alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Targetkan Dapat 1.900 Akseptor

SINTANG-Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2021, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang memberikan pelayanan KB serentak di Puskesmas Sungai Durian, Kecamatan Sintang, Kamis (24/6).

Kepala Dinas KBP3A Maryadi menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan KB serentak sejuta akseptor ini dilakukan secara berkelanjutan dan juga dilaksanakan bertepatan dengan Harganas tahun 2021 yang jatuh pada 29 Juni nanti. Dimana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta seluruh kabupaten dan kota untuk melaksanakan pelayanan sejuta akseptor.

“Dalam hal ini, Kabupaten Sintang juga tidak mau ketinggalan. Kita ambil bagian dalam rangka untuk mencapai target yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat,” kata Maryadi. Target untuk Kabupaten Sintang sendiri di tahun 2021 ini yaitu 1.900 akseptor.

Ia mengatakan bahwa pelayanan ini tidak berakhir dengan kegiatan hari ini saja. Namun memang sudah dilakukan oleh pihaknya dari awal tahun. Melalui kegiatan mobile pelayanan khusus untuk KB gratis. Terutama untuk IUD dan implan yang dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  Cek Kesehatan Masyarakat Terdampak Banjir

Maryadi mengungkapkan, pelayanan KB serentak sejuta akseptor di Kabupaten Sintang sejak Maret sudah hampir mencapai 700-an akseptor. “Mudah-mudahan akhir tahun target bisa tercapai, bahkan bisa melebihi target,” ucapnya.

Selain di Puskesmas Sungai Durian dan Puskesmas Tanjung Puri, ada 5 tempat lagi yang akan menyediakan pelayanan KB serentak ini. Serta ada di 6 tempat bidan praktik mandiri.

Di kesempatan yang sama Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan program KB ini seperti kondisi naik dan turun. Ditambah adanya pandemi global Covid-19. Sehingga kata dia sangat berpengaruh terhadap pelayanan medis yang dilakukan.

Karena menurutnya pada saat pandemi seperti ini, pemberian pelayanan KB itu harus sangat hati-hati dan harus mencermati penerapan protokol kesehatan. Kemudian tempat pelayanannya pun bercampur dengan tempat pelayanan pandemi Covid-19. Sehingga membuat para calon akseptor hati-hati dan enggan datang. “Jadi ini akhirnya berpengaruh kepada angka putus kontrasepsi yang terjadi dimana-mana,” ujar Jarot.

Baca Juga :  Dua Ribu Personel Gelar Apel Siaga

Menurut Jarot untuk menanggulangi angka putus kontrasepsi, Harganas menjadi momen untuk secara serentak bersama-sama. Melalui gerakan di beberapa tempat pelayanan. Baik swasta maupun pemerintah melakukan pelayanan terhadap satu juta akseptor.

“Kemudian tahun ini, kita di Kalbar di targetkan sekitar 26.000. Untuk Sintang itu targetnya 1.900,” tambah Jarot. Dia berharap dengan adanya gerakan satu juta akseptor ini mampu mengurangi angka kegagalan kontrasepsi, angka putus kontrasepsi, dan bisa mendapat peserta akseptor KB yang baru.

Jarot juga mengingatkan dalam pemberian pelayanan KB ini, betul-betul menerapkan protokol kesehatan, dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga pelayanannya bisa berkualitas dan dilakukan secara baik.

“Untuk ibu-ibu calon akseptor, mari ajak tetangga, teman-teman, kenalan yang belum menggunakan satupun cara untuk pengaturan angka kelahiran ini. Untuk bisa ikut sama-sama menjadi akseptor keluarga berencana. Karena jangan terlalu muda, jangan terlalu tua, jangan terlalu sering, jangan terlalu banyak,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2021, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang memberikan pelayanan KB serentak di Puskesmas Sungai Durian, Kecamatan Sintang, Kamis (24/6).

Kepala Dinas KBP3A Maryadi menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan KB serentak sejuta akseptor ini dilakukan secara berkelanjutan dan juga dilaksanakan bertepatan dengan Harganas tahun 2021 yang jatuh pada 29 Juni nanti. Dimana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta seluruh kabupaten dan kota untuk melaksanakan pelayanan sejuta akseptor.

“Dalam hal ini, Kabupaten Sintang juga tidak mau ketinggalan. Kita ambil bagian dalam rangka untuk mencapai target yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat,” kata Maryadi. Target untuk Kabupaten Sintang sendiri di tahun 2021 ini yaitu 1.900 akseptor.

Ia mengatakan bahwa pelayanan ini tidak berakhir dengan kegiatan hari ini saja. Namun memang sudah dilakukan oleh pihaknya dari awal tahun. Melalui kegiatan mobile pelayanan khusus untuk KB gratis. Terutama untuk IUD dan implan yang dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  Dua Pria Tertangkap Edarkan Sabu

Maryadi mengungkapkan, pelayanan KB serentak sejuta akseptor di Kabupaten Sintang sejak Maret sudah hampir mencapai 700-an akseptor. “Mudah-mudahan akhir tahun target bisa tercapai, bahkan bisa melebihi target,” ucapnya.

Selain di Puskesmas Sungai Durian dan Puskesmas Tanjung Puri, ada 5 tempat lagi yang akan menyediakan pelayanan KB serentak ini. Serta ada di 6 tempat bidan praktik mandiri.

Di kesempatan yang sama Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan program KB ini seperti kondisi naik dan turun. Ditambah adanya pandemi global Covid-19. Sehingga kata dia sangat berpengaruh terhadap pelayanan medis yang dilakukan.

Karena menurutnya pada saat pandemi seperti ini, pemberian pelayanan KB itu harus sangat hati-hati dan harus mencermati penerapan protokol kesehatan. Kemudian tempat pelayanannya pun bercampur dengan tempat pelayanan pandemi Covid-19. Sehingga membuat para calon akseptor hati-hati dan enggan datang. “Jadi ini akhirnya berpengaruh kepada angka putus kontrasepsi yang terjadi dimana-mana,” ujar Jarot.

Baca Juga :  Pemprov Minta Kelola Dana MTQ Baik dan Benar

Menurut Jarot untuk menanggulangi angka putus kontrasepsi, Harganas menjadi momen untuk secara serentak bersama-sama. Melalui gerakan di beberapa tempat pelayanan. Baik swasta maupun pemerintah melakukan pelayanan terhadap satu juta akseptor.

“Kemudian tahun ini, kita di Kalbar di targetkan sekitar 26.000. Untuk Sintang itu targetnya 1.900,” tambah Jarot. Dia berharap dengan adanya gerakan satu juta akseptor ini mampu mengurangi angka kegagalan kontrasepsi, angka putus kontrasepsi, dan bisa mendapat peserta akseptor KB yang baru.

Jarot juga mengingatkan dalam pemberian pelayanan KB ini, betul-betul menerapkan protokol kesehatan, dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga pelayanannya bisa berkualitas dan dilakukan secara baik.

“Untuk ibu-ibu calon akseptor, mari ajak tetangga, teman-teman, kenalan yang belum menggunakan satupun cara untuk pengaturan angka kelahiran ini. Untuk bisa ikut sama-sama menjadi akseptor keluarga berencana. Karena jangan terlalu muda, jangan terlalu tua, jangan terlalu sering, jangan terlalu banyak,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/