alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Wujudkan Sintang Kabupaten Lestari

SINTANG-Sintang bercita-cita untuk menjadi Kabupaten Lestari. Pemkab berkomitmen untuk mendukung upaya World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama Lingkar Temu Kabupaten Lestari dan Conservation Strategy Fund untuk mewujudkannya.

Program Officer WRI Indonesia, Sutra Anjani menyampaikan rencana pihaknya yang akan melakukan penelitian dan pengumpulan data untuk mendorong pengintegrasian perencanaan pembangunan, pendanaan dan perizinan untuk kelestarian daerah.  Ia juga menyampaikan tujuan dari programnya di Sintang adalah mendukung tercapainya visi dan misi Kabupaten Sintang Lestari. Yaitu mengintegrasikan proses perencanaan pembangunan, pendanaan dan perizinan yang ada. Serta meningkatkan pengertian pemangku kepentingan mengenai hubungan dan dampak dari menyelaraskan proses perencanaan pembangunan, pendanaan dan perizinan.

“Program kami di Sintang ini dilatarbelakangi oleh keinginan dan program Kabupaten Sintang yang ingin menjadi kabupaten lestari yang memerlukan sinergi antara bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Kami juga melihat, proses perencanaan, pendanaan dan perizinan belum terintegrasi di Sintang,” ungkapnya.

Sutra Anjani menambahkan, hasil akhir dari program kami nanti adalah adanya model dinamika sistem sederhana tentang pengintegrasian perencanaan pembangunan, pendanaan pembangunan dan perizinan di sektor berbasis lahan di Sintang.

Baca Juga :  Ditengah Protokol Kesehatan, Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Kayan Hilir Dijaga Ketat

Tujuan lainnya adalah penilaian tentang kebutuhan untuk peningkatan kapasitas pemangku kepentingan untuk proses pengintegrasian. “Program kami ini nanti akan bekerjasama dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari dan Conservation Strategy Fund,” ungkapnya.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sintang, Florentinus Anum, menyampaikan Pemkab Sintang menyambut baik rencana kegiatan World Resources Institute (WRI) Indonesia di Kabupaten Sintang.

“Dalam pelaksanaan pembangunan di daerah, perencanaan, pendanaan dan perizinan sangat penting disinergikan dalam mendukung kabupaten yang ramah lingkungan. Untuk mewujudkan kabupaten yang lestari dan ramah lingkungan, perlu dimulai dari perencanaan pembangunan, pengalokasian anggaran serta izin usaha yang memperhatikan aspek lingkungan,” katanya.

“Perencanaan merupakan langkah awal untuk menghasilkan pembangunan yang berpihak pada lingkungan. Pemanfaatan sumber daya alam juga harus memperhatikan aspek lingkungan,” tambah Florentinus.

Ia mengaku sangat tertarik dengan skenario dan gambaran umum rencana program WRI Indonesia di Kabupaten Sintang. Jika tercapai, tujuannya sangat membantu pemerintah dalam menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

“Sintang beruntung dan berterima kasih atas program teman-teman yang peduli dengan masalah lingkungan di Kabupaten Sintang. Hasil penelitian dan pendampingan nanti, bisa dijadikan pedoman dan pengarah bagi Pemkab Sintang dalam membangun dan memperhatikan lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Satgas Panggil Manajemen My Home

Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kartiyus menyampaikan Pemkab Sintang sangat menyambut rencana kegiatan NGO WRI Indonesia yang akan membantu Pemkab Sintang dalam memperkuat kabupaten sintang sebagai kabupaten lestari. “Kegiatan penelitian dan penyiapan model pengintegrasian perencanaan, pendanaan dan perizinan di Sintang. Kami senang, Sintang dikeroyok NGO untuk membantu Kabupaten Sintang dalam pelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Ia mengaku pihaknya sedang menyusun RPJMD Teknotratik Kabupaten Sintang 2021-2026 bersama Universitas Tanjungpura. Ia juga berjanji akan segera melakukan uji publik atas RPJMD tersebut.

“Kami juga mengumpulkan visi dan misi tiga calon Bupati Sintang. Semua pro lingkungan. Calon kepala daerah juga ternyata sudah menyerap program Sintang Lestari. Virus lestari ternyata sudah menular ke calon kepala daerah. RPJMD akan finalisasi pada 6 bulan setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sintang terpilih. Soal kegiatan WRI Indonesia di Kabupaten Sintang, kami siap bantu suplai data nanti. Pemkab Sintang 4 tahun terakhir tidak pernah mengeluarkan izin baru perusahaan perkebunan,” pungkaanya.(ris)

 

SINTANG-Sintang bercita-cita untuk menjadi Kabupaten Lestari. Pemkab berkomitmen untuk mendukung upaya World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama Lingkar Temu Kabupaten Lestari dan Conservation Strategy Fund untuk mewujudkannya.

