24.7 C
Pontianak
Thursday, December 1, 2022

Program JKN-KIS, Tanpa Membedakan Dengan Pasien Umum

SINTANG – Sudah hadir lebih dari 8 tahun, BPJS Kesehatan sudah melayani masyarakat yang telah merasakan beberapa manfaatnya. Salah satunya Sugeng Riyanto (43) warga Melawi yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Ia pun membagikan kisahnya kala memanfaatkan JKN-KIS untuk melindungi kesehatannya. Waktu itu malam hari badan anaknya sangat panas, kemudian Sugeng antar anaknya ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit di Kab. Melawi, dan langsung ditangani oleh tim medis.

“Waktu itu sekitar pukul 21.00 WIB, anak saya badan panas dan mual-mual, tanpa pikir panjang saat itu juga saya langsung membawa anak saya untuk periksa di rumah sakit dan langsung ditangani di UGD, dan saat itu disarankan untuk rawat inap,” ungkap Sugeng

Baca Juga :  Disdikbud Sintang Usahakan Bantuan Untuk SDN 34 Matai

Di rumah sakit, anak kedua Sugeng ini dirawat selama tiga hari dua malam. Ia pun tidak menemui hambatan selama menjalani pemeriksaan dan perawatan, dari masuk sampai pulang, bahkan administrasinya juga menurutnya sangat mudah.

“Saat di UGD sempat ditanya apakah saya punya JKN-KIS atau tidak, dan semua petugas rumah sakit langsung melayani seperti biasa tanpa membedakan dengan pasien umum lainnya,” tambahnya.

Anak dan keluarga Sugeng yang juga masuk ke dalam segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Melawi merasa bersyukur karena pemerintah memperhatikan kesejahteraan masyarakat lewat JKN-KIS.

“Tidak dikira keluarga saya diberikan jaminan kesehatan oleh pemerintah, sehingga kami tidak perlu repot-repot lagi harus membayar iuran setiap bulan,” tuturnya.

Baca Juga :  Per 1 Juli Iuran BPJS Kesehatan Mengalami Kenaikan

Ia berharap ke depannya pemerintah dapat mempertahankan program ini, karena jaminan kesehatan sangat dibutuhkan seluruh lapisan masyarakat. Ia juga berpesan agar masyarakat yang mampu selalu menyetor iurannya secara rutin setiap bulan.

“Harapan saya, meskipun kita sudah memiliki JKN-KIS tetapi harus tetap sehat, disimpan saja kartunya untuk berjaga-jaga,” pungkasnya. (var)

SINTANG – Sudah hadir lebih dari 8 tahun, BPJS Kesehatan sudah melayani masyarakat yang telah merasakan beberapa manfaatnya. Salah satunya Sugeng Riyanto (43) warga Melawi yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Ia pun membagikan kisahnya kala memanfaatkan JKN-KIS untuk melindungi kesehatannya. Waktu itu malam hari badan anaknya sangat panas, kemudian Sugeng antar anaknya ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit di Kab. Melawi, dan langsung ditangani oleh tim medis.

“Waktu itu sekitar pukul 21.00 WIB, anak saya badan panas dan mual-mual, tanpa pikir panjang saat itu juga saya langsung membawa anak saya untuk periksa di rumah sakit dan langsung ditangani di UGD, dan saat itu disarankan untuk rawat inap,” ungkap Sugeng

Baca Juga :  Disdikbud Sintang Usahakan Bantuan Untuk SDN 34 Matai

Di rumah sakit, anak kedua Sugeng ini dirawat selama tiga hari dua malam. Ia pun tidak menemui hambatan selama menjalani pemeriksaan dan perawatan, dari masuk sampai pulang, bahkan administrasinya juga menurutnya sangat mudah.

“Saat di UGD sempat ditanya apakah saya punya JKN-KIS atau tidak, dan semua petugas rumah sakit langsung melayani seperti biasa tanpa membedakan dengan pasien umum lainnya,” tambahnya.

Anak dan keluarga Sugeng yang juga masuk ke dalam segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Melawi merasa bersyukur karena pemerintah memperhatikan kesejahteraan masyarakat lewat JKN-KIS.

“Tidak dikira keluarga saya diberikan jaminan kesehatan oleh pemerintah, sehingga kami tidak perlu repot-repot lagi harus membayar iuran setiap bulan,” tuturnya.

Baca Juga :  Patroli Prokes di Lokasi Wisata¬†

Ia berharap ke depannya pemerintah dapat mempertahankan program ini, karena jaminan kesehatan sangat dibutuhkan seluruh lapisan masyarakat. Ia juga berpesan agar masyarakat yang mampu selalu menyetor iurannya secara rutin setiap bulan.

“Harapan saya, meskipun kita sudah memiliki JKN-KIS tetapi harus tetap sehat, disimpan saja kartunya untuk berjaga-jaga,” pungkasnya. (var)

Most Read

Artikel Terbaru

/