alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Pabrik Tengkawang Kelola Hasil Hutan Bukan Kayu

SINTANG-Kini, Kabupaten Sintang memiliki pabrik tengkawang dan kosmetik yang bertempat di Jalan Nenak-Sungai Ringin, Desa Anggah Jaya, Kecamatan Sintang. Pabrik ini diresmikan langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno dengan menandatangani prasasti dan pengguntingan pita, kemarin.

Dengan adanya pabrik ini, Bupati Sintang berharap, pengelolaan buah tengkawang menjadi produk dengan nilai jual yang tinggi dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Ada saatnya tengkawang ini harganya mahal, bisa-bisa masyarakat hidup bergantung kepada komoditi tengkawang ini, dengan demikian masyarakat sama-sama menjaga hutan, menjaga pohon tengkawang ini. Saat ini harga tengkawang sangat rendah, masyarakat bingung mau jual kemana, bahkan ada yang ditebang pohon tengkawangnya, padahal nilai jual tengkawang bisa tinggi,” ungkap Jarot.

Bupati mengungkapkan bahwa buah tengkawang ialah buah endemik Kalimantan. Menurut Jarot, buah tengkawang merupakan maskotnya Kalbar, maskotnya Kalimantan dan sangat erat dengan masyarakat adat.

“Kalau saya dulu jadi dokter di daerah pedalaman, buah tengkawang ini diperas hingga keluar minyaknya , kemudian minyaknya itu bisa dipakai untuk pengobatan tradisional, inilah yang dimaksud dengan tengkawang erat dengan adat,” ujarnya.

Baca Juga :  Desa Berkontribusi Turunkan Kemiskinan

Kedepannya, orang nomor satu di Senentang ini berharap, masyarakat bisa terus membudidayakan tengkawang agar nilai jualnya semakin tinggi. Apalagi dengan adanya pabrik tengkawang ini, penampungan produk dan penambahan nilai produk bisa terus dikembangkan.

“Mudah-mudahan dengan pabrik buah tengkawang bisa ditampung sebanyak-banyaknya, terlebih kalau pihak perusahaan dapat memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat tentang membudidayakan tengkawang dengan baik, kemudian nanti baru dibawa ke pabrik, agar hasil pembudidayaan tengkawang dapat bernilai harga tinggi. Dan ini merupakan salah satu budidaya hasil hutan yang bukan kayu dan bermakna menjaga kelestarian hutan yang kita miliki,” harapnya.

Kemudian, Founder and CEO PT. The Wild Keepers, Dirk Jan Oudshoorn, mengatakan bahwa tujuan didirikannya pabrik tengkawang dan kosmetik ini bertujuan untuk menjaga hutan dan meningkatkan nilai ekonomi yang bersumber dari hutan.

“Tujuan kita ialah meningkankan nilai ekonomi dari hutan supaya hutan itu tetap dijaga, karena hutan tidak hanya sebagai sumber oksigen saja, tetapi bisa menjadi sumber ekonomi,” kata DJ sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Forum Anak Minta Pemkab Peduli

Menurut DJ di Kalimantan Barat potensi hutan masih banyak tetapi nilai jual produk yang dihasilkan oleh hutan masih sedikit. Ia menjelaskan, saat ini belum banyak produk hutan yang dihasilkan, maka dari itu perlu banyak bantuan supaya makin banyak hasil hutan yang bisa dijadikan suatu produk seperti kosmetik dan makanan melalui tengkawang ini, sehingga nilai ekonomi dari hutan bisa bertambah dan semakin tinggi.

Masih kata DJ, nantinya ia juga akan mengembangkan produk lain dari buah tengkawang dan hutan bukan kayu yang ada di alam Sintang. Menurutnya, masih banyak hasil hutan yang dapat diolah dan diberdayakan. “Tengkawang ini merupakan produk pertama yang kami kelola, ini nanti hasilnya produk setengah jadi, selain tengkawang nantinya akan ada kemiri, dan biji-biji buah-buahan yang bisa menghasilkan minyak, karena hasil hutan kita masih banyak yang bisa diolah, dan jenis yang akan ditanam nantinya adalah sistem tumpang sari,” jelasnya. (fds)

SINTANG-Kini, Kabupaten Sintang memiliki pabrik tengkawang dan kosmetik yang bertempat di Jalan Nenak-Sungai Ringin, Desa Anggah Jaya, Kecamatan Sintang. Pabrik ini diresmikan langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno dengan menandatangani prasasti dan pengguntingan pita, kemarin.

