alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Kapal Wisata Bidar Hadir Di Tengah Masyarakat

SINTANG -Berangkat dari kepedulian mengenai wisata sungai, kni Kapal Wisata Bidar Pelangi Jubair yang digagas oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Sintang, telah hadir di tengah-tengah masyarakat.

Dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno di Taman Bunggur, depan Pendopo Bupati Sintang pada Kamis (20/2) pagi, akhirnya kapal tersebut resmi dioperasionalkan.

Menurut Bupati Sintang, Jarot Winarno dengan hadirnya kapal wisata bidar Pelangi Jubair ini dapat menghidupkan wisata sungai di Kota Sintang. Ia bercerita, dulu banyak kapal di Kota Sintang, seperti Junjung Buih yang kini sudah tidak ada lagi. Jadi dengan adanya Kapal Bidar Pelangi Jubair ini, diharapkan bisa menghidupkan kembali budaya sungai dan menghidupkan sektor wisata sungai di Kota Sintang. “Karena wisata sungai masih dicari oleh masyaraka,” ujarnya.

Apalagi, sambung Jarot , bahwa masyarakat dari dulu hingga kini yang berada di pesisir sungai masih melakukan aktivitas kawasan pinggiran sungai.  Ia meyakini,  sungai di Sintang masih hidup dan banyak orang melakukan aktivitasnya di sungai. “Sehingga dengan hadirnya kapal bidar ini bisa menambah wisata sungai di Kota Sintang,” tambahnya.

Baca Juga :  Bersihkan Rumah Ibadah Pasca Banjir

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sintang, H. Ade Kartawidjaja menjelaskan tujuan dibuatnya kapal bidar ini. Menurutnya, ide ini muncul atas dasar kepedulian MABM terhadap sungai sebagai lingkungan hidup yang pokok dimasa lalu, karena saat ini keberadaan sungai sudah mulai ditinggalkan, padahal sejarah mencatat, bahwa sungai menjadi tempat peradaban.

“Dengan demikian MABM Sintang menghadirkan kapal wisata sebagai sarana hiburan yang edukati serta untuk memperkuat persaudaraan antar suku dan etnis di Kabupaten Sintang,” katanya.

Ketua Umum MABM Kabupaten Sintang ini juga menjelaskan proses pembangunan kapal bidar Pelangi Jubair ini. Pertama pihaknya membeli kapal motor bandong milik swasta, kemudian dilakukan pemakalan pada lambung kapalnya.

Baca Juga :  JKN-KIS Jaring Pengaman Kesehatan Keluarga

Kemudian bangunan lama dibongkar dan diganti dengan tipe sarana wisata air dengan waktu pembuatan selama lima bulan, dengan spesifikasi panjang 20 meter, lebar 6,5 meter, tinggi 7 meter, dengan daya tampung penumpang untuk wisata sekitar 120 orang atau sekitar 7 ton dan dilengkapi dengan fasilitas keselamatan yang sesuai standar keamanan.

Lanjut Ketua Umum MABM Sintang, menjelaskan pemberian nama Kapal Bidar Pelangi Jubair dan biaya operasional menumpang kapal bidar ini.

“Pertama, kapal ini diberi nama Bidar pelangi Jubair, Bidar itu artinya besar, Pelangi itu artinya kemajemukan Kabupaten Sintang, dan Jubair itu adalah tokoh masalalu sejarah Kota Sintang, dan biaya naik kapal direncanakan sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000, untuk rute dan jadwalnya masih ditentukan selanjutnya,” ujarnya.

Setelah kegiatan peresmian, Bupati Sintang beserta rombongan, mengelilingi pinggiran sungai kapuas dan sungai melawi menggunakan Kapal Wisata Bidar Pelangi Jubair. (fds)

 

SINTANG -Berangkat dari kepedulian mengenai wisata sungai, kni Kapal Wisata Bidar Pelangi Jubair yang digagas oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Sintang, telah hadir di tengah-tengah masyarakat.

Dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno di Taman Bunggur, depan Pendopo Bupati Sintang pada Kamis (20/2) pagi, akhirnya kapal tersebut resmi dioperasionalkan.

Menurut Bupati Sintang, Jarot Winarno dengan hadirnya kapal wisata bidar Pelangi Jubair ini dapat menghidupkan wisata sungai di Kota Sintang. Ia bercerita, dulu banyak kapal di Kota Sintang, seperti Junjung Buih yang kini sudah tidak ada lagi. Jadi dengan adanya Kapal Bidar Pelangi Jubair ini, diharapkan bisa menghidupkan kembali budaya sungai dan menghidupkan sektor wisata sungai di Kota Sintang. “Karena wisata sungai masih dicari oleh masyaraka,” ujarnya.

Apalagi, sambung Jarot , bahwa masyarakat dari dulu hingga kini yang berada di pesisir sungai masih melakukan aktivitas kawasan pinggiran sungai.  Ia meyakini,  sungai di Sintang masih hidup dan banyak orang melakukan aktivitasnya di sungai. “Sehingga dengan hadirnya kapal bidar ini bisa menambah wisata sungai di Kota Sintang,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Dorong Lanjutkan PLBN Sungai Kelik

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sintang, H. Ade Kartawidjaja menjelaskan tujuan dibuatnya kapal bidar ini. Menurutnya, ide ini muncul atas dasar kepedulian MABM terhadap sungai sebagai lingkungan hidup yang pokok dimasa lalu, karena saat ini keberadaan sungai sudah mulai ditinggalkan, padahal sejarah mencatat, bahwa sungai menjadi tempat peradaban.

“Dengan demikian MABM Sintang menghadirkan kapal wisata sebagai sarana hiburan yang edukati serta untuk memperkuat persaudaraan antar suku dan etnis di Kabupaten Sintang,” katanya.

Ketua Umum MABM Kabupaten Sintang ini juga menjelaskan proses pembangunan kapal bidar Pelangi Jubair ini. Pertama pihaknya membeli kapal motor bandong milik swasta, kemudian dilakukan pemakalan pada lambung kapalnya.

Baca Juga :  Keenam Terdakwa Bebas, Peladang Kembali Diperhatikan

Kemudian bangunan lama dibongkar dan diganti dengan tipe sarana wisata air dengan waktu pembuatan selama lima bulan, dengan spesifikasi panjang 20 meter, lebar 6,5 meter, tinggi 7 meter, dengan daya tampung penumpang untuk wisata sekitar 120 orang atau sekitar 7 ton dan dilengkapi dengan fasilitas keselamatan yang sesuai standar keamanan.

Lanjut Ketua Umum MABM Sintang, menjelaskan pemberian nama Kapal Bidar Pelangi Jubair dan biaya operasional menumpang kapal bidar ini.

“Pertama, kapal ini diberi nama Bidar pelangi Jubair, Bidar itu artinya besar, Pelangi itu artinya kemajemukan Kabupaten Sintang, dan Jubair itu adalah tokoh masalalu sejarah Kota Sintang, dan biaya naik kapal direncanakan sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000, untuk rute dan jadwalnya masih ditentukan selanjutnya,” ujarnya.

Setelah kegiatan peresmian, Bupati Sintang beserta rombongan, mengelilingi pinggiran sungai kapuas dan sungai melawi menggunakan Kapal Wisata Bidar Pelangi Jubair. (fds)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/