk 19 mesin dari perkara tambang emas,” ungkap Kasi Pidum yang akbran dipanggil Putro ini.

Selain itu, pihaknya juga menghancurkan pelbagai senjata tajam, dari jenis parang, clurit dan linggis. “Ada juga dua senjata api, 55 Kilogram sisi trenggiling dan 104 handphone turut kita musnahkan,” tandasnya. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/