Program Officer WRI Indonesia, Sutra Anjani menyampaikan rencana pihaknya yang akan melakukan penelitian dan pengumpulan data untuk mendorong pengintegrasian perencanaan pembangunan, pendanaan dan perizinan untuk kelestarian daerah.  Ia juga menyampaikan tujuan dari programnya di Sintang adalah mendukung tercapainya visi dan misi Kabupaten Sintang Lestari. Yaitu mengintegrasikan proses perencanaan pembangunan, pendanaan dan perizinan yang ada. Serta meningkatkan pengertian pemangku kepentingan mengenai hubungan dan dampak dari menyelaraskan proses perencanaan pembangunan, pendanaan dan perizinan.

“Program kami di Sintang ini dilatarbelakangi oleh keinginan dan program Kabupaten Sintang yang ingin menjadi kabupaten lestari yang memerlukan sinergi antara bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Kami juga melihat, proses perencanaan, pendanaan dan perizinan belum terintegrasi di Sintang,” ungkapnya.

Sutra Anjani menambahkan, hasil akhir dari program kami nanti adalah adanya model dinamika sistem sederhana tentang pengintegrasian perencanaan pembangunan, pendanaan pembangunan dan perizinan di sektor berbasis lahan di Sintang.

Baca Juga :  Bupati Ingatkan Warga untuk tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Tujuan lainnya adalah penilaian tentang kebutuhan untuk peningkatan kapasitas pemangku kepentingan untuk proses pengintegrasian. “Program kami ini nanti akan bekerjasama dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari dan Conservation Strategy Fund,” ungkapnya.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sintang, Florentinus Anum, menyampaikan Pemkab Sintang menyambut baik rencana kegiatan World Resources Institute (WRI) Indonesia di Kabupaten Sintang.

“Dalam pelaksanaan pembangunan di daerah, perencanaan, pendanaan dan perizinan sangat penting disinergikan dalam mendukung kabupaten yang ramah lingkungan. Untuk mewujudkan kabupaten yang lestari dan ramah lingkungan, perlu dimulai dari perencanaan pembangunan, pengalokasian anggaran serta izin usaha yang memperhatikan aspek lingkungan,” katanya.

“Perencanaan merupakan langkah awal untuk menghasilkan pembangunan yang berpihak pada lingkungan. Pemanfaatan sumber daya alam juga harus memperhatikan aspek lingkungan,” tambah Florentinus.

Ia mengaku sangat tertarik dengan skenario dan gambaran umum rencana program WRI Indonesia di Kabupaten Sintang. Jika tercapai, tujuannya sangat membantu pemerintah dalam menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

“Sintang beruntung dan berterima kasih atas program teman-teman yang peduli dengan masalah lingkungan di Kabupaten Sintang. Hasil penelitian dan pendampingan nanti, bisa dijadikan pedoman dan pengarah bagi Pemkab Sintang dalam membangun dan memperhatikan lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dari 392 Koperasi Hanya 284 yang Aktif

Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kartiyus menyampaikan Pemkab Sintang sangat menyambut rencana kegiatan NGO WRI Indonesia yang akan membantu Pemkab Sintang dalam memperkuat kabupaten sintang sebagai kabupaten lestari. “Kegiatan penelitian dan penyiapan model pengintegrasian perencanaan, pendanaan dan perizinan di Sintang. Kami senang, Sintang dikeroyok NGO untuk membantu Kabupaten Sintang dalam pelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Ia mengaku pihaknya sedang menyusun RPJMD Teknotratik Kabupaten Sintang 2021-2026 bersama Universitas Tanjungpura. Ia juga berjanji akan segera melakukan uji publik atas RPJMD tersebut.

“Kami juga mengumpulkan visi dan misi tiga calon Bupati Sintang. Semua pro lingkungan. Calon kepala daerah juga ternyata sudah menyerap program Sintang Lestari. Virus lestari ternyata sudah menular ke calon kepala daerah. RPJMD akan finalisasi pada 6 bulan setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sintang terpilih. Soal kegiatan WRI Indonesia di Kabupaten Sintang, kami siap bantu suplai data nanti. Pemkab Sintang 4 tahun terakhir tidak pernah mengeluarkan izin baru perusahaan perkebunan,” pungkaanya.(ris)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/