alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Bersama Para Tokoh Lawan Covid-19

SINTANG-Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh adat dikumpulkan di Pendopo Bupati Sintang. Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan, giat ini dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan menyamakan persepsi terkait pencegahan Covid-19 di Kabupaten Sintang.

“Kita bersilaturahmi hari ini untuk menyamakan persepsi dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang. Saya perlu mendapatkan dukungan dari tokoh semua agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan. Kita wajib waspada, karena kasus corona ini, 86 persen itu tidak terdeteksi atau tidak bergejala namun menular,” ujar Jarot, kemarin.

Terkait Covid-19, Jarot memaparkan, dampak ekonomi di Sintang  untuk saat ini mulai terasa. Dia menyebutkan, sudah banyak tempat usaha yang mengurangi karyawannya. Karyawan yang dirumahkan ini nantinya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga :  Desa Berkontribusi Turunkan Kemiskinan

Orang nomor satu di Senentang ini menjelaskan, ada 13 kebijakan Pemkab Sintang dalam mengatasi penyebaran Covid-19 seperti merasionalisasi APBD 2020, memberikan diskon 20% tariff PDAM, keringan pajak dan retribusi bagi pelaku usaha, melaksanakan operasi pasar, memberikan keringanan sewa lapak sebesar 50% selama 3 bulan dan kebijakan lainnya.

“Kita harap paket kebijakan ini dapat menyentuh semua kalangan masyarakat dan berjalan efektif,” imbuhnya.

Sementara, Ketua MUI Sintang, H Ulwan mengatakan, saat ini semua pihak sudah gencar melakukan sosialisasi yang gunanya untuk melindungi diri dan keluarga. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat jangan panik dan menebar ketakukan di sosial media. Menurutnya, psikis masyarakat saat ini mudah goyah karena situasi yang kurang kondusif.

Baca Juga :  PTM Tunggu Zona Kuning

“Perkuat proses edukasi kepada masyarakat supaya jangan sampai masyarakat menimbulkan masalah baru. Ini penting disituasi sekarang,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan pihaknya sudah keluarkan imbauan terkait upaya pencegahan penyebaran covid-19 ini. Terakhir, ia mengajak semua pihak untuk tenang dan sabar dalam menjalani situasi ini.

“Kami mengajak kita tenang dan sabar. Kita harus sedia payung sebelum hujan. Payung memang tidak akan menghentikan hujan. Tapi mampu melindungi kita dari hujan. Begitu juga kesabaran dan ketenangan   akan mampu menghindari kita dari wabah ini,” pesannya. (fds)

SINTANG-Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh adat dikumpulkan di Pendopo Bupati Sintang. Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan, giat ini dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan menyamakan persepsi terkait pencegahan Covid-19 di Kabupaten Sintang.

“Kita bersilaturahmi hari ini untuk menyamakan persepsi dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang. Saya perlu mendapatkan dukungan dari tokoh semua agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan. Kita wajib waspada, karena kasus corona ini, 86 persen itu tidak terdeteksi atau tidak bergejala namun menular,” ujar Jarot, kemarin.

Terkait Covid-19, Jarot memaparkan, dampak ekonomi di Sintang  untuk saat ini mulai terasa. Dia menyebutkan, sudah banyak tempat usaha yang mengurangi karyawannya. Karyawan yang dirumahkan ini nantinya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga :  Ribuan Warga Mengungsi

Orang nomor satu di Senentang ini menjelaskan, ada 13 kebijakan Pemkab Sintang dalam mengatasi penyebaran Covid-19 seperti merasionalisasi APBD 2020, memberikan diskon 20% tariff PDAM, keringan pajak dan retribusi bagi pelaku usaha, melaksanakan operasi pasar, memberikan keringanan sewa lapak sebesar 50% selama 3 bulan dan kebijakan lainnya.

“Kita harap paket kebijakan ini dapat menyentuh semua kalangan masyarakat dan berjalan efektif,” imbuhnya.

Sementara, Ketua MUI Sintang, H Ulwan mengatakan, saat ini semua pihak sudah gencar melakukan sosialisasi yang gunanya untuk melindungi diri dan keluarga. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat jangan panik dan menebar ketakukan di sosial media. Menurutnya, psikis masyarakat saat ini mudah goyah karena situasi yang kurang kondusif.

Baca Juga :  Tri Sarankan Masyarakat Untuk Daftar Jadi Peserta JKN-KIS

“Perkuat proses edukasi kepada masyarakat supaya jangan sampai masyarakat menimbulkan masalah baru. Ini penting disituasi sekarang,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan pihaknya sudah keluarkan imbauan terkait upaya pencegahan penyebaran covid-19 ini. Terakhir, ia mengajak semua pihak untuk tenang dan sabar dalam menjalani situasi ini.

“Kami mengajak kita tenang dan sabar. Kita harus sedia payung sebelum hujan. Payung memang tidak akan menghentikan hujan. Tapi mampu melindungi kita dari hujan. Begitu juga kesabaran dan ketenangan   akan mampu menghindari kita dari wabah ini,” pesannya. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/