alexametrics
30 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Tukang Bangunan Tersengat Listrik di Atap SDN 08

SINTANG-Seorang pekerja bangunan bernasib nahas lantaran tersengat listrik saat sedang memperbaiki atap di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 08 Sintang pada Rabu (22/9). Bunyi ledakan terdengar saat kejadian, yang juga diikuti oleh bau terbakar.

Peristiwa terjadi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Alai. Diketahui bahwa yang menjadi korban dalam musibah itu adalah Tarmiji (47), warga Kelurahan Rawa Mambok, Kecamatan Sintang. Dari keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. “Luka bakar pada jempol kaki, muka, dan tangan. Satu korban tersebut merupakan tukang bangunan,” ucap Kabag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto.

Karena menderita luka bakar serius akibat sengatan listrik di beberapa bagian tubuhnya, korban pun langsung dilarikan ke RSUD Ade M. Djoen Sintang. Untuk segera diberikan penanganan medis.

Baca Juga :  Api Lahap 10 Ruko Pasar Inpres

Kronologi kejadian bermula saat pihak SDN 08 Sintang menghubungi Tarmiji untuk memperbaiki atap bangunan sekolah yang bocor. Akhirnya Rabu (22/9) pagi, Tarmiji datang ke sekolah. Namun sekitar pukul 08.15 Wib, 2 saksi yang sedang berada di dalam sekolah mendengar ledakan, diiringi bau gosong dari luar bangunan sekolah.

Saksi langsung keluar dari dalam bangunan sekolah dan melihat korban sudah dalam keadaan kejang-kejang di atas atap seng. Korban diturunkan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Saksi pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sintang Kota.

Sementara itu, Kapolsek Sintang Kota, Iptu Sutikno memastikan bahwa luka yang diderita oleh Tarmiji di beberapa bagian tubuhnya adalah akibat sengatan listrik. “Tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis Rumah Sakit Umum Ade M. DJoen Sintang, untuk dilakukan perawatan,” katanya.

Baca Juga :  Sintang Kehilangan Sosok Pekerja Keras

Berkaca dari kejadian tersebut, ia pun menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk berhari-hari saat menjalani pekerjaan. Terlebih lagi pekerjaan yang terbilang berbahaya seperti memperbaiki atap. Ia pun berpesan agar sebelum memulai pekerjaan, untuk memastikan penyebab resiko sudah diminimalisir.

“Lebih waspada jika mengganti atau bekerja di atas atap bangunan. Pastikan saat steger atau benda lain yang mudah menghantarkan arus listrik tidak menempel ke jaringan listrik. Agar kejadian serupa tidak terjadi,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Seorang pekerja bangunan bernasib nahas lantaran tersengat listrik saat sedang memperbaiki atap di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 08 Sintang pada Rabu (22/9). Bunyi ledakan terdengar saat kejadian, yang juga diikuti oleh bau terbakar.

Peristiwa terjadi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Alai. Diketahui bahwa yang menjadi korban dalam musibah itu adalah Tarmiji (47), warga Kelurahan Rawa Mambok, Kecamatan Sintang. Dari keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. “Luka bakar pada jempol kaki, muka, dan tangan. Satu korban tersebut merupakan tukang bangunan,” ucap Kabag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto.

Karena menderita luka bakar serius akibat sengatan listrik di beberapa bagian tubuhnya, korban pun langsung dilarikan ke RSUD Ade M. Djoen Sintang. Untuk segera diberikan penanganan medis.

Baca Juga :  Panen Sawit, Seorang Karyawan Tewas Tersengat Listrik

Kronologi kejadian bermula saat pihak SDN 08 Sintang menghubungi Tarmiji untuk memperbaiki atap bangunan sekolah yang bocor. Akhirnya Rabu (22/9) pagi, Tarmiji datang ke sekolah. Namun sekitar pukul 08.15 Wib, 2 saksi yang sedang berada di dalam sekolah mendengar ledakan, diiringi bau gosong dari luar bangunan sekolah.

Saksi langsung keluar dari dalam bangunan sekolah dan melihat korban sudah dalam keadaan kejang-kejang di atas atap seng. Korban diturunkan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Saksi pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sintang Kota.

Sementara itu, Kapolsek Sintang Kota, Iptu Sutikno memastikan bahwa luka yang diderita oleh Tarmiji di beberapa bagian tubuhnya adalah akibat sengatan listrik. “Tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis Rumah Sakit Umum Ade M. DJoen Sintang, untuk dilakukan perawatan,” katanya.

Baca Juga :  Bantu Pemakaman Warga Perbatasan

Berkaca dari kejadian tersebut, ia pun menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk berhari-hari saat menjalani pekerjaan. Terlebih lagi pekerjaan yang terbilang berbahaya seperti memperbaiki atap. Ia pun berpesan agar sebelum memulai pekerjaan, untuk memastikan penyebab resiko sudah diminimalisir.

“Lebih waspada jika mengganti atau bekerja di atas atap bangunan. Pastikan saat steger atau benda lain yang mudah menghantarkan arus listrik tidak menempel ke jaringan listrik. Agar kejadian serupa tidak terjadi,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/