alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Mobil PCR Tiba di Kabupaten Sintang, Siap Periksa 500 Sampel Perhari

SINTANG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh menyambut langsung kedatangan Mobile Combat PCR di kantor Dinas Kesehatan Sintang, kemarin. Mobil ini, kata Sinto, memiliki kemampuan untuk memeriksa 500 sampel swab per hari.

“Teorinya, hasil swab bisa keluar dalam jangka waktu 40 menit. Tapi karena kita masih masa penyesuaian. Hasil swab sementara ini bisa diketahui pada hari yang sama,” kata Sinto, sapaan karibnya.

Sinto mengatakan, Mobile Combat PCR merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan Pemerintah Kabupaten Sintang. “Semoga dengan hadirnya Mobile Combat PCR ini dapat lebih mempercepat penghentian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang,” harapnya.

Pihaknya sejauh ini sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengoperasikan Mobile Combat PCR yang dimaksud. “Tim sudah disiapkan. Yakni dua dokter spesialis patalogi klinik dari RSUD Ade M. Djoen Sintang. Dokter umum dari Dinas Kesehatan. Kemudian tenaga analis dari RSUD Ade M Djoen dan Labkesda,” bebernya.

Baca Juga :  Perhatikan Keselamatan Pekerja Konstruksi

Sementara ini, sambung Sinto, Mobile Compat PCR akan digunakan untuk tracking kasus saja. Seperti diketahui, Mobile Combat PCR tiba di Sintang saat kasus Covid-19 sudah dinyatakan sembuh semua. Terkait hal itu, diakui Sinto jika proses pengadaan mobil ini berlangsung cukup lama. Karena, dijelaskan dia bahwa alat-alat yang digunakan harus diinstal dan dites terlebih dahulu.

“Setelah semua itu beres, baru dikirim ke Sintang. Jadi, tidak ada kata terlambat. Meskipun semua kasus COVID-19 di Sintang sudah sembuh, tetapi kita tetap harus melakukan tracking. Kita cari lagi, kalau ada yang positif, langsung isolasi. Dengan adanya mobil ini, semua akan lebih cepat,” ucapnya.

Dikatakan Sinto, Mobile Combat PCR nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk lima kabupaten di wilayah timur Kalbar. Namun, sementara ini, dia menambahkan, masih digunakan untuk di Sintang.

Baca Juga :  Tenun Ikat Dayak Mendunia

“Kita akan terima spesimen dari Sanggau, Sekadau, Kapuas Hulu, dan Melawi. Sudah ada beberapa kabupaten yang berkoordinasi. Tapi karena mobilnya baru datang, kita melatih staf dulu. Kalau semuanya sudah lancar, baru kita terima spesimen dari kabupaten lain,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Mobile Combat PCR dibeli seharga Rp3,9 miliar beserta alat di dalamnya. Untuk reagennya saja mereka harus menyediakan anggaran Rp1,7 miliar, sehingga total lebih dari Rp5 miliar yang harus dikeluarkan.

“Jadi, mobile ini sangat berharga bagi masyarakat Kabupaten Sintang,” pungkasnya. (fds)

 

SINTANG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh menyambut langsung kedatangan Mobile Combat PCR di kantor Dinas Kesehatan Sintang, kemarin. Mobil ini, kata Sinto, memiliki kemampuan untuk memeriksa 500 sampel swab per hari.

“Teorinya, hasil swab bisa keluar dalam jangka waktu 40 menit. Tapi karena kita masih masa penyesuaian. Hasil swab sementara ini bisa diketahui pada hari yang sama,” kata Sinto, sapaan karibnya.

Sinto mengatakan, Mobile Combat PCR merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan Pemerintah Kabupaten Sintang. “Semoga dengan hadirnya Mobile Combat PCR ini dapat lebih mempercepat penghentian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang,” harapnya.

Pihaknya sejauh ini sudah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengoperasikan Mobile Combat PCR yang dimaksud. “Tim sudah disiapkan. Yakni dua dokter spesialis patalogi klinik dari RSUD Ade M. Djoen Sintang. Dokter umum dari Dinas Kesehatan. Kemudian tenaga analis dari RSUD Ade M Djoen dan Labkesda,” bebernya.

Baca Juga :  Rumah Terbakar di Desa Pelita Jaya, Arus Pendek Listrik Diduga Jadi Sebab

Sementara ini, sambung Sinto, Mobile Compat PCR akan digunakan untuk tracking kasus saja. Seperti diketahui, Mobile Combat PCR tiba di Sintang saat kasus Covid-19 sudah dinyatakan sembuh semua. Terkait hal itu, diakui Sinto jika proses pengadaan mobil ini berlangsung cukup lama. Karena, dijelaskan dia bahwa alat-alat yang digunakan harus diinstal dan dites terlebih dahulu.

“Setelah semua itu beres, baru dikirim ke Sintang. Jadi, tidak ada kata terlambat. Meskipun semua kasus COVID-19 di Sintang sudah sembuh, tetapi kita tetap harus melakukan tracking. Kita cari lagi, kalau ada yang positif, langsung isolasi. Dengan adanya mobil ini, semua akan lebih cepat,” ucapnya.

Dikatakan Sinto, Mobile Combat PCR nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk lima kabupaten di wilayah timur Kalbar. Namun, sementara ini, dia menambahkan, masih digunakan untuk di Sintang.

Baca Juga :  Minta Sama-sama Atasi Stunting

“Kita akan terima spesimen dari Sanggau, Sekadau, Kapuas Hulu, dan Melawi. Sudah ada beberapa kabupaten yang berkoordinasi. Tapi karena mobilnya baru datang, kita melatih staf dulu. Kalau semuanya sudah lancar, baru kita terima spesimen dari kabupaten lain,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Mobile Combat PCR dibeli seharga Rp3,9 miliar beserta alat di dalamnya. Untuk reagennya saja mereka harus menyediakan anggaran Rp1,7 miliar, sehingga total lebih dari Rp5 miliar yang harus dikeluarkan.

“Jadi, mobile ini sangat berharga bagi masyarakat Kabupaten Sintang,” pungkasnya. (fds)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/