alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Guru di Sintang Buat Aplikasi Belajar

SINTANG—Sejak pandemi corona melanda, Semua aktivitas guru dan murid di sekolah terhenti. Pembelajaran lewat online pun diberlakukan. Dengan kondisi tersebut. Radiman, guru SMP Negeri 5 Satu Atap Sintang membuat aplikasi. Tujuannya mudahkan murid belajar di rumah.

Berbekal berlajar otodidak, Radiman mulai membuat aplikasi belajar. Guru Bahasa Indonesia ini membuat aplikasi untuk mempermudah murid belajar di rumah. Konten aplikasi menitik beratkan, materi untuk pelajaran kelas 9 atau kelas 3 SMP.

“Aplikasi ini khusus untuk mata perlajaran Bahasa Indonesia, karena saya guru Bahasa Indonesia,” ujar Radiman saat ditemui Pontianak Post, kemarin.

Akibat pandemi melanda, Radiman lebih punya waktu untuk membuat aplikasi tersebut. Berangkat dari otodidak di search engine dan share sesama teman di tingkat nasional, aplikasi pun berhasil ia garap pada awal bulan lalu.

Baca Juga :  Kios di Tugu BI Kembali Dimakan Api

“Saya buatnya manual pakai aplikasi articulate storyline, aplikasi untuk memuat media pembelajaran interaktif. Nah aplikasi ini saya coba untuk kelas 9 SMP. Kontennya ada bentuk teks book, contoh soal dan video. Untuk mudahkan siswa belajar di rumah,” ucap guru yang juga penulis buku ini.

Pria yang tengah melanjutkan studi S2 di FKIP Bahasa Indonesia Universitas Tanjugpura, Pontianak ini mengaku bahwa murid di rumah yang kerap menggunakan handphone lebih baiknya diarahkan untuk mengakses model pembelajaran via aplikasi. “Karena lebih interaktif dan mampu merangsang siswa untuk lebih memahami pembelajaran,” paparnya.

Aplikasi yang dibuat Radiman ini, beratnya cuma 50 MB. Bisa digunakan untuk online dan offline. Kendati belum bisa didownload melalui layanan resmi. Namun, aplikasi ini sudah disebarnya ke guru-guru yang ada di Kabupaten Bengkayang, Sambas, Landak dan Kapuas Hulu.

Baca Juga :  Mantan Kades Ella Hulu Dijebloskan ke Bui

“Tinggal saya bagikan melalui sosial media dalam format .apk nanti tinggal akses dan install saja. Bisa digunakan kalau tidak ada paket data. Praktis,” bebernya lagi.

Saat ini, dirinya masih terus memantau perkembangan dan memperbaiki aplikasi ini. Kendalanya semakin banyak bahan ajar yang dimasukkan, makin berat aplikasinya untuk di download.

Selain itu, dia juga berharap anak murid bisa memanfaatkan situasi ini untuk mengakses situs atau aplikasi yang bermanfaat. Agar pembelajaran tak terlewatkan.

“Kita berharap wabah ini bisa cepat tuntas dan kembali lagi mengajar dan bertemu murid. Tentunya aplikasi ini dibuati sebagai opsi untuk pembelajaran sistem daring bisa efektif dilaksanakan,” katanya. (fds)

SINTANG—Sejak pandemi corona melanda, Semua aktivitas guru dan murid di sekolah terhenti. Pembelajaran lewat online pun diberlakukan. Dengan kondisi tersebut. Radiman, guru SMP Negeri 5 Satu Atap Sintang membuat aplikasi. Tujuannya mudahkan murid belajar di rumah.

Berbekal berlajar otodidak, Radiman mulai membuat aplikasi belajar. Guru Bahasa Indonesia ini membuat aplikasi untuk mempermudah murid belajar di rumah. Konten aplikasi menitik beratkan, materi untuk pelajaran kelas 9 atau kelas 3 SMP.

“Aplikasi ini khusus untuk mata perlajaran Bahasa Indonesia, karena saya guru Bahasa Indonesia,” ujar Radiman saat ditemui Pontianak Post, kemarin.

Akibat pandemi melanda, Radiman lebih punya waktu untuk membuat aplikasi tersebut. Berangkat dari otodidak di search engine dan share sesama teman di tingkat nasional, aplikasi pun berhasil ia garap pada awal bulan lalu.

Baca Juga :  WTP Bukan Jamin Tidak Ada Korupsi

“Saya buatnya manual pakai aplikasi articulate storyline, aplikasi untuk memuat media pembelajaran interaktif. Nah aplikasi ini saya coba untuk kelas 9 SMP. Kontennya ada bentuk teks book, contoh soal dan video. Untuk mudahkan siswa belajar di rumah,” ucap guru yang juga penulis buku ini.

Pria yang tengah melanjutkan studi S2 di FKIP Bahasa Indonesia Universitas Tanjugpura, Pontianak ini mengaku bahwa murid di rumah yang kerap menggunakan handphone lebih baiknya diarahkan untuk mengakses model pembelajaran via aplikasi. “Karena lebih interaktif dan mampu merangsang siswa untuk lebih memahami pembelajaran,” paparnya.

Aplikasi yang dibuat Radiman ini, beratnya cuma 50 MB. Bisa digunakan untuk online dan offline. Kendati belum bisa didownload melalui layanan resmi. Namun, aplikasi ini sudah disebarnya ke guru-guru yang ada di Kabupaten Bengkayang, Sambas, Landak dan Kapuas Hulu.

Baca Juga :  Rumah Layak Huni Kembali Diberikan pada Warga

“Tinggal saya bagikan melalui sosial media dalam format .apk nanti tinggal akses dan install saja. Bisa digunakan kalau tidak ada paket data. Praktis,” bebernya lagi.

Saat ini, dirinya masih terus memantau perkembangan dan memperbaiki aplikasi ini. Kendalanya semakin banyak bahan ajar yang dimasukkan, makin berat aplikasinya untuk di download.

Selain itu, dia juga berharap anak murid bisa memanfaatkan situasi ini untuk mengakses situs atau aplikasi yang bermanfaat. Agar pembelajaran tak terlewatkan.

“Kita berharap wabah ini bisa cepat tuntas dan kembali lagi mengajar dan bertemu murid. Tentunya aplikasi ini dibuati sebagai opsi untuk pembelajaran sistem daring bisa efektif dilaksanakan,” katanya. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/