alexametrics
25 C
Pontianak
Wednesday, August 17, 2022

Banjir Tak Urungkan Niat Rayakan Hari Santri

SINTANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang ikut serta merayakan Hari Santri Nasional yang ke-7. Hari Santri dirayakan di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang, baru-baru ini.

Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Igor Nugroho mewakili Pemkab Sintang menghadiri sekaligus Pembina Upacara Hari Santri Nasional itu. Halaman Pondok Pesantren Darul Ma’arif yang menjadi tempat berlangsungnya upacara saat itu tengah digenangi banjir.

Seperti yang disampaikan oleh Igor, Hari Santri Nasional dimaksudkan agar kita semua selalu ingat dan meneladani semangat perjuangan para pendahulu. Baik itu semangat kebangsaan, semangat cinta tanah air, semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara. Adapun tema yang diangkat dalam Hari Santri Nasional 2021 ini adalah Santri Siaga Jiwa Raga.

“Maksud tema ini adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia,” kata Igor.

Baca Juga :  Pilkades, Warga Libur

Lanjutnya, tema ini merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak. Melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai tirakat lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Igor, santri menjadi aset bangsa yang luar biasa karena kemampuannya dalam menjaga karakter bangsa. Sekaligus melakukan transformasi untuk memainkan peran historis dan strategis dalam pembangunan dan kemajuan pada masa depan. Hari Santri Nasional ini  menjadi momentum penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. “Spirit Nasionalisme bagian dari iman perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi 4 fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan Nasionalisme,” tambahnya.

Baca Juga :  Dua PMI Nonprosedural Diamankan

Di tengah berkembangnya teknologi informasi era kiwari, ia pun mengatakan bahwa santri harus juga memanfaatkannya sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan. Serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga dan martabat seseorang.

Ia juga meminta agar santri bersama seluruh elemen masyarakat untuk membantu upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19. Serta bangkit dari dampak pandemi. “Kita semua berikhtiar agar pandemi segera berlalu. Keluarga besar pesantren, santri, masyarakat Indonesia, dan warga dunia bisa melewati pandemi ini dengan baik,” pungkasnya. (ris)

SINTANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang ikut serta merayakan Hari Santri Nasional yang ke-7. Hari Santri dirayakan di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang, baru-baru ini.

Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Igor Nugroho mewakili Pemkab Sintang menghadiri sekaligus Pembina Upacara Hari Santri Nasional itu. Halaman Pondok Pesantren Darul Ma’arif yang menjadi tempat berlangsungnya upacara saat itu tengah digenangi banjir.

Seperti yang disampaikan oleh Igor, Hari Santri Nasional dimaksudkan agar kita semua selalu ingat dan meneladani semangat perjuangan para pendahulu. Baik itu semangat kebangsaan, semangat cinta tanah air, semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara. Adapun tema yang diangkat dalam Hari Santri Nasional 2021 ini adalah Santri Siaga Jiwa Raga.

“Maksud tema ini adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia,” kata Igor.

Baca Juga :  Bahas Penanganan PETI

Lanjutnya, tema ini merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak. Melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai tirakat lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Igor, santri menjadi aset bangsa yang luar biasa karena kemampuannya dalam menjaga karakter bangsa. Sekaligus melakukan transformasi untuk memainkan peran historis dan strategis dalam pembangunan dan kemajuan pada masa depan. Hari Santri Nasional ini  menjadi momentum penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. “Spirit Nasionalisme bagian dari iman perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi 4 fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan Nasionalisme,” tambahnya.

Baca Juga :  Wabup Hadiri Hari Santri Nasional di Desa Riam Mengelai

Di tengah berkembangnya teknologi informasi era kiwari, ia pun mengatakan bahwa santri harus juga memanfaatkannya sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan. Serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga dan martabat seseorang.

Ia juga meminta agar santri bersama seluruh elemen masyarakat untuk membantu upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19. Serta bangkit dari dampak pandemi. “Kita semua berikhtiar agar pandemi segera berlalu. Keluarga besar pesantren, santri, masyarakat Indonesia, dan warga dunia bisa melewati pandemi ini dengan baik,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/