Dengan adanya pabrik ini, Bupati Sintang berharap, pengelolaan buah tengkawang menjadi produk dengan nilai jual yang tinggi dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Ada saatnya tengkawang ini harganya mahal, bisa-bisa masyarakat hidup bergantung kepada komoditi tengkawang ini, dengan demikian masyarakat sama-sama menjaga hutan, menjaga pohon tengkawang ini. Saat ini harga tengkawang sangat rendah, masyarakat bingung mau jual kemana, bahkan ada yang ditebang pohon tengkawangnya, padahal nilai jual tengkawang bisa tinggi,” ungkap Jarot.

Bupati mengungkapkan bahwa buah tengkawang ialah buah endemik Kalimantan. Menurut Jarot, buah tengkawang merupakan maskotnya Kalbar, maskotnya Kalimantan dan sangat erat dengan masyarakat adat.

“Kalau saya dulu jadi dokter di daerah pedalaman, buah tengkawang ini diperas hingga keluar minyaknya , kemudian minyaknya itu bisa dipakai untuk pengobatan tradisional, inilah yang dimaksud dengan tengkawang erat dengan adat,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiga Proyek Siap Dilelang

Kedepannya, orang nomor satu di Senentang ini berharap, masyarakat bisa terus membudidayakan tengkawang agar nilai jualnya semakin tinggi. Apalagi dengan adanya pabrik tengkawang ini, penampungan produk dan penambahan nilai produk bisa terus dikembangkan.

“Mudah-mudahan dengan pabrik buah tengkawang bisa ditampung sebanyak-banyaknya, terlebih kalau pihak perusahaan dapat memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat tentang membudidayakan tengkawang dengan baik, kemudian nanti baru dibawa ke pabrik, agar hasil pembudidayaan tengkawang dapat bernilai harga tinggi. Dan ini merupakan salah satu budidaya hasil hutan yang bukan kayu dan bermakna menjaga kelestarian hutan yang kita miliki,” harapnya.

Kemudian, Founder and CEO PT. The Wild Keepers, Dirk Jan Oudshoorn, mengatakan bahwa tujuan didirikannya pabrik tengkawang dan kosmetik ini bertujuan untuk menjaga hutan dan meningkatkan nilai ekonomi yang bersumber dari hutan.

“Tujuan kita ialah meningkankan nilai ekonomi dari hutan supaya hutan itu tetap dijaga, karena hutan tidak hanya sebagai sumber oksigen saja, tetapi bisa menjadi sumber ekonomi,” kata DJ sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Teh Borneo Lahir di Sintang

Menurut DJ di Kalimantan Barat potensi hutan masih banyak tetapi nilai jual produk yang dihasilkan oleh hutan masih sedikit. Ia menjelaskan, saat ini belum banyak produk hutan yang dihasilkan, maka dari itu perlu banyak bantuan supaya makin banyak hasil hutan yang bisa dijadikan suatu produk seperti kosmetik dan makanan melalui tengkawang ini, sehingga nilai ekonomi dari hutan bisa bertambah dan semakin tinggi.

Masih kata DJ, nantinya ia juga akan mengembangkan produk lain dari buah tengkawang dan hutan bukan kayu yang ada di alam Sintang. Menurutnya, masih banyak hasil hutan yang dapat diolah dan diberdayakan. “Tengkawang ini merupakan produk pertama yang kami kelola, ini nanti hasilnya produk setengah jadi, selain tengkawang nantinya akan ada kemiri, dan biji-biji buah-buahan yang bisa menghasilkan minyak, karena hasil hutan kita masih banyak yang bisa diolah, dan jenis yang akan ditanam nantinya adalah sistem tumpang sari,” jelasnya. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/